News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Makanan Khas Bandung yang Tidak Kalah Nendang dari Seblak, Berani Coba?

Bandung bisa disebut sebagai surganya kuliner. Bukan hanya seblak, makanan khas Bandung sebenarnya jauh lebih beragam. Bahkan ada beberapa makanan khas Bandung
Minggu, 8 Januari 2023 - 13:14 WIB
Kue surabi khas Bandung
Sumber :
  • tim tvOne - Wahyu Kurniawan

Jakarta – Berkunjung ke Bandung masih menjadi salah satu alternatif wisata menarik bagi warga ibukota. Bukan hanya mengunjungi tempat wisata, banyak warga ibukota yang datang ke tempat ini sekadar untuk menikmati makanan khas Bandung.

Ide kegiatan ini tidak mengherankan mengingat Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki beragam makanan lezat. Tenang, makanan khas Bandung bukan hanya surabi dan seblak saja, kok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada lebih banyak makanan khas Bandung yang sebenarnya cocok disantap tapi ekonomis di dompet. Meskipun bisa ditemukan di tempat lain, tapi makanan-makanan ini tetap paling pas di santap ketika sedang berkunjung ke Kota Kembang.

Penasaran apa saja makanan khas Bandung yang cocok untuk dicoba wisatawan? Berikut ini daftar makanan khas Bandung terbaik yang sayang untuk dilewatkan.

Makanan khas Bandung
Proses pembuatan surabi (Veros Afif)

Batagor

Salah satu makanan khas Bandung yang telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia adalah batagor. Jangan salah, sebenarnya nama batagor punya kepanjangan, lo. Batagor sendiri merupakan singkatan bakso tahu goreng yang merujuk pada bahan dan cara pembuatan makanan khas Bandung ini.

Memiliki rasa gurih dan renyah, banyak orang yang menjadikan batagor sebagai camilan atau pengganjal perut saat beraktivitas. Makanan ini semakin lezat karena dipadukan dengan saus bumbu kacang yang diberi perasan jeruk limau.

Mi kocok Bandung

Makanan khas Bandung satu ini cocok untuk dicoba saat hujan tiba karena umumnya disajikan saat masih hangat. Meskipun sama-sama mi, tapi mi kocok Bandung punya kekhasan tersendiri dibandingkan sajian mi lainnya.

Dalam satu mangkok mi kocok terdapat isian mi kuning, taoge, tetelan, irisan daging, dan bakso. Mi satu ini juga disajikan dengan kuah kaldu sapi yang kental serta ditaburi irisan seledri dan daun bawang.

Colenak

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Colenak merupakan makanan khas Bandung selanjutnya yang berupa tape bakar. Meski terkesan sederhana, tapi kuliner satu ini pernah menjadi bagian sejarah Indonesia.

Pasalnya, colenak merupakan salah satu makanan yang disajikan saat Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung pada tahun 1955. Colenak merupakan kependekan dari kata dicocol enak.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT