Viral Puluhan Kucing di Malang Mati dengan Dugaan Diracun, Ustaz Adi Hidayat Akhirnya Buka Suara
- istockphoto
tvOnenews.com - Viral di media sosial (medsos) X atau Twitter yang mengatakan belasan ekor kucing mati di kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Diduga kucing-kucing tersebut mati akibat diracun. Kemudian unggahan tersebut memperingatkan warga di sekitar Jalan Mawar dan Losari agar lebih waspada terhadap ancaman peracunan ini.
"Waspada, terutama bagi pecinta kucing di daerah Jalan Mawar, Losari, dan sekitarnya. Ada orang yang meracuni kucing dengan membawa makanan beracun. Sudah lebih dari 25 ekor kucing yang dilaporkan mati keracunan," tulis salah satu unggahan di platform X.
Sejumlah saksi mata mengaku melihat seorang pria yang diduga memberi makan kucing-kucing tersebut sebelum mereka ditemukan mati.
Namun belum ada bukti kuat mengarah kepada tersangka. Namun dalam unggahan media sosial, disebutkan pelaku memiliki ciri-ciri sebagai pria tua dengan postur agak bungkuk.
Matinya puluhan ekor kucing ini mengundang keprihatinan dan kemarahan masyarakat, terutama para pecinta hewan.
Belum lagi, beberapa pekan terakhir, sekitar 25 ekor kucing ditemukan mati secara misterius di berbagai lokasi yang juga diduga akibat diracun.
Kasus ini tidak hanya menimbulkan keresahan di kalangan pemilik hewan peliharaan, tetapi juga menimbulkan kemarahan luas di masyarakat.
"Tidak hanya meresahkan, tapi juga menyedihkan dan membuat marah. Kenapa kucing-kucing ini disalahkan? Terlebih lagi, pelaku meracuni mereka secara sembarangan," kata, Ruri.
Hal ini tentu memprihatinkan, apalagi dalam Islam, kucing merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.
Adalah Muezza yang merupakan kucing Nabi Muhammad SAW yang paling terkenal.
Ada banyak kisah bagaimana Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi kucing dan memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang.
Bahkan pernah suatu ketika, Muezza tidur di lengan jubah Nabi Muhammad SAW. Namun saat beliau hendak shalat, Rasulullah memiliki tidak mengganggu kucingnya.
Nabi Muhammad SAW malah memotong bagian lengan jubahnya agar Muezza tetap bisa tidur dengan nyaman.
Pendakwah yang pernah membagikan tentang kucingnya adalah Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Dalam video yang diunggah di kanal Adi Hidayat Official, Ustaz Adi Hidayat mengenalkan kucing kesayangannya yang diberi nama Hatori.
“Assalamualaikum teman-teman perkenalkan ini namanya Thoriq. Ini = haza (dalam bahasa Arab). Ini Thoriq = haza Thoriq jadi disingkat (Hatori),” kata UAH, dikutip tvOnenews.com pada Senin (17/2/2025).
Ustaz Adi Hidayat lalu menceritakan bagaimana asal usul dirinya memelihara Hatori.
“Jadi awalnya ada kucing liar, itu ibunya ini. Dia main ke sini kita rawat sampai mati dan meninggalkan tiga anak,” kenang UAH.
“(Tiga anak itu) semuanya habis yang bertahan tinggal ini (Hatori) sekarang sudah tumbuh besar,” lanjutnya.
Selain memelihara kucing Hatori, Ustaz Adi Hidayat juga memiliki peliharaan iguana yang diberi nama Faqi.
“Faqiulaunuha (Kuning tua warnanya, sebagaimana tercantum dalam surat Al-Baqarah: 69),” katanya.
Ada pula peliharaan kura-kura yang diberi nama tasna, berasal dari kata tasurrun nadirin berarti menyenangkan orang yang memandangnya.
Kata tersebut kata UAh juga tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 69.
قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَا ۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاۤءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النّٰظِرِيْنَ
Artinya: Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).” (QS. Al Baqarah: 69)
“Selain itu ada pula harris (sang penjaga) ayam. Kalau berkokok bangunin shalat,” katanya.
“Semoga teman-teman juga bisa main dan merasakan kelembutan supaya bagaimana bisa merasakan rahmat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى lewat hewan,” lanjutnya.
Maka intinya, janganlah menyakiti hewan apapun, kecuali yang memang dalam Islam boleh dibunuh.
Hal ini karena melalui hewan-hewan itulah, kita dapat merasakan rahmat Allah SWT.
Wallahu’alam bishawab
(put)
Load more