Terobosan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tingkatkan Pendidikan Banjir Pujian, Dosen UPI Beri Pendapat Berkelasnya
- Antara
Bandung, tvOnenews.com - Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Isma Widiaty berbagi pendapat terkait gagasan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Beberapa bulan lalu, Dedi Mulyadi menyampaikan terobosan barunya. Gagasan dari KDM ini menyangkut pada peningkatan kualitas pendidikan sekolah di Jabar.
Dedi Mulyadi menginisiasikan adanya program Sekolah Manusia Unggul (Sekolah Maung). Kebijakan ini berbuah manis karena mendapat dukungan luas dari berbagai khalangan.
Menurut Isma, program ini sudah sepatutnya mendapat apresiasi dari akademisi, perguruan tinggi hingga komunitas alumni sekolah. Ia selaku dosen UPI juga mengapresiasi gagasan dari Dedi Mulyadi.
"Konsep Sekolah Maung merupakan pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif," ujar Prof. Isma dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Alasan Dosen UPI Apresiasi Sekolah Maung dari Gagasan Dedi Mulyadi
- Kolase SMAN 5 Bandung & tvOne/Cepi Kurnia
Ia memberikan alasan mengapresiasi program yang diinisiasikan oleh KDM. Menurutnya, konsep Sekolah Maung menjadi bukti pemerintah memberikan fasilitas terhadap siswa di Jabar.
Ia menambahkan, fasilitas yang diberikan berbasis pada potensi kecerdasan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menginginkan kecerdasan anak muda di atas rata-rata.
"Terobosan untuk memfasilitasi anak-anak dengan potensi kecerdasan di atas rata-rata," katanya.
Di Rapat Kerja Persiapan Penyelenggaraan Sekolah Maung di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Rabu (22/4/2026), Isma juga memposisikan diri sebagai perwakilan Komite SMAN 3 Bandung.
Di momen ini, Isma menyampaikan harapan besar dari gagasan KDM yang satu ini. Pelaksanaan Sekolah Maung setidaknya tetap mengaitkan dari sisi keunikannya.
Ia menginginkan program ini tidak menghilangkan budaya Sunda. Menurutnya, bagian tersebut sangat penting sebagai ciri khas pendidikan yang selama ini dijalankan di Jabar.
Dosen UPI itu juga berharap pengawalan pada penerapan Sekolah Maung. Pemerintah harus mengutamakan pembenahan sistem penerimaan siswa.
Selain itu, Pemprov Jabar juga melakukan penguatan terhadap sumber daya manusia (SDM) guru, kurikulum hingga sarana-prasarana. Ia meyakini program ini semakin mendapat banjir pujian dari publik.
"Kami mendukung penuh dan berharap program ini dapat segera terealisasi pada 2026," ucapnya.
Mewakili UPI, Prof. Ahmad Yani juga menyampaikan dukungan serupa. Ia ikut memberikan penilaian terhadap sekolah Sekolah Maung.
Menurutnya, konsep program ini menjadi inovasi pendidikan yang akan mengangkat kearifan lokal. Hal ini tentu akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kecerdasan anak-anak.
"Kami melihat konsep Sekolah Maung ini sangat luar biasa karena mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan utama," jelasnya.
Ia menegaskan, UPI siap memberikan kontribusi nyata untuk program yang digagas KDM. Pasalnya, kebijakan ini menyangkut pada pengembangan kurikulum, sarana-prasarana hingga konsep pembelajaran.
"Kami tidak hanya mendukung secara narasi, tetapi juga siap berkontribusi nyata," imbuhnya.
Sementara, Direktur Persiapan Bersama di Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB, Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor turut memberikan komitmen institusinya. ITB mendukung peningkatan kompetensi siswa dan guru di Provinsi Jabar.
"Kami berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kapasitas siswa serta guru di Jawa Barat," tegas Fatimah.
Ia pun menyampaikan harapan dari kolaborasi tersebut. Ia menginginkan generasi unggul terus bermunculan dan mereka siap menjadi pemimpin di masa depan.
Akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad), drg. Erli Sarilita ikut mendukung gagasan yang dibentuk Gubernur Jabar. Ia memberikan penilaiannya bahwa program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM terutama di bidang STEM.
"Kami berharap program ini mampu mencetak generasi yang memiliki daya saing tinggi, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Ke depan, mereka diharapkan dapat kembali berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat," ucap Erli dengan penuh harapan.
Ketua Harian Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung, Gun Gun Saptari Hidayat berpendapat terkait program Sekolah Maung. Baginya, kebijakan ini menjadi momentum penting pendidikan di Jabar menunjukkan kemajuan secara pesat.
"Kami berharap Sekolah Maung menjadi titik awal kebangkitan pendidikan di Jawa Barat," tukasnya.
Dedi Mulyadi Ungkap Perkembangan Program Sekolah Maung
Belakangan ini, Dedi Mulyadi memberikan kabar terbaru dari program ini. Mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan peluncuran Sekolah Maung terjadi pada 2026.
Ia menyampaikan bahwa, Pemprov Jabar sedang mengidentifikasi sekolah yang dinilai unggul. Nantinya, sekolah-sekolah tersebut akan menjadi bagian pelaksanaan program Sekolah Maung.
"Sekolah Maung nanti tahun pelajaran ini dimulai, sekarang sudah identifikasi dan nanti diberlakukan yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi," ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Kamis (23/4/2026).
Ia mengatakan, siswa dari akademik dan prestasi non-akademik dipastikan mendapat tempat mengikuti program ini. Contoh yang non-akademik, mulai dari olahraga, seni hingga industri kreatif.
Pembagian kelasnya, kata KDM, berbasis minat dan bakat siswa. Selain itu, proses sistem penerimaan siswa tidak jauh berbeda karena harus melalui proses pendaftaran, seperti seleksi prestasi akademik maupun non-akademik.
KDM menyinggung persoalan pembiayaan. Mantan anggota DPR RI ini memastikan bagian ini gratis, dengan catatan Pemprov Jabar tengah membicarakan skema kontribusi sukarela dari orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi seperti berpenghasilan di atas Rp10 juta.
(hap)
Load more