Mulai Sekarang Hilangkan 2 Sifat ini, Semua Ibadah dan Shalat Jadi Sia-sia, Kok Bisa?
- dok.ilustrasi iStock
Jakarta, tvOnenews.com- Shalat fardhu atau dikenal shalat wajib yang dikerjakan 5 waktu sehari, ialah ibadah utama bagi umat muslim.
Selain dari itu, masih ada ibadah sunnah bisa dikerjakan sehari-hari seperti shalat dhuha atau tahajud,dll.
Ternyata bisa terasa sia-sia bahkan pehala shalat berkurang. Sebab pernah disampai Ustaz Adi Hidayat kalau sebaiknya hindari.

- dok.ilustrasi iStock
2 Sifat Manusia Harus Dihindari
Dalam ceramahnya, yang dikutip Selasa (20/5/2025) dari Youtube Adi Hidayat Official, Ia ingatkan sifat ini tak disepelekan.
Dengan itu, umat muslim harus tahu bahwa ada 2 (dua) sifat manusia yang harus dihindari.
Hal ini disampaikan Ustaz Adi Hidayat karena dianggap bisa merugikan diri sendiri.
Pendakwah Indonesia ini, tegaskan pahala shalat bahkan amalan lain dijalankan bisa didapatkan full (penuh). UAH pun mengajak agar mampu kontrol dan introspeksi diri.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan 2 sifat yang garus dihindari, karena disebut dalam Al Quran, yaitu Fahsya dan Munkar.
Maksud dari kata Fahsya dalam Islam, ini memiliki makna perilaku buruk karena berhubungan dengan hawa nafsu.
"Mohon izin kalau kata Quran orang yang tidak baik itu cirinya ada dua sumbernya. Pertama fahsya atau yang kedua munkar," ujar Ustaz Adi Hidayat.
"Fahsya itu keburukan yang diingkari oleh hati sumbernya dari syahwat ya, seperti kata-kata jorok kotor, pornografi, pornoaksi, LGBT itu fahsya," jelasnya.
Kemudian untuk sifat kedua, disampaikan Ustaz Adi yaitu munkar. Gambarannya, seseorang menyukai hal-hal bertentangan dengan aturan agama Islam, seperti hamer, judi online, korupsi dan sebagainya.
Dengan begitu, UAH menegaskan kalau ada orang ibadahnya rajin, dan shalat taat dipastikan terhindar dari perbuatan buruk.
Sehingga kalau ada orang ibadah rajin tapi dia melakukan 2 sifat tersebut, dipastikan karena ada yang salah dengan shalat atau ibadahnya.
Sebagaimana, disampaikan Allah SWT dalam firman-Nya, sebagai berikut:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn(a)
Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
"Munkar keburukan yang diingkari oleh hati sumber dari perut dan akal, kaya mencuri, munkar juga korupsi, temannya berselisih itu munkar, merampok itu munkar," jelas Ustaz Adi.
"Jadi demi Allah saya katakan orang Yang Salatnya bagus orang yang shalatnya baik akan terhindar dari sumber-sumber keburukan. Jadi mustahil ada orang yang shalat bisa mencela, mustahil karena dia yang nyambung (terhubung) dengan Allah," jelas Ustaz Adi.
Sebagaimana dipahami, dalam Islam dianjurkan banyak berdiam diri dan apabila berbicara, selalu menyampaikan hal yang baik dan terpuji.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia berbicara dengan yang terbaik atau berdiam diri," (HR. Muslim, 173).
"Maka saat ia akan bicara karena dia dekat dengan Allah SWT, merasa dilihat diawasi oleh Allah dia akan memilih kosakata yang senang disukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala," pesan UAH.(klw)
Waallahualam
Load more