News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pandangan Berkelas Dedi Mulyadi soal Karakter Pengusaha, Sebut Lebih Suka Sederhana: Tidak kayak di Sinetron

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyebut karakter pengusaha yang sukses tidak mengutamakan penampilan dan lebih cenderung selalu sederhana.
Sabtu, 25 April 2026 - 18:20 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi membicarakan karakter pengusaha. Menurutnya, hal ini sangat penting agar warga Jawa Barat memiliki pola pikir mencapai kesuksesan.

Dedi Mulyadi berbagi pandangan tentang pengusaha di forum Industri Jawa Barat tema Industri dalam Kerangka Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Bale Gede Pakuan, Bandung, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi mulanya menjelaskan bahwa karakter pengusaha dan pedagang memiliki perbedaan. Ia mengatakan bahwa, karakter pengusaha dikenal sebagai seorang ideolog.

"Dia punya ide, punya cita-cita, dan punya tujuan," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari Lembur Pakuan Channel, Sabtu (25/4/2026).

Apa Saja Karakter Pengusaha Versi Dedi Mulyadi?

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

KDM sapaan akrabnya membandingkan karakter pengusaha dengan politisi. Menurutnya, ada beberapa kesamaan dan perbedaan dari kedua peran ini.

Ia merincikan jenis politisi terbagi menjadi dua. Pertama, ada politisi ideologi. Kedua, terdapat politisi pragmatis.

Mantan Bupati Purwakarta ini mulanya menjelaskan politisi ideologis. Ia mengatakan, rata-rata mereka mempunyai cita-cita, tujuan, dan target terhadap masa depannya.

"Tapi kalau politik pragmatis itu kayak pedagang, sifatnya transaksional. Yang penting menjabat dapat honor, ketika menjabat bingung mau ngapain dia enggak ngerti," terangnya.

Gubernur Jabar itu menilai ada kesamaan dari pengusaha dan politisi menggunakan pola pikir ideolog. Keduanya sama-sama dikenal sebagai sosok pemikir.

Dalam hal ini, Dedi Mulyadi melihat fenomena dari para pengusaha sukses. Ia berpendapat kebanyakan mereka tidak pernah mempersoalkan terhadap penampilannya.

Ia menyebut rata-rata orang kaya lahir dari pengusaha cenderung lebih sederhana. Ia mencontohkan, mereka yang memiliki harta kekayaan berlimpah dari hasil dunia industri cuek dengan kondisinya.

"Banyak pengusaha kaya raya dengan industri di mana-mana tapi badannya kurus, kacamatanya tebal, bajunya lusuh, pakai HP-nya yang paling murah, rumahnya sederhana seperti itu," tuturnya.

KDM Soroti Karakter Pengusaha dalam Sinetron

Ilustrasi Pengusaha.
Ilustrasi Pengusaha.
Sumber :
  • Ist

KDM menyayangkan perspektif tentang karakter pengusaha selama ini cenderung dikenal sosok yang hidup glamor. Orang kaya yang sukses dari hasil usaha sulit menjalani hidup secara sederhana.

Ia justru menepis pandangan tersebut. Menurutnya, perspektif seperti ini harus diubah dari sekarang.

Dedi Mulyadi mengambil contoh perspektif tentang pengusaha dalam dunia sinetron. Dalam alur ceritanya menggambarkan pengusaha maupun orang kaya mempunyai gaya hidup yang mahal.

"10 tahun, 20 tahun ke belakang yang disebut dengan sinetron. Dalam sinetron, itu selalu dibuat cerita orang kaya, pengusaha menenteng tasnya paling mahal, mobilnya paling mahal, rumahnya paling bagus, setiap hari yang diomongin selingkuh," terangnya.

Mantan anggota DPR RI ini justru mempertanyakan gambaran pengusaha sulit terlepas dari gaya hidup glamor. Menurut pandangannya, orang sukses selalu memikirkan target dan masa depan.

"Nggak ada dalam dunia pengusaha begitu nggak ada. Pengusaha itu jangankan ngomongin selingkuh, setiap hari dia berpikir apa yang menjadi target hidupnya," tegasnya.

Ia meyakini bagi orang yang menerapkan pengurasaha ideologis. Hal ini akan membawa hasil untuk puncak nasibnya yakni mendapatkan kebahagiaan.

"Kebahagiaan pengusaha itu di mana? Mana kala produksinya sampai target, mana kala ide menciptakan satu barang yang kemudian barang itu bisa diterima di pasar," jelasnya.

Selain itu, kata KDM, kebahagiaan pengusaha tidak sekadar mengacu pada keberhasilan bisnis atau usahanya. Ia menyebut pengusaha yang sukses dapat melihat pekerja sejahtera.

"Ketika melihat para pekerjanya bisa bekerja dengan baik dan bisa memberikan kesejahteraan yang tinggi dari para pekerjanya. Itulah pengusaha," ucapnya.

Kenapa Membahas Karakter Pengusaha Sangat Penting?

KDM melihat fenomena di Indonesia. Dalam pandangannya, ia berpendapat karakter pengusaha di Indonesia sangat minim.

"Yang banyak di Indonesia itu, pedagang. Kalau kamu pedagang, harga barangnya berapa, kamu mau beli berapa, ke sini jual. Nah, kalau pedagang itu kadang-kadang nggak peduli dengan apapun, nggak peduli dengan bangunannya yang tidak pernah diurus, nggak peduli dengan toilet di tempat dagangnya yang kotor, nggak peduli apakah bangunannya melanggar sepadan atau tidak, yang penting untung. Itu pedagang," bebernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, menurut dia, pengusaha tidak pernah mempersoalkan tentang keuntungan. Maka dari itu, ia mengajak masyarakat Jabar mengubah pola pikir untuk menjadi pengusaha agar mencapai kebahagiaan di masa depan.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Prediksi 23 pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman siapkan nama baru, namun ada dua pemain skuad Garuda yang dipastikan absen.
Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT