Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud mengingatkan kerukunan antarumat beragama tidak boleh sirna, meskipun adanya pemotongan anggaran untuk lembaga dan kementerian.
Kiai Marsudi mewakili MUI persoalan pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga saat hadir dalam agenda dialog antarumat beragama dari Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) MUI.
"Setiap satu kebijakan itu akan memberi akibat, ada yang menerima ada yang menolak. Untuk itu, selaku tokoh-tokoh agama yang memiliki umat masing-masing harus tetap saling menjaga kerukunan," ungkap Kiai Marsudi di Pesantren Darul Uchwah Sawangan, Depok, Rabu (12/2/2025).
Waketum MUI itu membicarakan pernyataan soal APBN yang anggaran belanjar dan pendapat telah diperkirakan, menurutnya sangat diterima demi masa depan.
Ia memahami ada tujuan besar yang dibentuk oleh pemerintah. Oleh karena itu, tokoh yang menghadiri agenda dialog antarumat beragama mengikuti kebijakan tersebut.
"Kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah, yang sedang banyak pro dan kontranya ini tetap kita kawal. Agar bangsa kita ini tetap tenang, nyaman, dan saya yakin pemerintah akan mencari jalan yang terbaik untuk bangsanya," paparnya.
Load more