GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kutai Kertanegara, Melacak Kembali Jejak-jejak Kejayaan Kerajaan Maritim Terkuat di Kalimantan Timur

Kutai Kertanegara merupakan sebuah nama yang membangkitkan memori tentang kerajaan maritim yang perkasa di Kalimantan Timur. Didirikan pada awal abad ke-13, kerajaan ini telah menapaki perjalanan panjang, melewati era kejayaan Hindu, konversi agama Islam, hingga pergolakan politik di bawah pengaruh kolonialisme.
Selasa, 13 Februari 2024 - 05:56 WIB
Museum Mulawarna pada mulanya adalah Istana Kesultanan Kutai Kartanegara
Sumber :
  • ANTARA
tvonenews


Transisi kerajaan Hindu-Islam

Kutai Kertanegara merupakan sebuah nama yang membangkitkan memori tentang kerajaan maritim yang perkasa di Kalimantan Timur. Didirikan pada awal abad ke-13, kerajaan ini telah menapaki perjalanan panjang, melewati era kejayaan Hindu, konversi agama Islam, hingga pergolakan politik di bawah pengaruh kolonialisme.

Aji Batara Agung Dewa Sakti ialah pendiri Kerajaan Kutai Kertanegara, di Jaitan Layar, Kutai Lama. Berkembang pesat, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa pada abad ke-16. Pada masa ini, Kutai Kertanegara berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai Kuno dan menyatukan wilayahnya, menandai era baru sebagai Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura.

"Memasuki abad ke-17, Islam mulai masuk dan diterima dengan baik oleh kerajaan. Raja Makota, pemimpin saat itu, memeluk agama Islam dan mengantarkan kerajaan menuju era baru. Gelar raja pun digantikan dengan sultan. Sultan Aji Muhammad Idris menjadi sultan pertama pada tahun 1735," cerita Asran.

Di tengah stabilitas internal, Kutai Kertanegara tak luput dari pergolakan politik di kawasannya. Kerajaan ini terlibat dalam perebutan kekuasaan antara Kesultanan Banjar dan Kesultanan Makassar. Pada tahun 1636, Kutai diklaim sebagai vazal Kesultanan Banjar, meskipun pengaruh Kesultanan Makassar juga masih terasa.

Kedatangan VOC membawa perubahan besar bagi Kutai Kertanegara. Pada tahun 1817, kerajaan ini diserahkan kepada Hindia Belanda sebagai daerah pendudukan dalam Kontrak Persetujuan Karang Intan I. Perjanjian berikutnya pada tahun 1823 makin memperkuat cengkeraman Belanda atas Kutai.

Meskipun secara resmi menjadi bagian dari Hindia Belanda, Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martadipura tetap eksis dan menjalankan pemerintahannya. Sultan Aji Muhammad Parikesit memimpin kerajaan melalui masa transisi ini hingga tahun 1960, ketika statusnya diturunkan menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara.

Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martadipura telah meninggalkan warisan budaya yang kaya, seperti Keraton Tenggarong yang saat ini dialihfungsikan menjadi Museum Mulawarman, peninggalan arkeologi, dan tradisi budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini. Kerajaan ini menjadi bukti sejarah kejayaan maritim di Kalimantan Timur dan kekuatan politik yang mampu bertahan di tengah pergolakan regional dan kolonialisme.

Menjelajahi keindahan alam dan sejarah sekitar

Di luar museum, pengunjung dapat menikmati keindahan taman yang asri dan terawat. Di sini, terdapat replika Goa Kombeng, tempat ditemukannya Prasasti Yupa, peninggalan penting Kerajaan Kutai. Tak jauh dari museum, terdapat pula kompleks makam raja-raja Kutai Kartanegara yang menambah nilai sejarah dan budaya di kawasan ini.

Bagi para pecinta sejarah, budaya, dan arsitektur, Museum Mulawarman adalah destinasi wajib yang tak boleh dilewatkan. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat benda-benda kuno, tetapi juga merasakan atmosfer sejarah dan budaya yang kental. Museum ini adalah gerbang untuk memahami kekayaan Kalimantan Timur yang tak ternilai.

Di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Museum Mulawarman bukan hanya tempat untuk melihat benda-benda kuno. Museum ini juga secara berkala menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan budaya, seperti pameran temporer, lokakarya, dan pertunjukan seni. Hal ini menjadikan museum ini sebagai ruang publik yang hidup dan dinamis, tempat belajar dan bertukar pengetahuan bagi masyarakat.

Museum ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan, menggabungkan keindahan arsitektur, koleksi benda bersejarah, dan atmosfer budaya yang kental.(ant/bwo)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT