News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Vladimir Ugryumov, 15 Tahun Jadi Pendeta Gereja Ortodoks Rusia Berujung Mualaf hingga Nekat Naik Haji Jalan Kaki

Masih ingat kisah Vladimir Ugryumov? Pendeta Gereja Ortodoks di Rusia selama 15 tahun pilih mualaf dan berani naik haji jalan kaki sejak memeluk agama Islam.
Sabtu, 19 April 2025 - 13:21 WIB
Kisah mualaf pendeta Gereja Ortodoks di Rusia, Vladimir Ugryumov
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al Hidayah

Kemudian, umat Islam juga meyakini nabi-nabi selain Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa AS atau Yesus Kristus karena sudah tertera dalam Al-Quran. 

"Umat Islam tidak meyakini Yesus sebagai Tuhan, tetapi meyakini Nabi sebagai utusan Tuhan. Setelah cukup belajar tentang Islam, saya menemukan bahwa agama Islam adalah agama monoteis yang murni dan Islam adalah agama para Nabi," ujar Vladimir Ugryumov.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal paling menarik saat logikanya mulai berjalan dan membandingkan Tritunggal Mahakudus mengenai Tuhan dengan Tuhan di agama Islam hanya satu.

Bagi Vladimir, Yesus Kristus dan Maryam diciptakan oleh satu Tuhan, sebagaimana dalam keterangan di kitab Injil melalui Yohhanes 20:17.

Jika merujuk pada Surat Al-Ma'idah Ayat 72, Vladimir mengatakan bahwa, Yesus Kristus atau Nabi Isa AS dalam seruannya mengajak Bani Israil untuk menyembah Allah SWT.

Dalam hal ini, Vladimir akhirnya menegaskan Yesus Kristus bukan Tuhan dan hanya Allah SWT yang pantas menjadi Tuhan yang Maha Esa.

15 Tahun Jadi Pendeta Gereja Ortodoks Mulai Tertegun Suara Adzan dan Nekat Naik Haji

Vladimir menyampaikan bahwa, hatinya seolah-olah kepincut untuk mendatangi masjid setiap mendengar suara adzan, walaupun saat itu masih menjadi pendeta di Rusia.

"Saya merasakan perasaan istimewa ketika mendengar adzan, seolah-olah jiwa saya terus didorong agar selalu pergi ke masjid," kata Vladimir.

Kala itu ia masih berusaha menahan ajakan tersebut karena statusnya yang sudah memnjadi gereja selama 15 tahun di Gereja Ortodoks, Rusia.

Anggota gereja di bawah naungannya membuat Vladimir tak bisa berkata-kata lagi karena menghormati keputusannya untuk meninggalkan status sebagai pendeta setelah mualaf.

Vladimir Ugryumov pada akhirnya mengganti namanya berubah menjadi Said Muhammad setelah mualaf dan resmi meninggalkan gereja yang ditukangi olehnya.

Seiring berjalannya waktu, Vladimir pernah sesumbar memamerkan rekam jejaknya dengan dalih berangkat ibadah haji saat berangkat ke Tanah Suci.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vladimir hanya pilih bermodalkan untuk berjalan kaki sebanyak 4 juta langkah. Namun, usahanya berhasil setelah tiba ke Makkah.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT