News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berkaca dari Quraish Shihab, Habib Jafar Ungkap Mimbar Bisa Menimbulkan Fitnah, Begini Alasannya

Habib Husein bin Ja'far Al Hadar biasa dikenal Habib Jafar menjelaskan tentang mimbar dari pendapat penulis Tafsir Al-Mishbah, Prof. Muhammad Quraish Shihab.
Selasa, 1 Oktober 2024 - 21:48 WIB
Pendakwah, Habib Jafar beri keterangan soal mimbar dari pendapat Quraish Shihab
Sumber :
  • Antara/MUI

Jakarta, tvOnenews.com - Habib Husein bin Ja'far Al Hadar biasa dikenal Habib Jafar menjelaskan tentang mimbar dari pendapat penulis Tafsir Al-Mishbah, Prof. Muhammad Quraish Shihab.

Habib Jafar mengutip penjelasan dari Quraish Shihab bahwa mimbar bisa membuat penceramah atau pembicara menyampaikan ucapan yang tidak benar alias fitnah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kata Profesor Quraish Shihab, mimbar itu bisa jadi fitnah," ungkap Habib Jafar dikutip tvOnenews.com dari video pendek kanal YouTube NU Online, Selasa (1/10/2024).

Habib Jafar menyebutkan bahwa Quraish Shihab pernah menyampaikan agar para pembicara saat memberikan pesan melalui mimbar tidak memberikan fitnah.

Habib Jafar pun mendukung hal tersebut agar mimbar yang digunakan dapat bermanfaat.

Pendakwah usia 36 tahun itu menyoroti penceramah yang saat menaiki mimbar disorot dengan berbagai perlengkapan.

Ia mencontohkan lampu atau audio yang berfokus kepada pembicara saat berada di mimbar dapat menimbulkan fitnah.

"Sorotan lampu, apalagi dari dimatikan terus dihidupkan, sorot lensa kamera, kemudian audio atau mic itu kan bisa jadi fitnah," jelasnya.

Ia menuturkan bahwa berbagai hal tersebut akan membuat pendengar atau jemaah akan dibuat terlena dan berfokus terhadap pembicara di depannya.

Ia menegaskan sorotan jemaah yang semakin fokus akan menciptakan tipu daya kenikmatan berasal dari pembicara yang berdiri di mimbar.

"Kalau kita tidak bisa mengontrol maka itu jadi istidraj bagi seorang pendakwah," katanya.

"Justru akan menjadi titik bencana bagi seorang pendakwah," sambungnya.

Sebelumnya, Quraish Shihab pernah menuturkan bahwa penceramah atau pembicara sebaiknya berbicara hanya bagian yang penting saja.

Dikutip dari tayangan YouTube Quraish Shihab, Selasa, Quraish Shihab pernah menyampaikan jika pembicara hanya menerapkan penting bicara dapat menyebabkan pertengkaran.

Quraish Shihab menuturkan pertengkaran disebabkan oleh kepentingan berasal dari pembicara atau penceramah maka tidak ada manfaatnya.

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Quraish Shihab mengkhawatirkan akan terjadi adanya ghibah saat mimbar disalah gunakan dalam mencapai tujuan mencela atau memberikan informasi kebohongan.

"Nabi bersabda akan terjadi fitnah kekacauan perbedaan pendapat yang meruncing. Orang yang duduk lebih baik dari berdiri," tutur Quraish Shihab.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT