News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Tua Makin Resah Anaknya Jadi Korban Bullying di Pesantren, Cara Menghadapinya Begini Kata Buya Yahya

Buya Yahya membagikan cara terbaik orang tua dalam menghadapi anak setelah menjadi korban bullying dan kekerasan di lingkungan pondok pesantren. Simak di sini!
Selasa, 22 April 2025 - 14:11 WIB
Ilustrasi anak depresi akibat menjadi korban bullying di pondok pesantren
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Pondok pesantren menjadi tempat mengenyam pendidikan bagi anak atas harapan dari para orang tua mereka.

Anak yang melakukan pendidikan di pondok pesantren sebagai pembuktian orang tua menginginkan buah hatinya bisa menguasai ilmu berbasis agama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui pendidikan ilmu secara umum dan bidang agama, peran pondok pesantren akan membentuk berbagai hal, seperti karakter, pemahaman seputar keagamaan, dan menciptakan kemandirian.

Namun, kebanyakan anak tidak selalu mendapatkan aspek tersebut. Sebagian lainnya hanya menjadi korban bullying di pesantren, bahkan ada yang sudah bertahun-tahun.

Bullying di pesantren membuat para orang tua resah dan harapan mereka sirna yang tadinya menginginkan anaknya berkarakter baik, kini hanya mendapat depresi.

Dalam suatu ceramah, pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah (LPD) Al Bahjah, Buya Yahya menjelaskan tema seputar anak yang bertahun-tahun menjadi korban bullying di lingkungan pesantren.

Buya Yahya membagikan tips atau cara menghadapi anak agar tidak terkena bullying di pesantren. Lantas, apa saja langkah-langkahnya? Simak di bawah ini!

Cara Menghadapi Anak Tidak Jadi Korban Bullying di Pesantren Versi Buya Yahya

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

 

Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (22/4/2025), Buya Yahya mendapat pertanyaan dari jemaahnya karena sang anak mengalami bullying di pesantren.

"Anak saya sedang mondok tapi sering dibully oleh teman-temannya, bahkan sandal dan pakaiannya sering hilang, ada juga yang sengaja membuang sebelah sandalnya," ujar jemaah online itu saat bertanya kepada Buya Yahya.

Tak hanya itu, jemaah tersebut melontarkan keresahannya akibat anaknya sering menjadi korban kekerasan, misalnya pemukulan dari pengurus atau karyawan yang bekerja di pesantren.

"Dilempari saat tidur dan mengalami perlakuan tidak baik lainnya, bagaimana solusinya Buya? Sementara, pengurus yang lain kurang tegas dalam menertibkan santri yang nakal," lanjutnya.

Dengan gaya karismatiknya, Buya Yahya menjawab ada beberapa tahap dalam cara menghadapi dan solusi pencegahan anak agar tidak menjadi korban bullying apalagi kekerasan.

Buya Yahya menjelaskan, ada nasihat untuk wali santri atau orang tua dari anak dan nasihat untuk lembaga pondok pesantren tersebut.

Menurut Buya Yahya, orang tua jangan terlalu mempercayai omongan atau curhatan dari anaknya, dengan catatan tetap memberikan kepedulian atas keresahan dari buah hatinya.

"Yang jadi masalah adalah seorang bapak enggak mau dengar omongan anak, itu enggak boleh begitu, atau semua omongan anak langsung ditelan mentah-mentah. Namanya anak kadang ngomong bermanja-manja," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya mencontohkan mengapa orang tua tidak terlampau percaya, misalnya ada anak hanya mengalami hal sepele langsung mengadu dan membuat orang tuanya merasa geram.

"Jadi, tolong sebagai orang tua yang bijak di saat ada anak itu mengadu jangan juga Anda menanggapi dengan ekspresi yang mengajarkan kebencian kepada gurunya," terangnya.

"Jadi, tidak kita tolak, tidak kita abaikan, tapi juga tidak kita telan mentah-mentah. Akan tetapi, gampang mendengar juga bahaya," sambungnya.

Pendakwah kelahiran asal Blitar itu menuturkan, orang tua yang sangat mudah mendengar curhatan dari anak yang mendapat masalah sepele.

Menurutnya, tidak semua anak menjadi korban bullying, tetapi terkadang mereka lebih dulu menciptakan suasana kekisruhan, sehingga mendapat balasan keras dari teman-temannya.

"Seolah-olah dia dibully terus, padahal dia mungkin yang mulai. Kita perlu dibuktikan dulu sebagai orang tua harus bijak semacam itu," tegasnya.

Jika anaknya benar-benar menjadi korban bullying dan kekerasan, kata Buya Yahya, langkah orang tua yang bijak boleh langsung mendatangi pesantren untuk meminta keterangan lebih lanjut.

"Ini Anda ingin membangun tetapi bukan karena egois dan hanya membenahi anaknya saja. Sebab, kalau anaknya dibully, sementara sekolahnya membiarkannya berarti ini sekolahnya enggak benar," paparnya.

"Anda bisa datang ke sekolah kemudian diskusi dengan kepala sekolah, pengurus, dan sebagainya, tetapi dengan tulus karena Allah SWT. Berarti Anda orang hebat ingin buat perubahan, bukan langsung marah," lanjutnya menerangkan.

Bagi Buya Yahya, orang tua yang memperjuangkan hak anaknya akan ketiban pahala seluas samudera, sebagaimana pembuktian cara menolong buah hatinya agar tetap nyaman di pesantren.

"Pada akhirnya, anak Anda akan tertolong juga, tapi jangan egois hanya pengin nolong anaknya saja, itu enggak benar. Anak diganggu dia marah, tapi orang lain diam saja," bebernya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan cara kedua yang harus dilakukan oleh para orang tua dikhususkan untuk mengingatkan dan menasihati para pengurus di pesantren.

"(Bilang ke pengurus) tolong jangan sampai di pondok pesantren ini atau di sekolah itu (anak) tidak nyaman dengan adanya anak sekolah atau orang yang tidak baik," katanya.

Buya Yahya berpendapat langkah tegas dari orang tua harus memberikan sanksi, karena sejatinya mereka telah memenuhi syarat pembayaran agar anak bisa mendapat ilmu pendidikan di pesantren.

"Sekiranya membuat mereka jera, bisa jadi mereka sampai dikeluarkan loh karena pengganggu itu bahaya sekali. Dalam sebuah tatanan pengganggu itu merusak, sehingga gara-gara dia, 10 atau satu kelas bisa tidak senang semuanya," sebutnya.

Buya Yahya menegaskan bahwa, kebijakan dari pihak sekolah maupun pesantren juga sangat penting, contoh sederhananyya harus bisa mengidentifikasi sebab-akibat dari bullying anak.

"Tidak boleh sebagai sekolah membela diri saja juga enggak benar, seperti halnya orang tua hanya marah saja enggak benar, bukankah kita punya hidup kerja sama di sini? Bukan saling bermusuhan," ucapnya.

Buya Yahya berpesan para orang tua juga dan guru atau tenaga pengajar lainnya harus saling bekerja sama, tanpa menciptakan permusuhan karena membiarkan anak menjadi korban bullying.

"Kita (orang tua) mendukung program-program yang ditegakkan guru untuk kemasalahan peraturan, cuma alangkah banyaknya orang tua yang malah mengajari, melanggar, dan sebagainya yang merusak, padahal gurunya membenahi," pesannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Teruntuk lembaga yang menemukan keadaan semacam itu, tolong segera dibenahi sebelum para santri atau siswa bubar (kabur)," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Selidiki Dugaan Tindak Pidana Kasus PRT Terjun dari Lantai 4 Indekos di Jakarta Pusat

Polisi Selidiki Dugaan Tindak Pidana Kasus PRT Terjun dari Lantai 4 Indekos di Jakarta Pusat

Polisi tengah mendalami insiden dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D yang terjun dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam.
Wamen Ekraf Harap Pagelaran Sabang Merauke Bisa Menggugah Rasa Cinta Terhadap Bangsa Indonesia

Wamen Ekraf Harap Pagelaran Sabang Merauke Bisa Menggugah Rasa Cinta Terhadap Bangsa Indonesia

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Wamen Ekraf), Irene Umar menyampaikan apresiasi dan berharap agar Pagelaran Sabang Merauke yang digelar pada 21-23 Agustus 2026, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, dapat menggugah rasa cinta terhadap tanah air.
iForte GePagelaran Sabang Merauke Dorong Generasi Muda Cinta Budaya

iForte GePagelaran Sabang Merauke Dorong Generasi Muda Cinta Budaya

iForte akan menggelar Pagelaran Sabang Merauke dengan mengusung tema 'Hikayat Srikandi Nusantara' yang akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat.
Bojan Hodak Akui Frustrasi Lawan Arema FC, Posisi Persib di Puncak Klasemen Terancam

Bojan Hodak Akui Frustrasi Lawan Arema FC, Posisi Persib di Puncak Klasemen Terancam

Langkah Persib Bandung dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/2026 sedikit tersendat. Menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ..
Konflik Maluku–Malut Meningkat Dinilai Meningkat, DPR Desak Operasi Wilayah TNI Dihidupkan Lagi

Konflik Maluku–Malut Meningkat Dinilai Meningkat, DPR Desak Operasi Wilayah TNI Dihidupkan Lagi

Komisi I DPR RI mendesak pemerintah segera menghidupkan kembali dukungan anggaran operasional wilayah di Maluku dan Maluku Utara.
Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro tampil luar biasa saat menghadapi tekanan besar dari Gresik Phonska di leg pertama Grand Final Proliga 2026. Selangkah lagi juara

Trending

Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro tampil luar biasa saat menghadapi tekanan besar dari Gresik Phonska di leg pertama Grand Final Proliga 2026. Selangkah lagi juara
Resah Jadi Pengangguran? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan Kunci Pembuka Pintu Rezeki

Resah Jadi Pengangguran? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan Kunci Pembuka Pintu Rezeki

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan amalan sederhana namun jadi kunci membuka pintu aliran rezeki di saat menjadi pengangguran dan sulit dapat kerja.
Persija Kirim 4 Pemain ke Timnas Indonesia! Keputusan John Herdman Tanpa Rizky Ridho dan Jordi Amat

Persija Kirim 4 Pemain ke Timnas Indonesia! Keputusan John Herdman Tanpa Rizky Ridho dan Jordi Amat

Strategi John Herdman memanggil pemain dari Persija dinilai sebagai langkah taktis untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda, khususnya menjelang Piala ASEAN 2026
Daftar Pemain Timnas Indonesia Termahal di Eropa: Jay Idzes Kokoh di Puncak, Mees Hilgers Terjun Bebas

Daftar Pemain Timnas Indonesia Termahal di Eropa: Jay Idzes Kokoh di Puncak, Mees Hilgers Terjun Bebas

Berkiprah di liga-liga top Eropa menjadi bukti nyata peningkatan kualitas pemain Timnas Indonesia. Berdasarkan taksiran Transfermarkt per April 2026, nilai ...
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Rizky Ridho Resmi Dicoret, Ini Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dipanggil John Herdman ke TC Piala AFF 2026

Rizky Ridho Resmi Dicoret, Ini Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dipanggil John Herdman ke TC Piala AFF 2026

Rizky Ridho dicoret, berikut daftar 23 pemain Timnas Indonesia yang diprediksi akan dipanggil John Herdman ke pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2026.
Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), gencar melakukan upaya besar untuk mengembalikan daya tarik dan kewibawaan Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT