Viral Video Emak-emak Joget TikTok di Masjid, Menuai Sorotan Netizen
Aplikasi TikTok yang menjadi sangat populer, Namun beberapa tuai pro kontra atas kontennya, viral video emak-emak joget TikTok di Masjid, menuai sorotan netizen
Ramainya aplikasi hiburan TikTok yang menjadi sangat populer saat ini, tak ayal banyak menuai pro kontra atas beberapa konten yang tak pantas dipertontonkan diunggah oleh pengguna-nya, salah satunya adalah konten emak-emak joget di dalam Masjid.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Viral Video Emak-emak Joget TikTok di Masjid, Menuai Sorotan Netizen.Beredar video emak-emak joget TikTok di masjid. (ist)
Video yang diunggah oleh akun Instagram @terangmedia, pada sabtu (3/9/2022).
"Emak-emak main tiktok," tulis keterangan unggahan @terangmedia yang dikutip tvonenews.com
Dalam unggahan video itu memperlihatkan seorang emak-emak yang mengenakan hijab dengan kemera handphone-nya sedang mencoba merekam video emak-emak yang sedang berada di dalam masjid.
Tampak dalam video, emak-emak yang mengambil video itu sambil tidur mengarahkan kamera handphone-nya ke emak-emak lainnya yang bergaya dengan tangan terbuka.
Lalu muncul emak-emak lainnya sambil bergaya dengan joget TikTok seraya mengangkat kaki dan tangan terbuka dibarengi senyuman manis.
Dalam video itu suasana masjid tampak sepi dan lengang hanya ada mereka bertiga sedang bikin konten joget TikTok.
Sontak unggahan video yang mempertontonkan emak-emak joget di dalam masjid itu, menuai banyak reaksi beragam dari netizen.
Yang memenuhi kolom komentar, beberapa netizen menyayangkan aksi yang dilakukan oleh emak-emak itu yang tidak tahu tempat, ada pun netizen yang telah menunggu video klarifikasi dari emak-emak tersebut.
"Saya meminta maaf, atas konten yg saya buat. Jgn meminta maaf . Kali2 bui biar merasakan. Jangan pake materai lagi," komen netizen
"Semoga Allah membuka kan pintu hidayah untuk mba2 semuanya aamiin," tulis netizen.
"Otak nya ga dipake," komen netizen.
"Menunggu kabar selanjutnya... bermaterai 10000 dan bilang khilaf," tulis netizen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Gak akan ditindak karena mereka muslimah dah biarin ajah …. Semau mereka," ujar netizen.
"Parahhh, kaya ga ada tempat lain aja. Masa tempat buat ibadah di pake becandaan,"ujar netizen.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Load more