Kisah Maria Febe, Mantan Atlet Badminton Indonesia Mualaf karena Tertegun Suara Adzan Meski Sempat Dimarahi Orang Tua
- Instagram/@mariafebe13
Sejak tertegun dengan suara adzan, Maria Febe mulai menunjukkan rasa penasarannya. Bahkan, sampai tidak malu memperlihatkan antusiasnya segala tentang agama Islam.
Rasa antusiasme itu muncul saat Maria menjadi bagian Pelatnas PBSI. Karirnya bermain bulu tangkis di tim tersebut pada 2010.
Kebetulan Maria harus menjalankan profesinya di lingkungan Muslim. Teman-teman seperjuangan Maria di Pelatnas PBSI kebanyakan menganut agama Islam.
Berbagai kegiatan ibadah di Pelatnas PBSI pun selalu diperhatikan Maria. Seiring berjalan waktu, ia telah mengetahui beberapa kebiasaan teman-temannya, salah satunya rutin shalat Tarawih selama bulan Ramadhan.
Maria yang semakin penasaran, langsung mencari-cari dan memperdalam tentang ajaran dari agama Islam. Meski orang tuanya masih belum mengetahui niatnya.
Sejak itu, Maria akhirnya benar-benar menemukan kedamaian dalam hatinya. Ia sampai berpindah ke agama Islam yang sebelumnya memegang kepercayaan dari keluarga penganut Kristen.
"Yang tau cuma orang tertentu doang, jadi cuma intinya aja. Aku gamau nyebar-nyebar gitu, dan waktu itu juga orang tua aku belum tau," tandasnya.
Maria Febe pada akhirnya berganti nama sejak mualaf. Nama barunya kini berubah menjadi Aisyah Febe karena melekat dengan agama Islam.
Sebagai atlet tunggal putri yang mantap mualaf, Maria Febe pun harus mengakhiri profesinya sejak memutuskan pensiun di usia 27 tahun, tepatnya pada 2017 setelah mengikuti ajang Indonesia Open 2017.
Terkini, ia beralih profesi meski masih di dunia bulu tangkis. Karir barunya saat berhijrah ke Kanada dan telah melatih di beberapa negara lainnya.
(hap)
Load more