Seorang Ibu Curhat ke Gubernur Dedi Mulyadi Gegara Sakit Saraf Kejepit, Berujung Diberi Uang dan Terharu sampai Sujud
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Lebih lanjut, Bu Apong mengatakan penyakitnya tidak bisa dianggap remeh. Ia mengalami hal ini sudah sangat lama.
Bu Apong kembali bercerita terhadap kondisi penyakitnya. Ia sampai sekarang bertanya-tanya apakah dirinya mengalami komplikasi akibat pernah gagal ginjal.
Dedi Mulyadi kemudian mempertanyakan keluarga Bu Apong, terutama mengenai kondisi perekonomian keluarganya.
Bu Apong mengaku suaminya kini di Provinsi Kalimantan. Ia tidak membantah dirinya masih menerima uang bulanan dari hasil gaji sang suami sebagai kuli bangunan namun hanya sebesar Rp1 juta.
Kemudian, Bu Apong kembali menjelaskan perjuangan dirinya menyembuhkan penyakitnya. Ia mulanya sering berobat ke rumah sakit dan harus dirujuk oleh dokter spesialis.
Bu Apong merasa tidak kuat selama proses perobatannya. Ia mengaku tak terbiasa menggunakan BPJS Kesehatan. Lagi pula, dokter spesialis bilang di rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat mumpuni menyembuhkan penyakit Bu Apong.
Detik-detik Bu Apong Menangis dan Sujud usai Diguyur Uang oleh KDM
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Dalam itu, KDM langsung memangkas perbincangan dengan Bu Apong. Ia menyimpulkan Bu Apong saat ini hanya mengalami saraf kejepit.
Dedi Mulyadi langsung mengarahkan agar Bu Apong segera berobat menyembuhkan penyakit saraf kejepitnya. Ia pun memberikan uang agar memudahkan biaya perobatannya.
"Jangan khawatir, itu sudah diurus oleh Pak Haris. Ini ada bekal (biaya) selama berobat di tempat Pak Haris," ucap KDM.
Raut wajah Bu Apong langsung terkejut saat ingin diberikan uang. Ia justru menolak pemberian tersebut dan meminta maaf kepada KDM.
Sikap Bu Apong mendapat pujian dari KDM. Gubernur Jabar tersebut menegaskan minimal uang itu untuk kebutuhan makan jika tidak ingin dipakai untuk biaya pengobatan.
Bu Apong langsung menangis. Warga Sumedang tersebut merasa malu mendapat bantuan dari KDM.
"Terima kasih, Pak. Tapi saya terlalu malu," kata Bu Apong sambil berlinang air mata.
Mantan Bupati Purwakarta itu memberikan pandangann niat Bu Apong yang menceritakan penyakitnya. Menurutnya, jika tujuannya meminta uang atau bantuan, sikap tersebut dinilai salah.
Load more