News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Sampai Dewasa Belum Aqiqah, yang Dosa Orang Tua atau Anaknya? Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat Justru...

Jika anak sampai dewasa belum juga aqiqah, yang akan dapat dosa anaknya atau orang tua? Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang cara aqiqah jika anak sudah dewasa.
Rabu, 17 April 2024 - 06:39 WIB
Ustaz Adi Hidayat, siapa yang dosa jika anak belum aqiqah sampai dewasa
Sumber :
  • youtube

tvOnenews.com - Siapa yang dosa jika seorang anak sampai dewasa belum aqiqah, apakah orang tua atau anaknya?

Aqiqah merupakan amalan sunnah yang dikerjakan ketika seseorang dikaruniai anak oleh Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi anak laki-laki, orang tuanya disunnahkan aqiqah dua ekor kambing.

Sementara bagi anak perempuan, sunnah aqiqah yang berlaku adalah satu ekor kambing.

Akan tetapi, tidak semua orang tua mampu langsung melakukan aqiqah ketika anak mereka lahir.

Mungkin karena banyak keperluan persalinan dan perawatan bayinya sehingga untuk keperluan aqiqah sudah tidak cukup.

Akhirnya sang anak belum juga aqiqah sampai dewasa.

Jika sudah begini, siapa yang dosa?

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Ustaz Adi Hidayat, berikut penjelasan tentang aqiqah jika anak sudah dewasa.

Ustaz Adi Hidayat menegaskan, walaupun orang tua tidak mampu melaksanakan aqiqah, ada hal-hal yang tetap harus dikerjakan.

"Namun, tidak meninggalkan komitmennya untuk merawat anak, ini poinnya," tegas Ustaz Adi Hidayat.

"Jadi yang terpenting dalam aqiqah ini adalah komitmen orang tua untuk mewujudkan merawat dan menjaga anak agar tidak dikuasai nafsu," lanjutnya.

Karena memang esensi aqiqah itu sebagai simbolisasi pemotongan potensi hawa nafsu yang mungkin muncul di dalam diri anak.

Maka dari itu, tetap orang tua wajib mendidik anak, baik sudah aqiqah ataupun belum.

Jangan sampai mentang-mentang sudah aqiqah dengan kambing termahal lantas menelantarkan anak dan tidak mau mendidiknya.

"Kalaupun ada orang tua mampu aqiqah tapi tidak diimbangi dengan pendidikan, cari kambing paling bagus tapi anak tidak pernah dididik," ujar Ustaz Adi Hidayat.

Lantas apa hukumnya aqiqah?

"Tapi pendapat ulama yang paling mendekati kebenaran, populer, dan disepakati mayoritas ulama mengatakan aqiqah sunnah hukumnya," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Maka bila dikerjakan akan mendapat pahala, jika tidak aqiqah pun tidak masalah dan tak mendapat dosa.

"Kalau mampu dikerjakan bagus, kalau tidak mampu dikerjakan saat itu tidak mengapa," kata Ustaz Adi Hidayat.

Namun sunnahnya aqiqah menjadi gugur jika anak sudah dewasa.

"Gugur kesunnahannya karena ketidakmampuannya pada saat itu," jelas Ustaz Adi Hidayat.

"Maka di sini tidak mengapa, gugur kesunnahannya tapi tetap anda dituntut menampilkan komitmen merawat anak itu," sambungnya.

Apabila ingin mengganti aqiqah saat anak sudah dewasa, maka menurut Ustaz Adi Hidayat bisa dilakukan dengan mengganti sedekah yang nilainya sama seperti aqiqah.

"Kalau ingin menggantinya, anda bisa ganti dengan sedekah misalnya senilai dengan aqiqah," ujar Ustaz Adi Hidayat.

"Anak anda laki-laki maka anda sedekah dua kambing dengan niat memohon kepada Allah diberikan pahala aqiqah di masa lalu," sambungnya.

Niatkan sedekah dua ekor kambing itu sebagai pengganti aqiqah anak laki-laki yang kini sudah dewasa.

"Jadi boleh ganti dengan sedekah dalam bentuk terbaik, boleh anda potong dua kambing niatkan sedekah ganti aqiqah di masa yang lalu," kata Ustaz Adi Hidayat.

Sehingga tak perlu aqiqah ketika anak sudah dewasa, dan tidak ada dosa bagi orang tua ataupun anaknya jika tak mampu.

"Jadi enggak harus setelah jadi orang dewasa diaqiqahin lagi karena dulu tidak, enggak usah, anda cukup niatkan dengan sedekah saja sebagai pengganti yang lalu, itu pun sunnah hukumnya," ujar Ustaz Adi Hidayat.


Wallahua'lam.

(far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT