Naskah Khutbah Jumat Singkat 16 Agustus 2024: Ibadah kepada Allah SWT Cara Nikmati Kemerdekaan
- ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Khatib akan menyampaikan tema ceramah kali ini dengan judul khutbah Jumat tentang kemerdekaan tidak selalu kebebasan mengekspresikan diri.
Kemerdekan di sini meliputi ibadah kepada Allah SWT sebagai cara menikmati karunia-Nya.
Hal ini menjadi tujuan kita diciptakan di dunia agar selalu beribadah kepada Allah SWT.
Kita terus beribadah sebagai bentuk penyembahan kepada Allah SWT dan tidak mempercayai tuhan selain-Nya.
Hal ini mengingat Allah SWT Maha Pencipta dan tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan-Nya.
Dari Syekh Utsaimin Rahimahumullah dalam bunyi haditsnya mengatakan bahwa, manusia yang menyembah kepada Allah sesungguhnya telah mendapatkan kemerdekaan yang hakiki.
Para penjajah sesungguhnya bukan melakukan penyerangan melainkan mereka yang menghalangi seseorang untuk menjaga ibadahnya kepada Allah SWT.
Sesuai dalil Al-Quran melalui Surah Az-Zariyat ayat 56 menjelaskan seluruh ciptaan-Nya agar selalu beribadah kepada-Nya termasuk jin dan manusia, Allah SWT berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Wa maa khalaqtul-jinna wal-insa illaa liya‘buduun.
Artinya: "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat, 51:56)
Kemudian, manusia mendapat perintah agar selalu menyembah Allah SWT mengingatkan mereka sebelum mendapat ajalnya dijelaskan dalam Surah Al-Hijr ayat 99, Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ ࣖࣖ
Wa‘bud rabbaka hattaa ya'tiyakal-yaqiin.
Artinya: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian)." (QS. Al-Hijr, 15:99)
Dari Rib'iy bin 'Amir Radhiyallahu 'Anhu pernah berkata kepada Rustum panglima Persia saat perang Al Qadisiyah mengenai kehendak Allah SWT memerdekakan siapa pun yang selalu menyembah-Nya, begini bunyinya:
اللهُ ابْتَعَثَنَا لِنُخْرِجَ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادَةِ العِبَادِ إِلَى عِبَادَةِ اللهِ، وَمِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا إِلَى سَعَتِهَا، وَمِنْ جُوْرِ الأَدْيَانِ إِلَى عَدْلِ الإِسْلَامِ
Load more