News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hati-hati, Makan Seperti Ini Bisa Bikin Rezeki Seret Susah Jadi Orang Kaya, Buya Yahya Jawab Tegas Kalau…

Setiap orang ingin menjadi orang kaya, namun ada alasan mengapa seseorang menjadi susah mendapat rezeki atau jadi kaya. Buya Yahya jelaskan penyebabnya....
Senin, 15 April 2024 - 14:26 WIB
Buya Yahya jelaskan penyebab seseorang susah kaya
Sumber :
  • Tangkapan Layar Youtube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Setiap orang ingin menjadi orang kaya, namun ada alasan mengapa seseorang menjadi susah mendapat rezeki atau jadi kaya. 

Segala kebutuhan manusia termasuk rezeki hingga memberi kelancaran dalam kehidupan ini, semua datangnya dari Allah SWT. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rezeki dapat berupa apa saja, seperti kenikmatan, kesehatan, keturunan, hingga harta seseorang. Namun, hal ini kerap disalahartikan bahwa rezeki hanya sebatas harta benda saja. 

Maka, tak sedikit orang yang bekerja keras membanting tulang demi mendapatkan harta benda agar dapat mencukupi kebutuhan.

Akan tetapi, bila merasa rezeki sulit didapat atau terasa seret, terdapat beberapa alasan seseorang dapat disebut sebagai golongan fakir

Seorang pendakwah, Buya Yahya menyebutkan terdapat penyebab seseorang sulit menjadi kaya atau fakir.

Seperti apa pendapat dari Buya Yahya mengenai hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.


Buya Yahya. (Ist)

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan pada kanal YouTube Al Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan ada satu alasan yang dapat menjadi sebab seseorang susah kaya atau fakir.

Ternyata salah satu penyebab seseorang sulit mendapatkan rezeki bukan karena dirinya malas bekerja, melainkan karena cara makannya yang salah.

Maksud dari cara makan yang salah yaitu tidak menghabiskan semua makanan yang disajikan sehingga masih tersisa, kemudian hal ini dilakukan terus menerus.

“Menyepelekan sisa-sisa makanan yang ada di piring, makanya Buya selalu marah karena bisa saja itu jadi sebab kefakiranmu,” tegas Buya Yahya pada tayangan YouTube Al Bahjah TV.

Menurut Buya Yahya, makanan yang sudah diambil sebaiknya dihabiskan semua tanpa menyisakan sebutir nasi.

“Kalau makan dihabiskan, jangan gaya seperti nggak kenal adab agama kalau makan disisakan. Ditutupi sendok kalau menunjukkan kita kaya, kita cukup,” ujarnya.

Sebutir nasi yang tersisa ini dapat menjadi penyebab kefakiran seseorang hingga membuat rezeki terasa sulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, sebaiknya hindari sikap yang sering menyisakan makanan di piring agar jauh dari kefakiran.

“Jadi kalau makan harus bersih, piring bersih karena bisa saja sebutir nasi yang kau tinggalkan sebab kefakiranmu,” tandasnya. (Kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT