Tafsir Surah Al Fatihah Ayat 1, Basmalah: Memulai Setiap Pekerjaan dengan Menyebut Nama Allah Akan Datangkan Keberkahan
- istockphoto
Jakarta, tvOnenews.com - Ayat pertama dalam Al qur'an adalah Basmalah.
Basmalah adalah ayat pertama dari Al Fatihah, surah pembuka dalam Al-Qur’an.
Surah Al Fatihah terdiri dari 7 ayat dan diwajibkan dibaca saat shalat.
Berikut arti dan tafsir dari Surah Al Fatihah ayat 1 atau Basmalah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas Kemenag
Aku memulai bacaan Al-Qur'an dengan menyebut nama Allah, nama teragung bagi satu-satunya Tuhan yang patut disembah, yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersucikan dari segala bentuk kekurangan, Yang Maha Pengasih, Pemilik dan sumber sifat kasih Yang menganugerahkan segala macam karunia, baik besar maupun kecil, kepada seluruh makhluk, Maha Penyayang Yang tiada henti memberi kasih dan kebaikan kepada orang-orang yang beriman.
Memulai setiap pekerjaan dengan menyebut nama Allah (basmalah) akan mendatangkan keberkahan, dan dengan mengingat Allah dalam setiap pekerjaan, seseorang akan memiliki kekuatan spiritual untuk melakukan yang terbaik dan menghindar dari keburukan.
Tafsir Tahlili
![]()
Tafsir Surah Al Fatihah Ayat 1: Memulai Setiap Pekerjaan dengan Menyebut Nama Allah Akan Datangkan Keberkahan (pexels)
Surah al-Fātiḥah dimulai dengan Basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم).
Ada beberapa pendapat ulama berkenaan dengan Basmalah yang terdapat pada permulaan surah Al-Fātiḥah.
Di antara pendapat-pendapat itu, yang termasyhur ialah:
1. Basmalah adalah ayat tersendiri, diturunkan Allah untuk jadi kepala masing-masing surah, dan pembatas antara satu surah dengan surah yang lain.
Jadi dia bukanlah satu ayat dari al-Fātiḥah atau dari surah yang lain, yang dimulai dengan Basmalah itu. Ini pendapat Imam Malik beserta ahli qiraah dan fuqaha (ahli fikih) Medinah, Basrah dan Syam, dan juga pendapat Imam Abu Hanifah dan pengikut-pengikutnya.
Sebab itu menurut Imam Abu Hanifah, Basmalah itu tidak dikeraskan membacanya dalam shalat, bahkan Imam Malik tidak membaca Basmalah sama sekali.
Load more