News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mulai Sekarang Jangan Salat di Alas yang Terlalu Empuk, Ustaz Adi Hidayat Tegas Bilang Rasulullah SAW Melarangnya

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa salat sebaiknya jangan di alas yang empuk. Hal ini karena Rasulullah SAW juga melarangnya. Simak penjelasannya berikut.
Selasa, 27 Agustus 2024 - 17:53 WIB
Ustaz Adi Hidayat
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Salat menjadi ibadah paling utama bagi setiap muslim karena salat sebagai tiang agama.

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat dengan penuh khusyuk dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ada hal-hal yang kadang tidak disadari oleh banyak orang, seperti pemilihan alas salat yang ternyata bisa mempengaruhi kualitas ibadah.

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat mengungkap bahwa Rasulullah SAW melarang umatnya untuk salat di atas alas yang terlalu empuk.

Mengapa salat di alas yang terlalu empuk dilarang?

Dalam suatu kesempatan, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, Rasulullah SAW sangat memperhatikan tata cara dan adab dalam melaksanakan salat.

Salah satu hal yang disampaikan oleh Rasulullah SAW adalah larangan salat di atas tempat yang terlalu empuk.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ketika seseorang merasa terlalu nyaman, misalnya karena alas salat yang terlalu empuk, ada kemungkinan dia akan kehilangan fokus atau bahkan mengantuk.

Ini tentu saja bisa mengurangi kualitas salat dan menghambat tercapainya kekhusyukan yang seharusnya ada dalam setiap rakaat.

Khusyuk saat salat adalah salah satu aspek yang sangat ditekankan dalam Islam.

Khusyuk berarti fokus dan hadirnya hati saat melaksanakan ibadah, sehingga seorang Muslim bisa merasakan kedekatan dengan Allah SWT.

Alas salat yang empuk atau terlalu tebal dapat mempengaruhi kualitas gerakan dalam salat dan mengurangi kekhusyukan.

"Ada sajadah sekarang kelihatan mewah, tapi sebetulnya nggak bisa jadi tempat sujud," kata Ustaz Adi Hidayat. 

Hal tersebut dilarang karena nanti ketika bersujud akan menghambat menempelnya kening dengan sempurna.  

"Kata Nabi, kalau engkau sujud, tempelkan dengan sempurna. Sehingga terasa, ada penempelan antara kening dengan tempat sujud," terang Ustaz Adi Hidayat. 

Ketika diteliti secara ilmiah, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa ada titik 'God Spot' di antara dua kening. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu enak, jadi kita tuh kayak sujud tuh mengalir kepuncak, kedalam kepala kita, ke bagian yang tengah ini," papar Ustaz Adi Hidayat. 

Ustaz Adi Hidayat kemudian menjelaskan bagaimana proses sujud dalam salat sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT