News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Selain Berhijab, Tata Krama Megawati Hangestri Sempat Bikin Warga Korea Heran, Sikap Sopannya Disorot saat Red Sparks...

Megawati Hangestri sempat membuat warga Korea heboh karena menunjukkan sikap sopan santun di momen pertandingan Red Sparks dan tata kramanya dipuji netizen.
Rabu, 12 Februari 2025 - 23:57 WIB
Megawati Hangestri saat membela Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Pevoli asal Indonesia, Megawati Hangestri sempat menggegerkan warga Korea ketika membela Red Sparks memamerkan tata krama yang tidak biasa.

Sikap sopan santun Megawati Hangestri saat pertandingan bersama Red Sparks menunjukkan ciri khas warga Indonesia kepada warga Korea.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai penggawa Red Sparks, Megawati Hangestri selalu mencuri perhatian warga Korea soal kemampuan bermain voli dan penampilan hijab.

Megawati Hangestri baru-baru ini kembali memperkuat Red Sparks. Pevoli asal Indonesia itu menampilkan permainannya yang memukau saat melibat habis IBK Altos pada V-League 2024/2025.

tvonenews

Red Sparks membantai IBK Altos dengan skor akhir 3-0 (25-20, 25-17, 25-22) yang digelar di Gimnasium Daejeon Chungmu, Rabu (12/2/2025).

Megatron sapaan akrabnya Megawati telah tampil garang sejak awal pertandingan. Ia dan rekan-rekannya sukses menyabet 7-2 pada set pertama saat menghadapi IBK Altos.

Namun IBK Altos berusaha mengejar skor Red Sparks di set pertama dan berhasil merebut angka 5-7.

Megawati Hangestri cs pada akhirnya berhasil menciptakan skor 3-0, yang membuat IBK Altos tidak berkutik kepada kekuatan Red Sparks.

Kesuksesan Megawati Hangestri membawa Red Sparks tidak lepas dari sosok kepribadiannya yang selalu berpegang teguh terhadap agama Islam.

Pevoli Indonesia, Megawati Hangestri
Pevoli Indonesia, Megawati Hangestri
Sumber :
  • Red Sparks

 

Megawati pernah memberikan pengakuan tidak ingin melepas hijab, sekali pun sedang bermain voli di dalam pertandingan.

Pada suatu kisah, Red Sparks pernah berhadapan dengan AI Peppers pada 2024 lalu. Megatron tetap bersikeras bermain dengan timnya.

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin mau tidak mau memasang Megawati ketika anak asuhnya melawan AI Peppers. Padahal Megatron mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.

Ketika pertandingan Red Sparks kontra AI Peppers, beberapa kali tim medis memberikan bantuan kepada Megawati. Sang pelatih terpaksa menarik Mega keluar lapangan.

Dirangkum dari artikel tvOnenews.com, Megawati memperlihatkan tata krama yang memukau setelah pertandingan selesai.

Ia terpaksa menjalani perawatan dan saat itu ditemani penerjemah, Kim Yoon-sol.

Megawati mengatakan kondisi cederanya kepada staf medis dari Red Sparks. Hal itu terjadi setelah pertandingan.

Ciri-ciri tata krama orang Indonesia mulai muncul saat Megawati berhadapan dengan tim medis.

Megawati tidak lupa bersalaman kepada staf medis, layaknya seperti seorang anak kepada orang tua, bahkan ia menundukkan kepalanya ke mereka.

Salaman dan kepala yang menunduk itu memberikan tanda ucapan terima kasih kepada tim medis.

Tim medis Red Sparks merasa terkejut dan mengagumi sikap apa yang telah ditunjukkan Megawati. Tak ayal, pevoli asal Indonesia itu beragama Islam dan harus memberikan sikap yang baik kepada orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen tersebut mendapat perhatian dari voli mania Korea dan terkagum-kagum dengan sikap Megawati.

(akg/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT