Teks Khutbah Jumat 3 April 2026: Memasuki Musim Kemarau, Begini Umat Muslim Menyikapinya
- Kemenag Wonosobo
Kedua: Tidak berlebihan dalam menggunakan air.
Islam mengajarkan keseimbangan. Bahkan dalam berwudhu pun kita dilarang berlebihan.
Maka dalam kondisi kemarau, sikap hemat air menjadi bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.
Ketiga: Memperbanyak istighfar dan doa.
Kemarau panjang bisa jadi merupakan ujian, bahkan peringatan. Oleh karena itu, hendaknya kita memperbanyak istighfar, memohon ampun, dan meminta kepada Allah agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan.
Keempat: Peduli terhadap sesama.
Jika kita memiliki kelebihan, bantulah saudara-saudara kita yang kekurangan air atau terdampak kekeringan. Bisa memberikan bantuan air bersih atau dukungan lainnya merupakan bentuk nyata dari kepedulian sosial dalam Islam.
Kelima: Menjaga lingkungan.
Kemarau sering memperparah kerusakan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan kekeringan lahan. Maka menjaga alam adalah bagian dari amanah yang harus kita jalankan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Musim kemarau bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga ujian keimanan. Apakah kita semakin dekat kepada Allah atau justru lalai? Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mengambil pelajaran.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Dengan ini mari kita perbanyak doa dan berharap hanya kepada-Nya.
Doa musim kemarau
اللهم اسقنا غيثًا مغيثًا، مريئًا نافعًا غير ضار، عاجلًا غير آجل.
اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا.
Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang membawa pertolongan, yang menyegarkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan.
Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
(klw)
Load more