News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hari Quds Internasional dan Gerakan Rakyat Bela Palestina

Israel dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya, serta melalui peralatan dan persenjataan yang mereka terima dari mereka, telah membunuh lebih dari 50 ribu orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak tak berdaya.
Sabtu, 29 Maret 2025 - 12:47 WIB
Massa yang tergabung dalam Barisan Aliansi Resistensi Al-Aqsha (BARAQ)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com- Telah lebih dari 15 bulan sejak dimulainya perang di Gaza, serangan rezim Israel terhadap wilayah tersebut tidak hanya belum berhenti, tetapi justru semakin meningkat belakangan ini. Dalam rentang waktu itu, telah terjadi pembantaian puluhan ribu warga sipil tak bersalah oleh rezim penjajah tersebut..

Berdasarkan data yang tersedia, dalam kurun waktu tersebut, Israel dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya, serta melalui peralatan dan persenjataan yang mereka terima dari mereka, telah membunuh lebih dari 50 ribu orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak tak berdaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa bulan terakhir, rezim Zionis secara terang-terangan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengejar target-target militer atau bersenjata, tetapi juga menganggap warga sipil sebagai target yang sah.

Mereka berupaya menciptakan semacam “keseimbangan ketakutan” terhadap rakyat yang tak bersenjata, untuk menciptakan efek jera palsu dan memaksakan kehendaknya dalam perang yang tidak seimbang ini.

Karena itu, mereka tidak ragu menyerang infrastruktur sipil, padahal dalam hukum internasional tindakan ini adalah garis merah dan bertentangan langsung dengan hukum perang. Serangan terhadap masjid, sekolah, dan rumah sakit seperti Rumah Sakit Indonesia, Kamal Adwan, dan Al-Nasr termasuk dalam kategori ini.

Bahkan di bulan suci Ramadan, ketika rakyat Gaza tidak memiliki fasilitas dasar untuk beribadah dan berpuasa, setelah beberapa minggu gencatan senjata sementara, rezim Zionis kembali meluncurkan gelombang baru serangan.

Dalam satu hari saja, sekitar 300 orang menjadi syahid. Serangan-serangan ini terus berlanjut setiap harinya hingga sekarang.

Sementara itu, upaya rezim Zionis untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dan makanan ke Gaza menunjukkan adanya kebijakan sistematis terhadap rakyat Palestina, yang tujuannya adalah melakukan pembersihan etnis.

Hal ini kemudian semakin nyata dengan rencana pengusiran paksa warga Palestina ke wilayah atau negara lain, yang menunjukkan konspirasi jahat secara terang-terangan.

Kini tak ada lagi keraguan bahwa salah satu tujuan utama rezim Zionis dan sekutunya adalah melenyapkan seluruh jejak kehidupan, identitas sejarah, dan peradaban Palestina.

Secara keseluruhan, tindakan rezim Zionis di Gaza jelas merupakan bentuk genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Namun, banyak negara  khususnya negara-negara Barat, dan berbagai organisasi internasional tetap bungkam dan tidak mengambil langkah apapun untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Kejadian-kejadian ini membuktikan bahwa kita tidak bisa berharap kepada mekanisme internasional untuk menghentikan kejahatan-kejahatan rezim Zionis.

Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya harapan adalah kepada kesadaran masyarakat global. Hanya melalui tekanan opini publik dunia dan perlawanan terhadap politisi pendukung Zionisme serta mekanisme internasional yang pasif, pembantaian keji ini dapat dihentikan.

Salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan oleh rakyat di berbagai negara untuk melawan rezim Zionis dan para pendukungnya adalah Hari Quds Internasional, yang merupakan gagasan Imam Khomeini (rahimahullah), pendiri Revolusi Islam Iran.

Berdasarkan inisiatif ini, hari Jumat terakhir bulan Ramadan ditetapkan sebagai Hari Quds, di mana bangsa-bangsa di berbagai penjuru dunia menunjukkan dukungan nyata bagi rakyat Palestina dan mengecam kejahatan rezim Zionis.

Hari Quds pada hakikatnya merupakan simbol solidaritas umat Islam dan para pencinta keadilan di seluruh dunia kepada rakyat tertindas Palestina.

Ini adalah pengingat akan penjajahan dan penindasan rezim apartheid Israel serta menjadi kesempatan untuk menekankan pentingnya melawan kebijakan kolonial dan mendukung perjuangan untuk kemerdekaan Palestina dan Al-Quds yang mulia.

Peringatan Hari Quds di Iran biasanya dilakukan melalui aksi unjuk rasa dan demonstrasi besar-besaran oleh masyarakat yang sedang berpuasa.

Di berbagai belahan dunia lainnya, peringatan ini juga diselenggarakan dengan cara serupa, termasuk kampanye daring, seminar ilmiah, pameran, penerbitan buku dan artikel, serta berbagai upaya lainnya untuk menyoroti kejahatan Israel dan memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina yang tertindas.

Tanpa diragukan, peringatan Hari Quds Internasional di negara-negara Muslim memiliki makna yang sangat mendalam, mengingat Al-Quds adalah kiblat pertama umat Islam dan termasuk di antara tempat suci utama.

Sebagaimana bangsa dan pemerintah Iran dan Indonesia selama lebih dari 70 tahun telah berdiri teguh di sisi rakyat Palestina dan melawan penjajah Zionis, maka tuntutan serupa harus ditujukan kepada negara-negara Islam lainnya agar mengambil langkah nyata dan efektif untuk melawan rezim Zionis dan memanfaatkan semua potensi politik, ekonomi, dan media guna merespons kejahatan keji rezim tersebut.

Tanpa ragu, peringatan Hari Quds Internasional harus menjadi poros persatuan dunia Islam, simbol solidaritas dan kesatuan umat dalam isu Palestina, serta prioritas utama dunia Islam hingga penjajahan atas tanah Palestina benar-benar berakhir.

Saat ini tidak ada keraguan bahwa penjajahan dan keberadaan rezim penjajah adalah akar sebenarnya dari krisis di Timur Tengah. Rezim Zionis, dengan persenjataan konvensional dan nonkonvensionalnya yang besar, adalah faktor utama ketidakamanan dan ketidakstabilan kawasan.

Tampaknya, solusi terbaik untuk masalah Palestina adalah inisiatif yang diajukan oleh Republik Islam Iran dan telah didaftarkan di PBB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan inisiatif demokratis ini, penyelenggaraan referendum dengan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di antara seluruh penduduk asli Palestina —baik Muslim, Kristen, maupun Yahudi— dapat menjadi jalan keluar dari salah satu krisis dan tragedi paling menyakitkan dalam satu abad terakhir di kawasan dan dunia.

*) Hossein Mizan adalah Diplomat Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pekan Depan Dewas KPK Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Etik Terhadap Penyidik Dalam Kasus Bobby Nasution

Pekan Depan Dewas KPK Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Etik Terhadap Penyidik Dalam Kasus Bobby Nasution

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) malaporkan update terbaru terkait dengan laporan dugaan pelanggaran etik penyidik KPK.
Masa Cekal Yaqut Cholil Diperpanjang? Ini Kata KPK

Masa Cekal Yaqut Cholil Diperpanjang? Ini Kata KPK

KPK belum memastikan untuk perpanjang masa cekal terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 di Kementerian Agama (Kemenag).
KPK Berpeluang Periksa Pihak Lain Dalam Kasus Bank BJB

KPK Berpeluang Periksa Pihak Lain Dalam Kasus Bank BJB

KPK berpeluang untuk memeriksa pihak lain dalam dugaan kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BJB.
Ini Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Pada Kamis 8 Januari 2026

Ini Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Pada Kamis 8 Januari 2026

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Kamis (8/1/2026).
Ini Lokasi SIM Keliling di Kota Tangsel Pada Kamis 8 Januari 2026

Ini Lokasi SIM Keliling di Kota Tangsel Pada Kamis 8 Januari 2026

Sat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Kamis (8/1/2026).
Elektrifikasi 2025 Dinilai Kurang Memuaskan, Prabowo Minta 5.700 Desa Dapat Pasokan Listrik

Elektrifikasi 2025 Dinilai Kurang Memuaskan, Prabowo Minta 5.700 Desa Dapat Pasokan Listrik

Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi penekanan keras pada percepatan elektrifikasi nasional setelah terungkap masih ada ribuan desa di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.

Trending

Kabar Baik Diterima Chelsea! Cole Palmer Dipastikan Siap Main Lawan Fulham

Kabar Baik Diterima Chelsea! Cole Palmer Dipastikan Siap Main Lawan Fulham

Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, memastikan gelandang serang andalannya, Cole Palmer, siap dimainkan saat The Blues bertandang ke markas Fulham pada lanjutan pekan ke-21 Liga Inggris 2025/2026
Resmi Bercerai, Ini Bagian Harta Gono-Gini Ridwan Kamil-Atalia Praratya

Resmi Bercerai, Ini Bagian Harta Gono-Gini Ridwan Kamil-Atalia Praratya

Eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmi bercerai dengan Atalia Praratya usai diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Bandung.
Hansi Flick Buka Suara Jelang Semifinal Piala Super Spanyol, Barcelona Tak Mau Gagal Pertahankan Gelar

Hansi Flick Buka Suara Jelang Semifinal Piala Super Spanyol, Barcelona Tak Mau Gagal Pertahankan Gelar

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan target timnya untuk mempertahankan gelar juara Piala Super Spanyol.
Juventus Terima Kabar Buruk soal Federico Chiesa, Liverpool Ambil Langkah Begini di Bursa Transfer Januari

Juventus Terima Kabar Buruk soal Federico Chiesa, Liverpool Ambil Langkah Begini di Bursa Transfer Januari

Juventus tampaknya menerima kabar buruk soal upaya mereka mengembalikan Federico Chiesa. Liverpool dikabarkan enggan untuk melepasnya dengan mudah.
Prediksi Manchester United vs Burnley 8 Januari 2026, Era Baru Pasca Ruben Amorim MU Dijagokan?

Prediksi Manchester United vs Burnley 8 Januari 2026, Era Baru Pasca Ruben Amorim MU Dijagokan?

Era baru Manchester United dimulai pada tengah pekan ini. Tanpa Ruben Amorim, MU dijadwalkan bertanding melawan Burnley pada 8 Januari 2026. Begini prediksinya.
Setahun Lebih Menanti Keadilan, Kasus Peluru Nyasar yang Melukai Pelajar MTs Padang Pariaman Masuk Tahap Pemeriksaan Saksi

Setahun Lebih Menanti Keadilan, Kasus Peluru Nyasar yang Melukai Pelajar MTs Padang Pariaman Masuk Tahap Pemeriksaan Saksi

Setelah lebih dari satu tahun melalui proses panjang penyelidikan hingga penyidikan, kasus peluru nyasar yang melukai seorang pelajar MTs di Padang Pariaman akhirnya memasuki tahapan krusial di pengadilan.
Belum Juga Debut di Timnas Indonesia, John Herdman Sudah Resmi Kehilangan Dua Pemain Penting Ini

Belum Juga Debut di Timnas Indonesia, John Herdman Sudah Resmi Kehilangan Dua Pemain Penting Ini

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi kehilangan dua pemain pentingnya jelang laga debut. Ini karena hukuman yang diberikan oleh FIFA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT