Khutbah Jumat Singkat 13 Maret 2026: Tolong Jangan Nodai Malam Lailatul Qadar dengan Maksiat
- iStockPhoto
Jakarta, tvOnenews.com - Malam Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan terletak di bulan Ramadhan. Secara umum, momen ini terjadi pada 10 malam terakhir Ramadhan.
Nilai keutamaan dari malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan lainnya menunjukkan momen pertama kali diturunkannya Al-Quran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul 'Izzah.
Dengan keutamaan ini, umat Islam ramai-ramai meningkatkan amalan dan ibadah. Sebab, Allah SWT akan memberikan kebaikan yang melampaui dari 1000 bulan atau hitungan sekitar 83 tahun 4 bulan.
Maka dari itu, momen malam Lailatul Qadar menjadi waktu terbaik memperbanyak amal ibadah. Dalam tema teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat, 13 Maret 2026, umat Islam diharapkan menjauhi perbuatan maksiat agar malam mulia ini tidak berakhir sia-sia.
Teks Khutbah Jumat Singkat: Tolong Jangan Nodai Malam Lailatul Qadar dengan Maksiat
- Freepik
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
Kaum muslimin rahimakumullah, pertama-tama marilah kita memanjatkan segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan-Nya, dan kami memohon ampunan-Nya.
Tak lupa, marilah kita melantunkan sholawat serta salam kepada baginda kita, Nabi Muhammad SAW yang telah berjuang menyebarkan kebenaran untuk umat manusia. Berkat beliau, kita masih mendapat nikmat Islam.
Sidang Jumat yang dibahagiakan Allah,
Khatib meminta izin untuk sedikit membahas tentang malam Lailatul Qadar. Hal ini mengingat bulan Ramadhan 2026, sebentar lagi akan berakhir.
Maka dari itu, melalui khutbah Jumat ini, khatib mengingatkan jemaah sekalian senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kita mengetahui di antara keistimewaan di bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang paling agung, apalagi kalau bukan Lailatul Qadar.
Malam ini menjadi kesempatan besar untuk setiap umat Muslim memperoleh pahala luar biasa. Hanya lewat ibadah dan ketaatan kepada Allah, maka kita termasuk golongan yang memanfaatkan malam Lailatul Qadar.
Dalam dalil Al-Quran, Allah SWT berfirman tentang malam Lailatul Qadar melalui Surat Al-Qadr:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ, وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ, تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ, سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr, 97:1-5)
Melalui tafsir ayat ini, Allah SWT menunjukkan keistimewaan dari Lailatul Qadar. Nilai malam mulia ini sangat tinggi ketimbang waktu lainnya.
Oleh karena itu, umat Islam mendapat anjuran agar senantiasa memperbanyak ibadah. Contoh sederhananya yang dapat dilakukan, yakni shalat malam, membaca Al-Quran hingga memperbanyak doa dan istighfar.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Kita mengetahui Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh keberkahan dan rahmat. Di malam ini, para malaikat turun ke bumi untuk menjalankan tugas dengan membawa berbagai ketetapan dan kebaikan dari Allah SWT sampai terbit fajar.
Dengan adanya peristiwa ini, umat Islam tentu sangat menantikan malam mulia tersebut lantaran ada banyak keberkahan berupa pahala dan ampunan yang dilimpahkan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW memberikan anjuran kepada umat Islam. Mereka diharapkan mencari malam Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama mengejar di malam-malam ganjil.
Di waktu inilah, umat Islam setidaknya rutin memperbanyak qiyamul lail, dzikir, tadarus dan tilawah Al-Quran, doa, dan sebagainya.
Saudaraku sidang Jumat yang dimuliakan oleh Allah,
Di balik kemuliaan malam tersebut, seorang Muslim harus berhati-hati agar tidak menodai momentum malam Lailatul Qadar dengan perbuatan maksiat.
Kita harus bisa menafsirkan beragam jenis maksiat yang setidaknya harus dihindari di malam ini. Perbuatan maksiat secara umum menggambarkan tindakan yang melanggar perintah Allah.
Maksiat dapat berupa berbagai tindakan yang melanggar perintah Allah, seperti berkata buruk, ghibah, melihat hal yang diharamkan, atau meninggalkan kewajiban ibadah.
Orang yang sengaja melakukan maksiat di malam tersebut, menandakan dirinya masuk golongan yang lalai terhadap kesempatan besar dari Allah SWT.
Para ulama menjelaskan, dosa dari perbuatan maksiat di malam mulia dapat terasa lebih berat. Meski dalam suatu ceramahnya, ulama karismatik asal Cirebon, Buya Yahya menegaskan, bermaksiat di malam Lailatul Qadar bukan menjadikan seseorang mendapat dosa setara seribu bulan.
Hanya saja perbuatan maksiat di malam Lailatul Qadar merupakan bentuk kejahatan luar biasa. Hal ini dapat mengarahkan seseorang mengalami kehilangan keberkahan dan pahala besar dari-Nya.
Ibadallah,
Perbuatan maksiat tidak hanya berdampak pada dosa. Kondisi spiritual seseorang juga bisa rusak akibat tindakan tersebut.
Hati mereka yang selalu berbuat maksiat akan semakin keras hingga sulit menerima kebenaran apa pun. Hal ini membuat seseorang kehilangan kesempatan memperoleh rahmat, pahala, dan ampunan dari Allah SWT di malam Lailatul Qadar.
Maka dari itu, orang mukmin menjauhi maksiat sebagai langkah dan gebrakan penting untuk memperoleh kebaikan dari hasil ibadah di malam Lailatul Qadar.
Khutbah II
Demikianlah khutbah pertama disampaikan khatib pada sesi shalat Jumat hari ini, marilah kita memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan sebaik mungkin. Tolong jangan sampai malam mulia ini dibalut dengan perbuatan maksiat yang bisa mendatangkan dosa besar.
Marilah kita memperbanyak shalat malam, membaca Al-Quran, berdoa, serta memohon ampunan kepada-Nya. Tolong jagalah diri dari maksiat, baik yang terlihat secara fisik maupun tersembunyi.
Semog Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan yang memperoleh keberkahan dan pahala besar dari malam Lailatul Qadar. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, MUI, Kanal YouTube Al-Bahjah TV, Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim karya Imam Ibnu Katsir, kitab Al-Jawabul Kafi karya ulama Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
Load more