News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bunuh Diri Makin Marak Akibat Tak Tangguh Hadapi Masalah, Pakar Ini Jelaskan Cara Asah Daya Lenting Atasi Problem Hidup

Satu keluarga yang terdiri atas empat orang melakukan bunuh diri di Penjaringan, Jakarta Utara. Banyak penyebab seseorang memilih untuk mengakhiri hidupnya atau bunuh diri. Selain tak punya jalan keluar atas masalah juga bisa karena tidak mempunyai resiliensi atau ketangguhan terhadap permasalahan
Rabu, 13 Maret 2024 - 14:21 WIB
Pihak Kepolisian memasang garis polisi di lokasi satu keluarga jatuh bunuh diri dari roof top Apartemen Teluk Intan Penjaringan Jakarta pada Sabtu (9/3/2024)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com -Satu keluarga yang terdiri atas empat orang melakukan bunuh diri di Penjaringan, Jakarta Utara. Banyak penyebab seseorang memilih untuk mengakhiri hidupnya atau bunuh diri. Selain tak punya jalan keluar atas masalah juga bisa karena tidak mempunyai resiliensi atau ketangguhan terhadap permasalahan

Psikolog klinis dewasa lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Nirmala Ika, M.Psi mengatakan tak ada dukungan dari lingkungan atau sistem sehingga tak menemukan jalan keluar dari masalah hidupnya bisa menjadi salah satu alasan seseorang mengakhiri nyawa.

"Bisa jadi karena tidak ada dukungan sama sekali atau dia memang punya kondisi kesehatan tertentu sehingga kemampuan untuk berpikir logis analis tidak bisa berkembang dengan baik," ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan menanggapi adanya satu keluarga yang terdiri atas empat orang melakukan bunuh diri di Penjaringan, Jakarta Utara.

Ika mengatakan orang-orang memilih untuk mengakhiri hidupnya atau bunuh diri karena tak punya jalan keluar atas masalah mereka, bukannya berpendapat keputusan itu sebagai jalan pintas.

"Ketika ada pemberitaan soal bunuh diri, misalnya, ditulis karena putus cinta, tidak sesederhana itu sebenarnya masalahnya. Dia tidak bisa menemukan jalan lain," kata dia.

Dia merujuk pada orang-orang yang pernah melakukan aksi mengakhiri nyawa namun gagal.

Penyebab lain dari bunuh diri selain karena mereka tak menemukan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi, juga bisa karena tidak mempunyai resiliensi atau ketangguhan terhadap permasalahan yang terasah dengan baik.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews



Ika mengatakan resiliensi atau daya lenting terhadap suatu masalah ini bisa diasah dan perlu diajarkan pada anak sejak dini. Salah satu caranya, yakni dengan melatih regulasi emosi.

Regulasi emosi, yaitu mengenali perasaan dan mengetahui cara mengelolanya. Nantinya, ini menuntun seseorang untuk mengedepankan logika ketimbang emosi.

Sebelumnya, empat orang yang merupakan satu keluarga terdiri dari pria berinisial EA (50) dan istrinya AIL (52) serta dua anak mereka yakni lelaki berinisial JWA (13) dan perempuan berisinial JL (16) melakukan aksi terjun dari puncak sebuah apartemen kawasan Jakarta Utara oleh empat orang pada Sabtu (9/3).

Petugas keamanan yang mendengar suara dentuman keras menemukan keempat jenazah dalam kondisi telentang. Polisi yang mendapatkan laporan dari sang petugas laly melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menduga mereka bunuh diri.​​​​​​​​​​​​​​(ant/bwo)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT