Tata Cara Shalat Nifsu Syaban yang Mudah Dipahami, Cocok Diamalkan di Rumah
- Pexels/Michael Burrows
tvOnenews.com - Bulan Syaban dimanfaatkan umat Islam sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya dengan menghidupkan keutamaan Nisfu Syaban.
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan melaksanakan berbagai amalan, di antaranya shalat sunnah.
Shalat Nisfu Syaban dilakukan sebanyak dua rakaat yang dapat dikerjakan setelah shalat Maghrib dan juga boleh dilanjutkan setelah shalat Isya.
Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berjamaah maupun secara sendiri-sendiri.
Tata Cara shalat Nisfu Syaban
Membaca Niat
Sebagaimana shalat lainnya, shalat Nisfu Syaban dimulai dengan melafalkan niat terlebih dahulu. Berikut niat shalat Nisfu Syaban yang dapat dibaca:
Niat shalat Nisfu Syaban
اُصَلِّىْ سُنَّةً نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Baca: Usholli sunnatan nisfu sya'baana rak'ataini lillahi ta'ala
Artinya:
"Saya shalat sunnat Nisfu Sya'ban dua rakaat karena Allah Ta'ala"
Membaca Surah Al-Fatihah
Sebagaimana shalat pada umumnya, setelah melafalkan niat, diwajibkan membaca surah pembuka, yaitu Surah Al-Fatihah.
Membaca Surah Al-Kafirun
Pada rakaat pertama, setelah membaca Surah Al-Fatihah, dianjurkan melanjutkannya dengan membaca Surah Al-Kafirun.
Membaca Surah Al-Ikhlas
Apabila pada rakaat pertama membaca Surah Al-Kafirun, maka pada rakaat kedua disarankan membaca Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.
Selanjutnya, rangkaian gerakan shalat dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat dan diakhiri dengan salam.
Membaca Surah Yasin Tiga Kali
Usai menunaikan shalat, umat Islam dianjurkan membaca Surah Yasin dengan niat semata-mata beribadah kepada Allah SWT.
Surah Yasin dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.
Membaca Doa Nisfu Syaban
Setelah shalat dan membaca Yasin dianjurkan membaca doa Nisfu Syaban.
Sayyid Utsman bin Yahya menyebutkan doa berikut ini yang dibaca saat malam Nisfu Sya’ban:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَار رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Baca: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.
Artinya:
“Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT,”
Doa ini tertulis dalam kitab Maslakul Akyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya, (Lihat Sayid Utsman, Maslakul Akhyar, [Jakarta, Al-Aidrus: tanpa catatan tahun], halaman: 78-80).
(kmr)
Load more