GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejarah Tragedi G30S PKI: Kisah Pilu Para Pahlawan dan Doa Bersama Aa Gym untuk Syuhada Bangsa

Kilas balik tragedi kelam G30S/PKI dalam sejarah Indonesia. Aa Gym ajak doa bersama untuk mengenang para syuhada bangsa yang telah gugur 
Kamis, 4 September 2025 - 16:22 WIB
Tragedi G30S PKI: Kisah Pilu Para Pahlawan dan Doa Bersama Aa Gym untuk Syuhada Bangsa
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Sejarah bangsa Indonesia mencatat berbagai peristiwa penting yang membentuk jati diri negeri ini. Namun, tidak semua lembar sejarah diwarnai dengan tinta emas. 

Salah satu peristiwa paling kelam adalah tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang terjadi pada 1965. Pada malam itu, sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Gerakan 30 September.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PKI, yang kala itu merupakan salah satu partai terbesar di Indonesia, berupaya memperluas pengaruh dengan mengusung ideologi komunis. 

Namun, ideologi ini jelas bertentangan dengan dasar negara Pancasila dan menimbulkan pertentangan dengan TNI-AD. 

Ketegangan tersebut mencapai puncaknya pada malam 30 September 1965. Perwira-perwira yang dianggap sebagai penghalang gerakan PKI ditargetkan, diculik dari kediamannya masing-masing, lalu dibunuh secara keji.

Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa para jenderal TNI, tetapi juga menelan korban dari kalangan sipil, keluarga perwira, hingga anggota kepolisian. Darah para pahlawan ini menjadi saksi bahwa ideologi komunisme pernah berusaha mengguncang kedaulatan bangsa Indonesia.

Ajakan Doa dari Aa Gym dan Seruan MUI

Dalam setiap peringatan 30 September, bangsa Indonesia kembali diingatkan akan bahaya laten komunisme. 

Ustaz Abdullah Gymnastiar, atau akrab disapa Aa Gym, termasuk salah satu tokoh yang menyerukan agar masyarakat tidak hanya mengenang, tetapi juga mendoakan para korban G30S/PKI.

“Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Sahabatku, Aa mendapatkan surat edaran dari MUI Kota Bandung. Mari malam ini, ba’da maghrib kita mendoakan para pahlawan yang berjasa untuk bangsa kita,” ungkap Aa Gym melalui akun Instagram.

Ia menambahkan, “Juga kita memohon perlindungan Allah agar selalu diberikan keselamatan, kesehatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Semoga Allah meridhoi Doa Bersama Kita Untuk Keselamatan Bangsa.”

Ajakan tersebut sejalan dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, yang menyerukan agar umat Islam melaksanakan doa bersama pada 30 September ba’da Magrib, baik di masjid, rumah, maupun tempat masing-masing. 

Tujuannya bukan hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga memperkuat benteng iman terhadap ancaman ideologi ateisme dan komunisme.

Doa untuk Para Syuhada Bangsa

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya. Mendoakan mereka yang gugur adalah bagian dari penghormatan sekaligus kewajiban spiritual bagi umat Islam.

Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak saleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (para sahabat) berdoa: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau biarkan ada kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hasyr: 10).

Dengan penuh kerendahan hati, marilah kita panjatkan doa:

Allahummaghfir lahum warhamhum wa ‘afihim wa’fu ‘anhum. Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, lapangkanlah kuburnya, dan terimalah mereka sebagai syuhada pembela bangsa.

Doa ini menjadi pengikat batin antara generasi masa kini dengan para pahlawan yang gugur. Semoga arwah mereka diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan bersama orang-orang saleh, dan pengorbanannya menjadi cahaya bagi Indonesia untuk senantiasa menolak segala bentuk pengkhianatan terhadap bangsa.

Profil Singkat Para Korban G30S/PKI

Untuk memahami betapa besar pengorbanan para syuhada bangsa ini, berikut beberapa nama pahlawan yang gugur dalam tragedi 1965:

1. Jenderal Ahmad Yani – Kepala Staf Angkatan Darat, dibunuh di rumahnya dan jasadnya dibuang di Lubang Buaya.
2. Letjen Suprapto – Deputi KSAD, diculik dari rumah dan dibunuh karena menentang gagasan angkatan kelima PKI.
3. Letjen S. Parman – Asisten Intelijen KSAD, diculik dan dibunuh di Lubang Buaya.
4. Letjen M.T. Haryono – Diplomat militer yang menolak komunisme, dibunuh di rumahnya.
5. Mayjen D.I. Panjaitan – Pernah belajar militer di AS, gugur setelah diculik dari rumahnya.
6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo – Jaksa Militer Utama, ditangkap dan dibunuh secara keji.
7. Brigjen Katamso – Komandan Korem 072/Yogyakarta, diculik dan dibunuh di Kentungan.
8. Kolonel Sugiyono – Kepala Staf Korem 072, gugur bersama Katamso di Yogyakarta.
9. Kapten Pierre Tendean – Ajudan Jenderal Nasution, rela menyamar demi menyelamatkan pimpinannya.
10. AIP II Karel Satsuit Tubun – Anggota polisi pengawal Dr. Leimena, gugur dalam baku tembak.
11. Ade Irma Suryani – Putri kecil Jenderal Nasution, tewas tertembak saat rumahnya diserang.
12. Jenderal A.H. Nasution – Menjadi target utama, namun berhasil selamat meski terluka.

Pengorbanan mereka dikenang sebagai Pahlawan Revolusi, simbol perlawanan terhadap komunisme di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan G30S/PKI bukan hanya sekadar mengenang sejarah, melainkan juga momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus kewaspadaan terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Seruan Aa Gym dan MUI agar umat Islam bersama-sama berdoa menjadi pengingat bahwa doa adalah senjata spiritual untuk menjaga negeri.

Para pahlawan revolusi telah mengorbankan nyawa demi mempertahankan Indonesia dari ancaman komunisme. Kini, tugas generasi penerus adalah menjaga warisan itu, mendoakan mereka, serta meneruskan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan dalam bingkai iman dan persatuan bangsa. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus
Festival Ikan Bandeng Ternyata Punya Makna Filosofis Bagi Orang Betawi, Ini Kata Budayawan

Festival Ikan Bandeng Ternyata Punya Makna Filosofis Bagi Orang Betawi, Ini Kata Budayawan

Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, mengatakan bahwa Festival Ikan Bandeng memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Betawi.

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Ramalan Keuangan Shio 17 Februari 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan Shio 17 Februari 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan shio untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Simak prediksi finansial serta tips mengatur pemasukan dan pengeluaran hari ini.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT