Sebelum 40 Hari Meninggal Dunia, Benarkah Arwah Masih Gentayangan di Rumah? Buya Yahya Ungkap Kondisi Roh di Alam Kubur
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
tvOnenews.com - Arwah atau roh merupakan salah satu bagian yang terdapat di dalam jasad. Unsur ini menyebabkan manusia hidup di dunia.
Ibaratnya, jika arwah masih berada di dalam jasad, maka selama itu manusia tetap hidup berada di dunia.
Setiap yang bernyawa akan mengalami meninggal dunia. Mereka tidak bisa menghindar dari yang namanya kematian, sekaligus tanda arwah atau roh meninggalkan jasadnya.
Setelah malaikat Izrail melakukan tugasnya mencabut nyawa setiap yang bernyawa, arwah akan berurusan dengan alam kubur atau dengan nama lainnya, yakni "alam barzakh".
Namun, tidak sedikit di antara kalangan masyarakat bertanya-tanya bahkan mempercayai apakah arwah setelah 40 hari meninggal dunia masih berada di dunia.

- iStockPhoto
Sebaliknya, sebagian orang lainnya berpendapat kalau roh setelah keluar dari jasad, maka tidak bisa kembali lagi dan telah menghadapi alam kubur.
Lantas, apakah benar arwah atau roh orang meninggal dunia masih bersinggah di rumah atau dunia selama 40 hari setelah kematian? Buya Yahya menjawab persoalan hal ini sebagai berikut.
Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (20/2/2025), Buya Yahya menjelaskan seputar arwah orang meninggal dunia.
Orang meninggal dunia akan mengundang kesedihan dari keluarga yang ditinggalkannya. Kedukaan terus mendalam tiada hentinya atas kepergiaan mereka.
Kesedihan ini mewujudkan rasa kasih sayang dari orang-orang yang ditinggalkan, karena orang meninggal dunia dipastikan tidak akan kembali hidup di dunia.
Tidak sedikit dari mereka sulit menerima atas kepergian salah satu keluarganya, bahkan orang yang dicintai. Penolakan ini cenderung menimbulkan spekulasi liar soal arwahnya.
Beberapa dari mereka beranggapan bahwa arwah sejak 40 hari meninggal dunia, masih belum pergi dari dunia. Asumsi ini sedikit mengobati rasa rindu dan menghilangkan kesedihan.
Namun, mereka tetap saja tidak bisa melihat kehadirannya secara langsung dengan fisiknya. Mungkin, hanya merasakan melalui angan-angan dan bayangan yang keluar dari dalam benaknya.
Sebagai pendakwah, Buya Yahya meluruskan kepercayaan yang sering muncul di tengah masyarakat. Kalau arwah orang meninggal dunia, maka telah berurusan dengan alam kubur.
Ia menepis kepercayaan jika belum 40 hari sejak waktu kematian, arwah orang meninggal dunia masih gentayangan di dunia.
"Orang yang meninggal dunia dia punya tanggung jawab di alam barzakh. Ditanya malaikat Munkar dan Nakir, kalau dia orang baik, maka dia akan Allah jadikan alam barzakhnya taman surga," ujar Buya Yahya.
"Apabila ahli maksiat, dipastikan dia akan mendapatkan siksa. enggak ada pulang satu hari, dua hari, sampai 40 hari enggak ada, satu hari enggak," sambungnya.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu dengan santainya menyinggung soal urusan amal telah diperbuat semasa hidup di dunia.
"Jika baik akan mendapat kenikmatan, tidak perlu jalan-jalan di dunia lagi. Kalau dia bermaksiat banyak dosa dia akan dihukum, tidak ada istilahnya dia kembali," paparnya.
Ia mengatakan proses mengubur, sebenarnya memberikan arti kalau orang meninggal dunia telah ditetapkan, tidak akan bisa kembali ke dunia, walaupun dalam bentuk arwah sekali pun.
"Orang kubur (sudah meninggal) tidak ada kembali (ke rumah), tidak hari Senin, tidak hari Jumat, tidak ada kembali (ke rumah)," tegasnya.
Secara logikanya, apabila mengacu pada kondisi alam rahim ke alam dunia, seorang bayi yang baru lahir tidak akan bisa kembali ke rahim ibunya.
"Di alam barzakh urusannya di alam barzah, banyak urusannya nanti sampai dibangkitkan di hari akhir. Jadi tidak ada kembali pulang sehari, dua hari, 40 hari enggak ada," tuturnya.
Lantas, bagaimana ada orang melihat gentayangan yang berbentuk arwah orang meninggal dunia?
"Kalau ada mungkin itu terjadi pada wali-wali tapi tidak bisa diterapkan pada orang-orang kebanyakan. Bukan setiap ruh tidak, itu karohmah," ucapnya.
Pendakwah usia 51 tahun ini sangat mendukung, apabila ada orang yang mendapatkan karomah. Ciri-ciri tersebut biasanya mengacu pada orang yang dianggap memiliki keunggulan lebih soal urusan agamanya.
"Kenapa dia shalat? karena dia menikmati. Ada yang dibangkitkan Allah untuk shalat, itu karomah itu lain cerita. Secara umum setelah masuk di alam barzakh, urusan di alam barzakh," terangnya.
Buya Yahya mengharapkan sebagai umat Muslim, tidak begitu mudahnya diperdayakan oleh asumsi liar, tanpa dilandasi dengan syariat agama Islam.
"Jangan terpedaya dengan kisah, itu kan kebanyakan nonton sinetron balas dendam gentayangan, enak enggak disiksa gentayangan terus ketawa-ketawa lagi di mal, itu kan sinetron," pesannya.
"Kalau dia ahli maksiat dia akan disiksa di alam barzakh, bukan gentayangan balas dendam, enggak ada itu," tandasnya.
(hap)
Load more