GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Bisa Itikaf? Ustaz Adi Hidayat Beri Kabar Baik, Lailatul Qadar Masih Bisa Diraih!

Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan untuk meraihnya adalah itikaf di malam-malam terakhir bulan Ramadhan. Lalu bagaimana jika tidak itikaf? Apakah bisa tetap mendapat malam Seribu Bulan itu? Berikut kabar baik yang dibagikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH), terutama bagi para wanita Muslim.
Sabtu, 29 Maret 2025 - 05:23 WIB
Ilustrasi Seorang Wanita Muslim (Muslimah) sedang Ibadah di Malam Lailatul Qadar
Sumber :
  • freepik

tvOnenews.com - Ramadhan adalah bulan penuh berkah, dan di antara malam-malamnya, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan untuk meraihnya adalah itikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Itikaf menjadi cara terbaik untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan penuh kekhusyukan dan harapan mendapatkan rahmat serta ampunan-Nya.

Dalil dan Keutamaan I’tikaf

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

I’tikaf adalah sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

"Nabi ﷺ selalu beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau." (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan i’tikaf sangat besar, di antaranya:

  1. Mendapatkan pahala ibadah yang luar biasa – I’tikaf memungkinkan seseorang untuk fokus sepenuhnya dalam ibadah, seperti shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

  2. Menghidupkan malam Lailatul Qadar – Dengan i’tikaf, peluang mendapatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan semakin besar.

  3. Mendekatkan diri kepada Allah – Menyendiri di masjid untuk beribadah membantu seseorang merenungi kehidupannya dan meningkatkan ketakwaan.

  4. Menghapus dosa dan mendapatkan ampunan – Sebagaimana dalam hadits, Lailatul Qadar adalah malam penuh ampunan bagi orang yang beribadah dengan ikhlas dan mengharap ridha Allah.

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Meskipun tidak ada ketentuan pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa malam tersebut berada di 10 malam terakhir Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil. Hal ini berdasarkan hadits:

"Carilah Lailatul Qadar di malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam tersebut agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan ini.

Lalu bagaimana jika tidak itikaf? Apakah akan mendapat Lailatul Qadar? Bagaimana cara mendapatkannya jika tidak itikaf? Berikut penjelasan yang diberikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Mengenai hal ini, Ustaz Adi Hidayat terlebih dulu membuka dengan kisah satu hadis tentang seorang laki-laki datang bergabung di masjid Nabi lantas kemudian berdoa:

"Ya Allah tolong rahmati aku dan rahmati aku bersama Nabi Muhammad tapi jangan ikutkan yang lain kami aja berdua."

Mendengar hal itu, maka Nabi Muhammad SAW kemudian tersenyum tertawa dan merespon mengatakan:

"Fulan rahmat Allah itu luas jangan batasi untuk personal saja sepanjang itu punya nilai-nilai kebaikan." 

Maka menurut Ustaz Adi Hidayat, analogi ini jika kemudian dibawa sifat umum, maka tidak bisa disimpulkan bahwa yang mendapat Lailatul Qadar hanya yang melakukan itikaf.

“Jangan simpulkan potensi untuk mendapatkan kemuliaan itu bagi yang itikaf saja, karena rahmat Allah begitu luas,” ujar UAH, dikutip tvOnenews.com dari ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Hal ini karena ada yang bisa itikaf ada yang tak bisa itikaf akibat halangan-halangan tertentu.

“Maka timbanglah keadaannya,” ujar UAH.

Ustaz Adi Hidayat kemudian mengambil contoh misalnya seorang wanita yang harus merawat anaknya sehingga tidak bisa itikaf, maka tentu bisa tetap mendapatkan malam Lailatul Qadar.

“Bila memang dalam kondisi di rumah itu lebih utama yang harus dikerjakan seperti merawat anak yang harus memang dijaga tak bisa ditinggalkan yang kalau dibawa pun ke masjid malah merusak konsentrasi kekhusyuan orang itikaf,” jelas UAH.

Kemudian kondisi kedua, ketaatan suami jauh lebih utama, maka seorang wanita meski tidak itikaf tetap bisa mendapatkan Lailatul Qadar.

“Kemudian yang kedua ada ketaatan pada suami yang harus dilakukan di rumah yang harus dikerjakan di rumah,” tandas UAH.

“Hukum menaati suami merawat anak-anak hukumnya wajib, itikaf itu hukumnya sunah,” lanjutnya.

Maka ketika bertemu yang wajib dengan yang sunnah tentu pesan Ustaz Adi Hidayat adalah mendahulukan yang wajib.

“Didahulukan yang wajib,” pesan UAH.

Namun penerimaan Allah, kata Ustaz Adi Hidayat tentu berdasarkan keikhlasan dalam menjalani perbuatan tersebut.

“Adapun penerimaan di sisi Allah itu bergantung kepada ikhlas dan baiknya niat kita,” ungkap UAH.

“Boleh jadi yang itikaf, dia baca Al-Qur'an, dia shalat tapi tidak dapat keikhlasan dalam hatinya belum tentu dia mendapatkan potensi kebaikan,” tambahnya melanjutkan.

Maka pesan Ustaz Adi Hidayat, jika sudah masuk 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan seriuslah dalam beribadah, bukan malah sibuk dengan urusan duniawi. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad SAW serius berpisah dengan keluarganya dulu menghidupkan malamnya,” jelas UAH.

Namun di bagian akhir hadis itu ada pesan mendalam yang jika didalami maka kata Ustaz Adi Hidayat ketika Nabi Muhammad SAW itikaf ada  keluarga yang ditinggalkan.

“Jadi di hadis tadi tuh begini nabi kalau datang 10 terakhir ke masjid mengencangkan sarungnya maksudnya berpisah sementara dengan keluarga menghidupkan malamnya dan mengingatkan keluarga di rumah supaya bangun malam,” jelas UAH.

“Artinya apa artinya Ibu ada yang di rumah yang enggak ikut ke masjid dan itu istri-istrinya. Namun istri-istri Nabi tidak ikut ke masjid tapi oleh Nabi diminta bangun malam,” lanjut UAH.

Jadi yang penting dari mendapatkan malam Lailatul Qadar itu adalah bagaimana menghidupkan malam tersebut.

“Ibu bayangkan yang penting dapat malam al Qadar itu menghidupkan malamnya,” jelas UAH.

“Maka ketika di rumah pun bangun malam tidak sempat datang ke masjid karena hal tertentu, dia tetap berpotensi mendapatkan malam Al Qadar,” lanjut UAH.

Namun jika memang ada wanita yang bisa ke masjid, disarankan lakukan persiapan berikut. Hal ini karena sebelum melaksanakan itikaf, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh wanita Muslimah agar ibadah ini berjalan dengan lancar dan khusyuk:

Memilih Tempat yang Sesuai

Wanita diperbolehkan melaksanakan itikaf di masjid yang mengadakan i’tikaf khusus untuk wanita atau di rumah jika terdapat kendala pergi ke masjid. Beberapa ulama membolehkan wanita i’tikaf di rumah dengan menyediakan tempat khusus untuk beribadah.

Mendapatkan Izin Suami atau Wali

Jika seorang wanita sudah menikah, maka ia perlu meminta izin dari suaminya untuk melaksanakan itikaf di masjid. Bagi yang belum menikah, meminta izin dari orang tua juga merupakan adab yang baik dalam Islam.

Menjaga Kesucian dan Kebersihan

Sebelum memulai itikaf, pastikan diri dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil. Membawa perlengkapan pribadi seperti mukena, sajadah, dan pakaian yang nyaman juga penting agar tetap bisa beribadah dengan baik.

Membawa Perlengkapan Secukupnya

Jika berencana itikaf di masjid, bawalah perlengkapan secukupnya seperti Al-Qur’an, buku dzikir, dan makanan ringan agar ibadah tetap nyaman tanpa mengganggu orang lain.

Memastikan Waktu Itikaf

Itikaf bisa dilakukan selama satu malam atau lebih, tergantung kemampuan. Namun, yang paling utama adalah di 10 malam terakhir Ramadhan untuk mencari malam Lailatul Qadar.

Itulah penjelasan tentang Lailatul Qadae, khususnya bagi Muslimah yang tidak bisa itikaf. Malam ini adalah malam terakhir bulan Ramadhan 2025, maka ini kesempatan emas terakhir bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan persiapan yang matang, niat yang ikhlas, serta amalan yang sesuai sunnah, maka malam terakhir di bulan Ramadhan tentu bisa menjadi ibadah yang sangat bermakna. Keutamaan yang diberikan Allah bagi mereka yang bersungguh-sungguh ibadah sangat besar, termasuk peluang mendapatkan Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Wallahu’alam bishawab

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(put)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejati Sumsel Tahan Dua Eks Pejabat PT Semen Baturaja, Kasus Distribusi Rugikan Perusahaan Rp 74,3 Miliar

Kejati Sumsel Tahan Dua Eks Pejabat PT Semen Baturaja, Kasus Distribusi Rugikan Perusahaan Rp 74,3 Miliar

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) kembali melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi keg
Loalah, Pelatih Bulgaria Ternyata Fasih Berbahasa Indonesia, Ini Rekam Jejaknya bersama Persija, Persipura, hingga Timnas

Loalah, Pelatih Bulgaria Ternyata Fasih Berbahasa Indonesia, Ini Rekam Jejaknya bersama Persija, Persipura, hingga Timnas

Kehadiran Timnas Bulgaria di ajang FIFA Series 2026 di Indonesia membawa cerita tersendiri. Sosok pelatihnya Aleksandar Dimitrov bukan nama asing bagi publik ..
Sehebat Apa Kiper Keturunan Surabaya Ini sampai jadi Buah Bibir jelang FIFA Series?

Sehebat Apa Kiper Keturunan Surabaya Ini sampai jadi Buah Bibir jelang FIFA Series?

Penjaga gawang muda milik FC Volendam Kayne van Oevelen menjadi perbincangan publik sepak bola Indonesia menjelang FIFA Series. Kiper berdarah Surabaya itu di-
Pendapat Jujur Pelatih Bulgaria soal Timnas Indonesia dan Strateginya Kalahkan John Herdman

Pendapat Jujur Pelatih Bulgaria soal Timnas Indonesia dan Strateginya Kalahkan John Herdman

Pelatih Timnas Bulgaria Aleksandar Dimitrov memberikan apresiasi terhadap Timnas Indonesia yang akan menjadi tuan rumah ajang FIFA Series pada Maret 2026 ... -
Alex Marquez Blak-blakan Jelang MotoGP 2026: Tak Banyak yang Tahu Cara Kalahkan Marc!

Alex Marquez Blak-blakan Jelang MotoGP 2026: Tak Banyak yang Tahu Cara Kalahkan Marc!

Alex Marquez menilai belum banyak pembalap yang mengetahui cara untuk mengalahkan Marc Marquez di lintasan.
Obat Segala Penyakit Dibongkar dr Zaidul Akbar: Ternyata Bukan Dimulai dari Raga

Obat Segala Penyakit Dibongkar dr Zaidul Akbar: Ternyata Bukan Dimulai dari Raga

Dr Zaidul Akbar bongkar obat dari segala penyakit, ternyata bukan dimulai dari raga, simak penjelasannya berikut ini.

Trending

Kota Nagi Larantuka Bakal Memiliki Kantor Imigrasi, Saroha: Ini Berperan Penting untuk Memberi Perlindungan PMI

Kota Nagi Larantuka Bakal Memiliki Kantor Imigrasi, Saroha: Ini Berperan Penting untuk Memberi Perlindungan PMI

Pemda Kabupaten Flores Timur bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur merencanakan pembentukan Kantor Imigrasi di Nagi Larantuka
Sirkuit Phillip Resmi Dicoret dari Kalender MotoGP 2027, Casey Stoner Buka Suara

Sirkuit Phillip Resmi Dicoret dari Kalender MotoGP 2027, Casey Stoner Buka Suara

Keputusan MotoGP untuk memindahkan Grand Prix Australia dari Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island ke Adelaide Street Circuit mulai musim 2027 menuai gelombang kritik. 
Kasus Bullying Siswa ABK di Surabaya, DPRD Dorong Pembentukan Kelas Khusus

Kasus Bullying Siswa ABK di Surabaya, DPRD Dorong Pembentukan Kelas Khusus

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menyoroti kasus dugaan perundungan yang dialami AM (16), siswa inklusi atau anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah menegah kejurusan di kawasan Wonokromo, Surabaya.
Kenapa Dianjurkan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat? Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Keutamaan dan Kisah di Baliknya

Kenapa Dianjurkan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat? Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Keutamaan dan Kisah di Baliknya

Kenapa umat Muslim disunnahkan membawa Surah Al-Kahfi setiap hari Jumat? Ustaz Khalid Basalamah ungkap keutamaan dan kisah di baliknya.
AKBP Didik Putra Kuncoro Langsung Ditahan Bareskrim Polri Usai Resmi Dipecat

AKBP Didik Putra Kuncoro Langsung Ditahan Bareskrim Polri Usai Resmi Dipecat

Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro langsung ditahan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri usai dijatuhi putusan pemecatan dari Polri.
Polemik Lapak Penjual Daging, Pemerintah Kota Medan Diminta Fasilitasi Langkah Mediasi

Polemik Lapak Penjual Daging, Pemerintah Kota Medan Diminta Fasilitasi Langkah Mediasi

Polemik lapak penjual daging babi di Kota Medan menyeruak usai adanya permintaan penertiban oleh sejumlah pihak.
Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT