News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kebiasaan Ini Dianggap Sepele Umat Muslim, Padahal Buya Yahya Sebut Bisa Hilangkan Pahala Ibadah di Masjid

Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengatakan kebiasaan buruk ini ternyata sangat dilarang. Sebab ini dinilai kurang sopan.
Rabu, 26 Maret 2025 - 10:53 WIB
Kebiasaan Ini Dianggap Sepele Umat Muslim, Padahal Buya Yahya Sebut Bisa Hilangkan Pahala Ibadah di Masjid
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube Buya Yahya

Jakarta, tvOnenews.com- Ada satu kebiasaan sering dianggap sepele oleh umat muslim, di saat ibadah shalat di Masjid. 

Pendakwah Indonesia, Buya Yahya menjelaskan kebiasaan itu bersifat buruk umum dilakukan para laki-laki ketika shalat Jumat (Jumatan).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan ini sudah dianggap lumrah sehingga sering tidak disadari.

Kebiasaan Ini Dianggap Sepele Umat Muslim, Padahal Buya Yahya Sebut Bisa Hilangkan Pahala Ibadah di Masjid
Kebiasaan Ini Dianggap Sepele Umat Muslim, Padahal Buya Yahya Sebut Bisa Hilangkan Pahala Ibadah di Masjid
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube Buya Yahya

 

Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengatakan kebiasaan buruk ini ternyata sangat dilarang. Sebab ini dinilai kurang sopan.

Kebiasaan Buruk Ini Dianggap Sepele tapi Merugikan 

Kebiasaan buruk ini, kata Buya Yahya agar dihilangkan, sebab bisa mengganggu kenyamanan jamaah lainnya.

"Jadi kalau Anda datang ke masjid itu jangan ganggu orang, geser orang itu enggak boleh," kata Buya Yahya, dikutip Rabu (26/3/2025).

Kebiasaan buruk ini, dilakukan saat kaum pria shalat Jumat di Masjid. Ibadah bagi umat muslim jadi suatu kewajiban.

Padahal kebiasaan buruk yang bisa gugurkan niat baik shalat Jumat Antum. Namun harus memperhatikan sekelilingnya juga.

Menurut KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya ini sangat baik sudah mau shalat Jumat tapi harus dengan adab juga.

Jika sudah terlambat datang ke Masjid. Jangan sampai menggeser orang lain atau meminta mereka untuk pindah. 

"Sudah telat, geser orang suruh minggir-minggir, sok banget ini orang," tegasnya.

Sikap seperti ini, Buya Yahya sebut dapat merusak nilai pahala dari ibadah Shalat Jumat itu sendiri.

Hal ini bagian dari satu akhlak buruk yang sering terjadi di Masjid. Orang terlambat datang, namun ingin duduk di depan dengan cara melangkahi orang lain.

"Sudah datang terakhir, melangkahi/ ngelangkahim orang, itu melangkahi lehernya orang, ini model akhlak apa ini," tambah Buya Yahya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan tegas Buya Yahya katakan kalau ada aturan duduk dalam Masjid. Terutama bagi imam dan khatib.

"Kecuali Imam, karena Imam harus sama khatib. Khatib harus di depan, khatib di belakang enggak sah, Imam di belakang enggak sah," pesan Buya mengingatkan.(klw)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT