Kenapa saat Shalat Jumat Adzan Dikumandangkan 2 Kali, Ada Dalilnya? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Sejarahnya
- Pexels/Furkan Furkan_Uslu57
“Jadi persoalan ketika dipanggil di Jumatan, ada yang belum dengar. Ada yang masih di ladangnya, di sawahnya, macem-macem,” tambahnya.
Sementara kemampuan suara manusia tentu sangat terbatas.
“Sementara suara muadzin terbatas, sekuat-kuatnya bilal, sampai mana sih kedengerannya?” lanjutnya.
Akibatnya, banyak jamaah yang datang terlambat ke masjid dan hampir tertinggal shalat Jumat.

- Pexels/Mohammed Alim
Solusi Khalifah Utsman: Dua Kali Adzan
Melihat kondisi tersebut, Khalifah Utsman bin Affan mengambil kebijakan dengan menambahkan satu adzan sebelum waktu shalat Jumat benar-benar masuk.
“Akhirnya, dijadikan oleh beliau adzan pada saat Jumatan dengan dua kali adzan. Dua kali,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Namun Ustaz Adi Hidayat menekankan, adzan pertama ini bukan adzan masuk waktu.
“Adzan pertama untuk pengingat sebetulnya. Bukan tepat saat masuk waktu, bukan. Tapi sebelum waktu,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
“Misal kalau jam 12 waktu shalatnya maka 12 kurang seperempat adzan,” lajutnya.
Tujuannya agar umat Islam bisa bersiap-siap, menghentikan aktivitas, berwudhu, dan berangkat ke masjid.
Fungsi Adzan Kedua
Sementara itu, adzan kedua baru dikumandangkan ketika waktu shalat Jumat benar-benar masuk.
“Nah adzan yang kedua ini, yang disebut adzan yang kedua. Itu saat waktu masuk,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Adzan ini dikumandangkan ketika imam telah naik ke mimbar.
“Jadi begitu imamnya naik ke atas bimbar, waktu sudah masuk, maka disitu dia adzan,” kata UAH.
Dengan demikian, secara hakikat, adzan kedua inilah adzan waktu shalat Jumat yang asli.
Bagaimana dengan Shalat Sunnah Setelah Adzan Pertama?
Ustaz Adi Hidayat juga meluruskan pemahaman terkait shalat sunnah setelah adzan pertama.
“Ketika orang datang sebelum imamnya naik ke atas mimbarnya, dia shalat. Shalat sunnah itu bukan rawatib, bukan,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Shalat yang dilakukan adalah shalat sunnah mutlak, bukan qobliyah Jumat.
“Jadi kalau Anda pengen shalat, shalat aja nggak ada masalah. Tapi shalat itu bukan rawatib, shalat mutlaq,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Namun ketika imam sudah naik ke mimbar, shalat sunnah pun harus dihentikan.
Load more