Megawati Hangestri Dihantam Kontroversi di Proliga 2025, Sambil Menahan Haru: Aku Capek Menjunjung Tinggi Sportivitas, Nggak di Korea, Nggak di Indonesia...
- PBVSI
tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli Indonesia yang sempat bersinar di Liga Korea bersama Red Sparks, kini kembali menyita perhatian publik usai tampil di Proliga 2025 bersama Gresik Petrokimia.
Kepulangannya ke Tanah Air membawa harapan tinggi dari para pecinta voli, namun realitas di lapangan justru membawanya ke pusaran kontroversi.
Nama Megawati mendadak viral, bukan hanya karena performanya di Proliga yang dianggap belum maksimal, tetapi juga karena siaran langsung TikTok-nya yang menyuarakan kekecewaan.
Dalam live tersebut, Megawati menyentil hasil pertandingan antara Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Enduro yang berakhir 3-0 untuk Popsivo, hasil yang menggagalkan langkah Gresik Petrokimia ke final.
“Aku capek loh menjunjung tinggi sportivitas terus. Nggak di Korea, nggak di Indonesia, aku selalu menjunjung sportivitas. Capek ternyata jadi aku, guys,” ujar Megawati dalam live TikTok.
Pernyataan ini dipandang sejumlah pihak sebagai kritik terhadap fair play pertandingan tersebut, dan langsung menuai pro dan kontra di kalangan netizen.
Sebelumnya, atlet voli asal Jember itu memang menghadapi tekanan besar dari publik Indonesia sejak kembali dari Korea Selatan.
Banyak netizen membandingkan performanya di Proliga dengan saat membela Red Sparks di Liga Voli Korea.
Namun Megatron menegaskan bahwa perbandingan tersebut tidak adil, mengingat keterbatasan waktu yang ia miliki untuk beradaptasi di tim barunya.
“Aku baru gabung dua minggu dan hanya sempat latihan sekali sebelum tanding. Kalian bandingin aku dengan di Korea padahal kondisinya beda. Tolong mikir dulu sebelum ngehujat,” ujar Megawati dengan nada emosional dalam live TikTok lainnya.
- KOVO
Menariknya, isu ini juga menarik perhatian dari luar negeri. Park Mi-hee, legenda voli Korea Selatan dan mantan pelatih Heungkuk Life Pink Spiders, menyayangkan keputusan Red Sparks yang tidak memperpanjang kontrak Megawati.
Dalam wawancara yang beredar di YouTube, Park menyatakan, “Saya baru tahu kontraknya (Megawati) berakhir April lalu. Sejujurnya, saya sangat menyayangkan dia tidak dipertahankan. Pemain dengan kualitas seperti dia tidak seharusnya diperlakukan begitu. Jika dia ingin kembali ke Korea, saya akan bantu carikan klub.”
Pernyataan dari tokoh sebesar Park Mi-hee menjadi validasi bahwa reputasi Megawati tetap solid di kancah internasional, meski tengah menghadapi badai kritik di kompetisi domestik.
Bahkan, di tengah kontroversi dan cibiran netizen, banyak penggemar yang masih memberikan dukungan moral terhadap Megawati agar tetap fokus dan tidak terpengaruh tekanan publik.
Kehadirannya di Gresik Petrokimia memang belum membuahkan hasil maksimal di Proliga 2025, namun perannya sebagai ikon voli Indonesia tetap penting.
Kritik yang dialamatkan padanya seharusnya diimbangi dengan pemahaman soal situasi dan konteks yang ia alami.
Megawati kini berada di persimpangan jalan: antara membuktikan diri kembali di liga lokal atau mencari tantangan baru di luar negeri.
Yang jelas, sorotan terhadapnya bukan semata karena kontroversi, tapi juga karena ia adalah simbol kebanggaan voli Indonesia yang tak pernah berhenti berjuang. (udn)
Load more