Tak Anti Kritik, Dedi Mulyadi Justru Berterima Kasih pada Warga yang Soroti Rumitnya Bayar Pajak Kendaraan
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah mulai melakukan pembenahan di sejumlah ruas jalan, seperti penghalusan jalan, pembangunan drainase, pemasangan PJU, hingga pengecatan marka jalan.
Menurut Dedi, perbaikan infrastruktur ini akan dilakukan secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan.
“Rencana saya, tahun ini fokus jalan provinsi. Tahun depan mulai masuk ke jalan kabupaten dan desa. Targetnya itu di 2029, semua terhubung, dari desa ke kabupaten, ke provinsi, hingga nasional dan tol,” paparnya.
Konsep konektivitas ini menjadi bagian dari visi besar pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, di mana tidak ada lagi jalan yang terputus antarwilayah.
Dalam diskusi tersebut, Lantang juga menyampaikan harapannya agar kemudahan pelayanan pajak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak.
"Ketika jalan infrastrukturnya memang kerasa enak, pasti warga pun dengan senang hati buat bayar pajak," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Dedi menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membuka akses layanan yang mudah, cepat, dan transparan.
Ia bahkan mengungkapkan tengah memikirkan inovasi layanan berbasis digital untuk mempermudah proses administrasi kendaraan.
“Saya lagi berpikir, bagaimana urusan mutasi atau cabut berkas itu tidak lagi rumit. Mungkin bisa dilakukan secara online,” kata Dedi Mulyadi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk menyesuaikan pelayanan publik dengan perkembangan teknologi, sekaligus mengurangi potensi birokrasi yang berbelit.
Sikap terbuka Dedi Mulyadi terhadap kritik ini mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Banyak yang menilai pendekatan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada kepentingan publik. (adk)
Load more