5 Game Android Berbahaya untuk Anak, Ada yang Bisa Merenggut Nyawa
- Pixabay
3. Blue Whale
Permainan berikut ini sedikit kontroversial, khususnya dari pemberian nama gamenya. Banyak yang percaya bahwa nama itu diambil dari perilaku paus biru yang sengaja mendamparkan diri mereka ke pinggir pantai sehingga menyebabkan mereka mati.
Nama ini kemudian digunakan oleh kelompok yang diduga melakukan tekanan pada remaja untuk melakukan bunuh diri.
Permainannya sederhana, ada seorang kurator yang memberikan 50 tugas untuk diselesaikan selama 50 hari. Setiap harinya, jenis level tantangannya meningkat, mulai dari menonton video kekerasan, film horor, hingga seruan bunuh diri.
“Untuk anak-anak, tolong jangan langsung menelan mentah-mentah semua informasi dari luar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Suprianus Herman, seperti yang dikutip dari laman Viva
Selain itu, Maria Nafaola seorang psikolog klinis menuturkan, dari artikel yang telah dia baca tentang Blue Whale Challenge, kebanyakan memberi efek negatif. Ia memandang harus ada tindakan tegas dari pihak keamanan untuk meredam hal semacam ini.
4. Fire Fairy
Game yang berikut ini juga punya potensi berbahaya bagi anak-anak, bahkan bisa merenggut nyawa. Sekilas game ini seperti satu gurauan dengan meniru karakter siri animasi Wink Club: School of Witches yang populer di kalangan kanak-kanak.
Game Fire Fairy ini berasal dari Rusia. Ada laporan ketika anak-anak memainkan permainan ini, mereka bisa diminta menghidupkan dapur gas karena dijanjikan bertukar menjadi ‘fire fairy’.
Kejadian itu menimpa seorang anak bernama Sofia yang masih berusia 5 tahun. Ia menderita cedera parah akibat membuka dapur gas di rumahnya demi ‘permainan’ ini. Permainan ini mengarahkan anak-anak untuk: “Pergi ke dapur diam-diam ketika tidak ada siapapun atau nanti perkataan magic akan hilang”.
5. Cloud Pets
CloudPets boneka pintar yang juga dapat dikoneksikan dengan smartphone ini dilaporkan telah membocorkan 2 juta pesan suara antara sang anak dan orangtua kepada para hacker.
Selain itu, perusahaan pembuat boneka tersebut, Spiral Toys, tidak mengamankan data pengguna boneka tersebut. Hal itu mengakibatkan sekitar 820 ribu data pengguna dicuri. Menurut seorang pakar keamanan Troy Hunt, ia menyayangkan Spiral Toys tidak menyiapkan langkah keamanan yang tegas.
Load more