News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Sampai Heran, Kok Bisa Ada Warganya yang Berutang hingga Jual Tanah Demi Gelar Hajatan Nikah Mewah

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat mengaku heran ketika mendengar banyak kasus warga di KUA Jonggol yang menggelar hajatan nikah mewah tetapi harus berutang.
Jumat, 17 April 2026 - 11:42 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengaku heran dengan warganya yang sampai jual harta bendanya demi melaksanakan hajatan pernikahan mewah.

Hal itu disampaikan oleh Dedi Mulyadi ketika dirinya menyambangi Kantor Urusan Agama (KUA) di daerah Jonggol, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktivitas Dedi Mulyadi yang kerap turun langsung ke masyarakat kerap dinantikan publik. Apalagi, KDM juga mengunggahnya di media sosial.

Tidak hanya peduli dengan keseharian warganya, namun KDM juga menggabungkannya dengan tingkah jenaka yang menimbulkan tawa.

Kendati demikian, tidak jarang jika Dedi Mulyadi terlihat terperangah ketika melihat bagaimana aktivitas warganya di tempat yang dia datangi.

Salah satunya adalah saat KDM mendadak kunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) Jonggol, Jawa Barat dan menemui warga sekitar beberapa waktu lalu.

Dedi Mulyadi Heran dengan Warga yang Gelar Hajatan Mewah tapi Berutang

Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Alasan Dedi Mulyadi datang ke KUA Jonggol adalah karena mendapat laporan kalau banyak warga di sana yang menikah sambil menggelar hajatan mewah.

Walau begitu, hajatan mewah yang digelar oleh warga Jonggol tersebut berasal dari utang bahkan tidak jarang sampai menjual harta bendanya seperti tanah.

Mendengar laporan tersebut, Dedi Mulyadi langsung bertanya kepada petugas KUA Jonggol. KDM mengatakan jika hal itu seperti memaksakan diri.

“Bener ga pak banyak yang nikah memaksakan diri?,” tanya Dedi Mulyadi kepada petugas KUA Jonggol di Instagram @dedimulyadi71.

Petugas KUA Jonggol pun tidak mengelak dengan pertanyaan dari KDM tersebut. Tak sedikit dari warga setempat yang menjual tanahnya untuk gelar hajatan mewah.

“Betul sekali pak. Memaksakan begitu, jadi memaksakan untuk hajat, setelah hajat dia bingung, akhirnya punya tanah sedikit jual, itu yang saya katakan kena gempa pak bergeser (dijual),” jawab petugas KUA Jonggol.

“Setelah itu pihak perempuannya melahirkan, kemudian laki-laki cerai karena alasan ekonomi atau karena punya yang lain, akhirnya cucunya jadi beban untuk ibunya, bener ga pak?,“ tanya KDM lagi.

“Jadi satunya itu menanggung bekas kita, dua beban kehamilan, tiga beban kelahiran, yang keempat beban ngurus bayi. Nanti saya sumbang baju pengantin,“ tambahnya.

KDM Sumbang Baju Pengantin ke KUA Jonggol

Dedi Mulyadi cek kondisi KUA
Dedi Mulyadi cek kondisi KUA
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

Setelah membicarakan soal warga Jonggol yang memaksakan gelar hajatan pernikahan mewah dari hasil utang, KDM pun menberikan bantuan kepada KUA setempat.

Selain menawarkan bantuan baju pengantin, Dedi Mulyadi juga berencana untuk merenovasi bangunan Kantor Urusan Agama di Jonggol tersebut.

Lebih lanjut, KDM juga memberikan uang tunai senilai Rp10 juta untuk keperluan operasional dari Kantor Urusan Agama (KUA) di Jonggol.

“Jadi yang pengantin ke sini boleh dong pakai baju pengantin yang ada di sini,” kata KDM.

“Kita coba lah nanti ruangan ini kita tata secara estetik, menjadi ruangan nikah yang memadai,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di akhir pertemuannya, KDM tak lupa memberikan uang dalam amplop kepada seorang ibu. Dedi Mulyadi bahkan bercanda sambil menggoda janda beranak dua tersebut.

(han)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT