Tips Menghindari Sifat Kikir dan Riya dalam Agama Islam
- Freepik/benzoix
tvOnenews, Religi - Sifat kikir dan riya merupakan dua diantara banyak sifat tercela yang dibenci oleh Allah SWT.
Seringkali kita melihat atau menyaksikan perilaku seseorang dengan sifat kikir dan riya terjadi di dalam lingkungan masyarakat. Atau bahkan secara tidak sadar, kita sendiri yang melakukannya.
Perilaku tersebut pastinya mempunyai konsekuensi sosial yang bisa merugikan diri sendiri. Selain itu, dalam agama Islam Allah SWT membenci perilaku tersebut.
Sifat Kikir

Freepik/stockking
Kikir merupakan salah satu perilaku tercela dalam islam. Kikir ini nama lainnya adalah bakhil. Dalam berbagai ayat di Al-Quran, Allah SWT melarang hamba-Nya menjadi kikir sebab hanya mendatangkan kerugian bagi diri, menjauhkan pahala baik dan menjadi golongan orang yang hidupnya dipersulit Allah SWT.
Orang yang kikir diancam Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Lail,
“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, mereka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar, dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa," (QS. Al-Lail: 8-11).
Firman lain dalam surat Muhammad ayat 38, Allah berfirman,
“Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri.
Dan Allah-lah Yang Maha Kaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).” (QS Muhammad ayat 38).
Cara Menghindari Sifat Kikir
Agar terhindar dari sifat kikir juga serakah yang merupakan salah satu perilaku tercela dalam Islam. Dilansir dari laman Sahijab, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengatasinya:
1. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta ampunan dan perlindungan dari nafsu dunia, memohon agar dijauhkan dari keserakahan dan kekikiran.
2. Meyakinkan diri bahwa semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT yang harus dipergunakan sebaik-baiknya di jalan yang diridha’hi-Nya.
Load more