Mengenal Habib Umar bin Hafidz, Ulama Besar dari Yaman Keturunan Nabi Muhammad SAW
- Instagram/habibumar_indonesia
Habib Umar bin Hafidz selalu menekankan pentingnya kedamaian, toleransi, dan persatuan di antara umat Muslim dan dengan komunitas lain.
Pesan-pesan Habib Umar bin Hafidz kerap mendorong harmoni sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam keseharian, Habib Umar mengawasi perkembangan di Darul Musthafa.
Ia juga memiliki beberapa sekolah lainnya yang telah dibangun di bawah manajemennya.
Perjalanan Hidup Habib Umar bin Hafidz

Habib Umar bin Hafidz (Instagram/habibumar_indonesia)
Habib Umar bin Hafidz mempelajari sejumlah ilmu agama seperti Al-Hadits, Fiqih, Tauhid dan Ushul Fiqih dari lingkungan keluarganya sendiri, terutama dari ayahnya, Muhammad bin Salim yang merupakan seorang Mufti di Tarim, sebagaimana dilansir tvOnenews.com dari tulisan Ahmad Rozali di NU Online.
Selain dari Ayahnya, pada masa itu Habib Umar bin Hafidz juga belajar agama dari tokoh-tokoh lainnya seperti Al-Habib Muhammad bin Alawi bin Shihab al-Din, Al-Habib Ahmad bin Ali Ibn al-Shaykh Abu Bakr, Al-Habib Abdullah bin Shaykh Al-Idrus, Al-Habib Abdullah bin Hasan BilFaqih, Al-Habib Umar bin Alawi al-Kaf, al-Habib Ahmad bin Hasan al-Haddad, dan ulama lain di Tarim.
Habib Umar bin Hafidz mulai mengajar dan berdakwah sejak dia berusia 15 tahun sambil melanjutkan belajar pada para ulama kala itu.
Kemudian saat situasi sosial-politik di Tarim sedang kacau atas penguasaan Rezim Komunis pada tahun 1981, Habib Umar bin Hafidz pindah ke Kota Al-Bayda di sebelah utara Yaman.
Di sana Habib Umar bin Hafidz kembali mempelajari ilmu agama kepada al-Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar, Al-Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumaith dan Al-Habib Ibrahim bin Umar bin Aqil.
Sambil belajar, Habib Umar bin Hafidz juga mengajar dan membuat forum kajian baik di kota Al-Bayda, di Al-Hudaydah dan juga di Kota Ta`izz.
Pada tahun 1992, Habib Umar bin Hafidz pindah dari Al-Bayda ke kota Al-Shihr, Ibu Kota Provinsi Hadramaut.
Load more