News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Walau Shalat Sampai Menangis Tetap Tidak Diterima Selama 40 Hari Kalau Nekat Lakukan Dosa Ini, Buya Yahya Ingatkan…

Semua orang pasti pernah berbuat salah hingga mengakibatkan dosa, Buya Yahya bilang shalatnya tidak akan diterima kalau nekat lakukan dosa yang besar ini.
Minggu, 21 April 2024 - 19:12 WIB
Buya Yahya jelaskan Dosa yang membuat shalatnya tidak diterima
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com

tvOnenews.com - Semua orang pasti pernah berbuat salah hingga mengakibatkan dosa, Buya Yahya bilang shalatnya tidak akan diterima kalau nekat lakukan hal ini.

Manusia khususnya umat muslim akan mendapatkan pahala bila melakukan amalan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, jika melakukan hal yang sebaliknya, maka akan mendapatkan dosa dan keduanya akan terus beritingan selama hidup didunia.

Ketika melakukan dosa, maka dianjurkan untuk segera bertaubat. Kalau tidak akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Meskipun sudah rajin melakukan shalat, bila nekat melakukan dua dosa ini maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.

Lantas, dosa apa yang dimaksud sehingga shalatnya tidak dapat diterima?

Dalam satu kajiannya, Buya Yahya memberikan penjelasan bahwa terdapat 2 dosa besar yang apabila tidak segera bertaubat maka shalatnya tidak akan diterima sampai 40 hari.

Seperti apa pendapat Buya Yahya mengenai hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.


Buya Yahya. (Ist)

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, awalnya Buya Yahya menjelaskan bahwa ketika berada di dunia, pahala dan dosa akan selalu beriringan. 

Ketika umat muslim melakukan perbuatan buruk atau menyimpang dari ajaran-ajaran agama Islam, maka akan mendapatkan dosa.

Pada dasarnya, Dosa merupakan perbuatan yang dilakukan akibat dari rayuan setan untuk melakukan kesesatan.

Kelak di akhirat Allah SWT akan memberikan ganjaran yang setimpal bahkan lebih berat dari dosa yang telah dilakukan selama di dunia, bila tidak segera bertaubat.

Oleh karena itu Buya Yahya mengingatkan bahwa terdapat dua dosa yang sangat berat, bahkan sudah banyak umat muslim yang kerap melakukannya.

Harap berhati-hati, jangan sampai Anda termasuk dalam golongan yang melakukan hal tersebut karena termasuk dalam dosa besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kajiannya, Buya Yahya mengungkapkan bahwa dosa yang pertama yaitu minum alkohol sampai mabuk.

“Memang ada riwayat Nabi barangsiapa yang meminum minuman keras lalu mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari, kalau mati masuk neraka, kalau taubat diampuni,” ungkapnya pada tayangan di YouTube Al Bahjah TV. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT