Kades Tak Terima Pungli Dihapuskan di Jembatan Cirahong, Begini Kata Dedi Mulyadi
- Instagram @dedimulyadi71 dan @sundalandmedia
tvOnenews.com - Kepala Desa (Kades) setempat melayangkan kebertannya atas kebijakan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Polemik soal Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memasuki babak baru.
Setelah sebelumnya ada aduan dari warga kepada Gubernur Dedi Mulyadi terkait maraknya praktik pungutan liar (pungli) di sekitar jembatan, KDM dengan sigap menangani permasalahan tersebut.
Langkah awal yang dilakukan Dedi Mulyadi menanggapi pengaduan ini adalah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memasang spanduk bertuliskan "Tidak Dipungut Biaya" pada Minggu (5/4/2026).
Alih-alih memberi respons positif dengan kebijakan yang dilakukan KDM, Kades Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Dian Cahyadinata SH, menunjukan ketidaksetujuannya.
- Instagram @sundalandmedia
Melansir dari unggahan di akun @sundalandmedia, Kades tersebut tidak terima dan meminta agar penggunggah yang memviralkan jembatan Cirahong ditemukan dan diusut.
"Panggil, usut penggugah akun yang memviralkan pertama kali mengunggah berita tentang pungli ini," ucapnya, dilansir Sabtu (11/4).
Kades tersebut menuntut agar penyebar video melakukan klarifikasi apakah dia warga sekitar yang memang sering melewati jembatan Cirahong atau hanya pendatang yang hanya ingin mencari sensasi.
"Kita harus tahu, maksud tujuannya dia mempublikasikan itu ingin akunnya terkenal atau punya maksud lain, kan harus diklarifikasi," ucapnya.
Untuk itu, Dian meminta agar KDM lebih bijak dalam menanggapi permasalahan tersebut.
"Bapak Gubernur tolonglah bijaksana dalam menyikapinya, jangan menyikapinya hanya karena ingin terkenal atau pun lain sebagainya," kata Dian.
Ia berharap Gubernur Jawa Barat itu bisa melihat aspek lain seperti dampaknya untuk sekitar, terutama masalah keamanan.
Dian juga menegaskan bahwa nasib 40 orang yang terdampak harus juga diperhatikan. Menurutnya, mereka adalah petugas relawan bukan pungli.
- Instagram/dedimulyadi71
"Adanya petugas relawan yang bertugas berjaga di situ, ini mah muklis keinginan dorongan hati nurani dari petugas relawan yang ingin agar lalu lintas dari arah Ciamis ke Tasik atau sebaliknya supaya tidak terjadi kecelakaan, supaya lalu lintasnya lancar," ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa ada paguyuban yang mengkoordinir petugas relawan tersebut untuk jaga bergiliran.
Dengan adanya kebijakan yang dibuat KDM hal tersebut sangat berpengaruh pada hilangnya pekerjaan relawan yang bertugas menurut Dian.
Menanggapi pernyataan Dian, Dedi Mulyadi menyebut bahwa ini bukan kali pertama dia melewati jembatan Cirahong, bahkan dirinya sempat lewat kesana saat belum menjabat sebagai Gubernur.
Menurut Dedi, jembatan itu memang perlu perhatian dari pemerintah setempat agar jembatan bisa lebih nyaman dilewati.
"Saya membuat kebijakan untuk melakukan perbaikan walaupun itu bukan kewenangan Provinsi, tetapi karena digunakan oleh warga maka Pemerintah Provinsi mengambil keputusan diperbaiki," kata KDM.
- Instagram/@dedimulyadi71
Kemudian, nantinya daerah sekitar jembatan tersebut juga akan ditata agar lebih rapi dan nyaman.
Mulai dari menambahkan lampu sebagai pencahayaan dan estetika, pelebaran jalan, penambahan area parkir, hingga warung-warung yang nantinya akan lebih diperhatikan.
Kemudian, untuk masalah keamanan yang dikhawatirkan oleh Dian, KDM menjawab bahwa itu adalah tanggung jawab bersama.
"Sedangkan untuk keamanan ketika malam, menurut saya keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab aparat, tanggung jawab warga di lingkungan untuk menjaga keamanannya di lingkungan masing-masing," paparnya.
Terakhir, Dedi Mulyadi juga menegaskan untuk seluruh warga Jabar bisa sama-sama mewujudkan tata lingkungan yang nyaman dan bebas dari pungli.
"Yuk, mari kita bersama-sama mewujudkan tata lingkungan di Provinsi Jawa Barat yang aman, nyaman, bagi seluruh warga, dan terbebas dari berbagai pungutan atau pun sumbangan apa pun namanya," tandasnya.
(nka)
Load more