Waspada Pamer Kemesraan di Media Sosial, Risiko Hasad hingga Retaknya Rumah Tangga
- Unsplash/Vitaly Gariev
tvOnenews.com - Media sosial kerap menjadi tempat berbagi momen bahagia, termasuk kemesraan bersama pasangan.
Namun di balik unggahan yang terlihat harmonis, ada potensi dampak negatif yang jarang disadari.
Ustaz Johan Saputra Halim, M.H.I., mengingatkan bahwa kebiasaan mengumbar kemesraan, terlebih secara berlebihan di ruang publik dan media sosial, bukan hanya soal etika, tetapi juga bisa membuka pintu datangnya hasad, penyakit ain, hingga berujung pada masalah serius dalam rumah tangga.
"Bukti bahayanya pamer kemesraan di depan umum, apalagi dipamerin di medsos. Bisa mengundang orang-orang yang hasad," ucap Ustaz Johan, dilansir dari kanal Youtube Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam.
Ia mencontohkan, tidak sedikit pasangan suami istri yang justru mengalami keretakan rumah tangga meski terlihat harmonis di media sosial.
- Pexels/RDNE Stock project
“Setiap hari mengumbar kemesraan seolah-olah seorang putri dan pangeran. Tapi ternyata cerai,” katanya.
Menurut Ustaz Johan, mengumbar kemesraan di hadapan umum dapat mengundang pandangan orang-orang yang menyimpan hasad atau rasa iri.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah dalam Surah Al-Qalam yang menjelaskan bagaimana pandangan hasad orang-orang kafir hampir mencelakai Nabi Muhammad SAW.
“Mata orang yang kafir ini bisa mendatangkan mudharat,” kata Ustaz Johan.
“Bisa jadi saat kita pamer kemesraan apalagi di medsos, dan yang melihat tidak khusus orang-orang yang beriman saja, bisa saja orang-orang kafir, orang yang menyimpan hasad,” lanjutnya.
- Pexels/Timur Weber
Ia menegaskan, yang dimaksud mengumbar kemesraan adalah kebiasaan mengunggah aktivitas pribadi secara berlebihan, seperti peluk-pelukan atau mempertontonkan nikmat rumah tangga secara terus-menerus, yang dinilai sudah tidak wajar.
Meski demikian, Ustaz Johan menjelaskan bahwa nikmat dari Allah tetap boleh diceritakan selama tujuannya untuk bersyukur dan mengagungkan Allah SWT.
“Akan tetapi menceritakan hal tersebut kepada orang-orang yang care dan sayang sama kita, kalau kita mendapat kebaikan dia mendoakan. Itu yang dimaksud menceritakan nikmat Allah dalam rangka bersyukur,” ucapnya.
Load more