Ternyata Amalan Sunnah ini Dijalankan Ragnar Oratmangoen, Pemain Timnas Indonesia yang Dikenal Ramah
- Instagram/@0ratmangoen
Jakarta, tvOnenews.com- Ragnar Oratmangoen dikenal sebagai satu-satunya pemain mualaf di timnas Indonesia. Kebiasaan itu, membuatnya kian tersorot sampai memiliki sapaan Islam banget.

- PSSI
Pemain timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen yang disapa Wak Haji karena kepribadiannya dikenal religius.
Salah satu kebiasaan baik yang ditonjolkan Ragnar Oratmangoen, inipun menjadikannya mudah dikenali oleh suporter bola maupun fans yaitu murah senyum.
Kebiasaan senyum di Indonesia sebagai bentuk keramahan atau sifat bersahabat. Kebiasaan baik itu, disebut Wak Haji sebagai sunnah Rasulullah SAW, atau umum dipahami sebagai amalan sunnah.

- Instagram/@0ratmangoen
"Why do you Iike smile Ragnar?," tanya warganet disalah satu kesempatan live sempat viral dimedsos (2/7/2024)
"Because it's Sunnah," jawab Ragnar dalam berbahasa inggris, dikutip dari akun Tiktok W, dikutip kembali Senin (23/2/2026).
Sebagaimana diketahui, senyum dalam agama Islam dipahami sedekah yang paling mudah. Eebab mudah dilakukan.
Juga diketahui, senyum bernilai ibadah, senyum juga dapat memupuk hubungan baik antar sesama manusia.
Ditambah, senyum merupakan jenis sedekah paling ringan yang bisa memberatkan timbangan pahala.
Disampaikan dari Abu Dzar RA yang dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR Tirmidzi).
Kemudian juga disampaikan, bukan hanya sebagai ibadah. Melansir laman Al Azhar https://alazharasysyarifsumut.sch.id senyum juga merupakan sebuah kebajikan.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Artinya: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri”. (HR. Muslim)
Sebagai informasi, dulunya Ragnar Oratmangoen kerap diajak ke sebuah tempat ibadah. Dari itulah, membukakan jalan untuknya semakin mengenal Agama Islam.
Lalu, Ragnar yang akrab disapa Wak Haji itu, jatuh hati karena melihat ibadah shalat buatnya penasaran dan menyukainya, terlebih saat mendengar adzan hingga akhirnya menjadi mualaf sekitar usia 15 tahun.
Kebahagiaan Ragnar bisa mendengar adzan secara bebas di Indonesia pernah disampaikan dalam salah satu podcast.
Ia berpendapat jika Indonesia negara yang toleransinya tinggi. Berbeda dengan negara asalnya, Belanda.
"Sebab mereka orang Belanda sangat mudah men-judge (menghakimi) orang lain, berbeda dengan saya Indonesia," jelas Wak Haji.
"Di saat mereka melihat kita, bisa saja mereka berpikir yang bukan-bukan. Sementara saya di sini bisa bebas. Mendengarkan adzan pun setiap kali saya keluar," ucapnya sambil tersenyum, dikutip dari YouTube Sport77 beberapa waktu lalu.(klw)
Load more