Apakah Ada Amalan Khusus Jumat Terakhir di Bulan Rajab yang Bisa Membuka Pintu Rezeki?
- iStockPhoto
Jakarta, tvOnenews.com - Amalan khusus di Jumat terakhir di bulan Rajab menjadi perbincangan hangat di tengah kalangan umat Muslim. Sorotan ini mencuat setiap memasuki babak akhir bulan Rajab.
Sebagian umat Muslim bertanya-tanya klaim mengerjakan amalan khusus di Jumat terakhir pada bulan Rajab memiliki keistimewaan. Keutamaan khususnya sebagai pembuka pintu rezeki.
Klaim mendapatkan rezeki dari pelaksanaan amalan di Jumat terakhir di bulan Rajab kerap kali viral di media sosial. Oleh karena itu, mari intip penjelasannya di bawah dari pandangan pendakwah ternama di Indonesia, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya.
Penjelasan Buya Yahya terkait Amalan Jumat Terakhir di Bulan Rajab
Dalam suatu ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan seputar amalan di Jumat terakhir pada bulan Rajab. Amalan tersebut berupa bacaan dzikir "Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah" sebanyak 35 kali.
"Bagi yang mengamalkan hal-hal semacam itu jangan sampai menisbatkan pada Rasulullah SAW," kata Buya Yahya dinukil tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (6/1/2026).
Amalan dzikir "Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah" didukung oleh sebuah pernyataan ulama. Hadis riwayatnya menjadi acuan bagi umat Muslim yang ingin mengerjakan amalan tersebut di Jumat terakhir.
Buya Yahya menegaskan bahwa, amalan itu bukanlah bacaan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Dinukil dari NU Online, begini bunyi amalan lengkapnya:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Bacaan Latin: Ahmad Rasulullah, Muhammad Rasulullah.
Artinya: "Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah."
Merujuk dari kitab Al-Fawaid al-Mukhtarah, hal. 445, al-Habib Ali bin Hasan Baharuan menerangkan keistimewaan dari bacaan dzikir tersebut. Umat Muslim bisa mendapatkan hikmah keberkahan rezeki.
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Artinya: "Faidah, agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmadu Rasûlullâh Muhammadur Rasûlullâh’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil."
Namun, Buya Yahya menerangkan hukum membaca amalan dzikir di hari Jumat. Ia menguraikan dari penjelasan Rasulullah SAW tentang Sa'atul Jumah yang berarti waktu mustajab berdoa di hari Jumat.
"Para ulama, mereka dengan ilmu. Bagaimana kita berdoa? Bukankah di saat kita bersama khatib itu diperintahkan untuk mendengar? Sehingga kalau ada khutbah, kita diimbau mendengarkan khutbah," jelasnya.
Buya Yahya tidak menghalangi bagi yang ingin menggetarkan doa dan amalan lainnya. Namun ada caranya supaya mendengar khatib tetap terjaga sebagaimana dianjurkan dalam agama Islam.
"Maka disimpulkan, dianjurkan, dikerucutkan, disunnahkan membaca doa dan itu saat-saat yang dikabul oleh Allah agar kita tidak melanggar perintah, agar kita mendengar khutbah, maka disunnahkan membaca di saat khatib duduk di antara dua khutbah," tegasnya.
Dukung Baca Amalan Jumat Terakhir di Bulan Rajab
Pengasuh LPD Al-Bahjah itu sangat mendukung umat Muslim membaca dzikir khusus tersebut. Namun ia mengingatkan asalkan dilantunkan saat khatib duduk di antara dua khutbah Jumat.
Dalam hadis riwayat Abu Musa Al-Asy'ari, waktu mustajab berdoa di hari Jumat antara duduknya imam atau khatib memulai khutbah. Kemudian, Sa'atul Jumah berakhir setelah shalat Jumat.
Dari hadis riwayat shahih Abdullah bin Sallam dan Abu Hurairah, waktu terbaik berdoa di hari Jumat terletak setelah waktu Ashar. Sementara batas akhir waktunya saat matahari terbenam.
Dilansir dari Islamonweb English, berikut hadis riwayat dari Abu Hurairah RA terkait waktu mustajab berdoa di hari Jumat, begini bunyinya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
Artinya: "Sungguh Rasulullah SAW menyebut hari Jumat kemudian berkomentar perihal Jumat, 'Pada hari itu terdapat waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya dalam keadaan beribadah seraya ia meminta kepada Allah sesuatu hajat, kecuali Allah mengabulkan permintaannya.' Rasulullah memberi isyarat dengan tangannya bahwa waktu tersebut sangat sebentar." (HR. Bukhari).
Ia menegaskan, kebolehan tersebut harus dibaca dalam hati. Karena pada waktu itu, tugas utamanya tetap mendengar khutbah Jumat.
Dalam hal ini, para ulama menegaskan tidak ada hadis shahih mengenai amalan khusus pada Jumat terakhir di bulan Rajab. Namun ada anjuran umum berdoa di waktu tertentu dalam pelaksanaan shalat Jumat.
Bagaimana Islam Mengajarkan Cara Membuka Pintu Rezeki
Melalui amalan ini, umat Muslim diyakini akan mendapatkan rezeki. Namun agama Islam telah mengajarkan rezeki sudah ketentuan mutlak yang didatangkan oleh Allah SWT.
Merujuk dari Quran Kemenag RI, Surat At-Talaq Ayat 2-3 telah mewakili orang bertakwa akan mendapatkan rezeki, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ, وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
Artinya: "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga." (QS. At-Talaq, 65:2-3).
(hap)
Load more