GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tujuh Hari Jelang Pilkada Serentak, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Uang: Ketamakan Sangat Berbahaya

Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya pernah memberikan pesan terkait uang jelang pemilihan pejabat misalnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan sebagainya.
Rabu, 20 November 2024 - 10:02 WIB
Tujuh Hari Jelang Pilkada Serentak, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Uang: Ketamakan Sangat Berbahaya
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya pernah memberikan pesan mendalam terkait uang jelang pemilihan pejabat seperti misalnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan lain sebagainya.

Sebagaimana kita tahu, Pilkada serentak akan dilakukan pada 27 November 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jelang tujuh hari Pilkada Serentak, setiap Muslim sebaiknya ingat selalu pesan dari Buya Yahya ini.

Pesan Buya Yahya ini mendalam dan mengingatkan akan bahaya yang akan terjadi ke depan.

Dalam ceramahnya itu, Buya Yahya mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan money politic atau politik uang atau serangan fajar atau sejenisnya saat Pilkada.

Hal ini karena politik uang, serangan fajar atau apapun yang bermain uang akan mengajarkan kemunafikan.

“Kalau budaya memberi menjadikan seseorang menjadi munafik,” tandas Buya Yahya sebagaimana dikutip tvOnenews.com dari YouTube Al-Bahjah TV.

“Yang kita perlukan kita ini biasa jujur dengan nurani kita, batin kita, bukan menjadi orang munafik,” sambung Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan agar setiap orang memilih berdasarkan hati nurani.

“Kalau seandainya calon Anda baik menurut pengetahuan Anda, adalah dia baik menurut pengetahuan Anda adalah baik. Anda menduga dia baik, kemudian Anda minta kepada Allah petunjuk. Lalu Anda pilih dia tidak ada kepentingan pribadi, maka biarpun keluar Firaun atau Dajjal Anda tidak dosa,” tandas Buya Yahya.

“Karena Anda tidak menuruti hawa nafsu. Anda harus paham makna in,” sambung Buya Yahya. 

Jadi Buya Yahya mengingatkan agar semua berusaha memilih yang sesuai informasi yang Anda terima dan yakini.

“Jadi yang penting Anda ini bagaimana berusaha memilih sesuai dengan kemampuan Anda. Informasi yang Anda terima setelah Anda pilih, Anda selamat. Kalau budaya membayar ini ada ini kacau,” tandas Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan dengan tegas agar jangan sampai seperti demikian.

“Budaya apa yang akan kita hidupkan di negeri ini?” tanya Buya Yahya.

“Kami sampaikan yang memberikan uang kepada Anda artinya dia telah merusak hati Anda, telah membeli Anda,” lanjut Buya Yahya. 

Buya Yahya mengingatkan agar Anda harus menjadi orang yang merdeka di dalam memilih calon pilihan Anda.

“Karena Allah dan rasulnya. Karena ijtihad Anda, usaha Anda, bukan karena dibeli. Maka jangan pakai budaya itu,” tegas Buya Yahya. 

Buya Yahya sangat mengingatkan bahayanya politik uang atau serangan fajar.

Hal ini karena itu akan membangkitkan ketamakan yang ada di dalam hati kita.

“Ini ketamakan yang ada di hati kita akan bangkit tumbuh dengan cara semacam itu. Sehingga enggak ada kejujuran dengan nurani kita,” ujar Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan agar jangan sampai seorang Muslim membuka celah tersebut. 

“Maka dari awal kami tutup. Jangan dibuka ini celah. Ini celah berbahaya sekali,” tegas Buya Yahya.

“Kalau Anda buka celah, berarti Anda buka celah ketidakbaikan di sana,” sambungnya.

Buya Yahya mengingatkan bahwa setiap orang harus melihat mudharat yang banyak dari politik uang atau serangan fajar.

“Maka yang kami hadirkan selama ini apa di dalam urusan pemilihan umum? Disepakati sanjung calon pilihanmu sesuka hatimu tapi jangan caci calon pilihan orang lain,” jelas Buya Yahya.

“Karena kalau Anda dengan akhlak mulia itu telah membeli hati, dahsyat,” sambung Buya Yahya. 

Buya Yahya menjelaskan jika misalnya sebenarnya sudah berpikir memang ia baik, namun jika tiba-tiba karena pamrih itu amatlah bahaya.

“Ustaz saya bangunkan pondok nanti kalau saya jadi. Padahal dia orang baik loh ya gara-gara dia menjanjikan begitu itu Anda memilihnya bukan karena Allah lagi loh ya Anda sudah terbeli,” jelas Buya Yahya. 

“Makanya budaya itu harus kita pangkas enggak boleh. Tanpa beli-belian,” lanjut Buya Yahya. 

Maka Buya Yahya mengingatkan agar jangan sampai main uang saat pemilu.

“Sampaikan tidak. Jangan main uang dan uang siapa itu nanti,” nasihat Buya Yahya.

“Kalau Anda orang baik sangat terbatas uang Anda. Kalau orang jahat pun lebih banyak duitnya nanti yang akan dikeluarkan . Loh anda tetap kalah yang baik dengan yang tidak baik mau apa Anda anda mau bersaing dengan yang tidak baik?” sambung Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan agar semua harus bisa berkata tidak.

“Anda harus berkata Anda, kalau baik akan saya pilih, gak perlu Anda bangunkan pondok say. Gak perlu Anda nyumbang ke pondok saya gak perlu,” saran Buya Yahya.

“Cukup Anda baik pasti Anda Saya pilih. selesai itu saja sudah. Jangan dibuka celah ini,” lanjut Buya Yahya.

Buya Yahya berpesan kepada semua calon agar berusaha dipilih dengan memperbagus akhlaknya.

“Cukup kalau Anda punya calon yang baik berakhlak yang yang mulia, maka akhlak Anda telah membeli hati orang di kiri kanan Anda,” ujar Buya Yahya. 

“Perilaku yang baik Anda, apa tim sukses berakhlak mulia, terpesona orang yang ada. Enggak usah pakai duit,” sambung Buya Yahya.

Bahkan kata Buya Yahya tidak menutup kemungkinan jika memang berakhlak mulia akan ada yang tiba-tiba malah menyumbang.

“Bahkan yang ngasih duit nanti orang itu. Misal tiba-tiba bilang saya akan dukung. Nanti kalau sudah sukses saya akan disiapkan dana saya untuk pengembangan ekonomi atau apalah,” kata Buya Yahya.

Itulah nasihat Buya Yahya jelang Pilkada Serentak 2024.

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Wallahu’alam

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

(put) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah akui jarang mendampingi sang istri, Tika Mega Lestari, saat dirawat di rumah sakit. Ia ungkap alasan mengapa tak bisa selalu hadir.
Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Adu mulut tidak langsung antara pelatih Alvaro Arbeloa dan juru taktik Barcelona, Hansi Flick, menjadi sorotan usai kekalahan telak Blaugrana 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey.
PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

23 kesepakatan yang diteken PF dan UPER ini melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor.

Trending

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

Tiga pemain keturunan dikabarkan sudah mendapat ACC FIFA untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia. Salah satunya kiper yang berpotensi jadi pesaing Paes dan Audero
Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Penampilan gemilang Adi Satryo bersama Arema FC di hadapan John Herdman membuka peluang kembali ke Timnas Indonesia. Akankah posisi Maarten Paes terancam?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT