KDM Ngamuk! Dedi Mulyadi Bongkar Kinerja Melempem Dispar Subang: Gubernur Aja Dicuekin Apalagi Rakyat
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi ngamuk kepada Dinas Pariwisata Subang yang dinilai mengabaikan tugasnya.
Momen itu terjadi pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Subang, pada Senin (6/4/2026).
Awalnya, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menyinggung soal Suku Sunda yang terikat pada leluhurnya yang disebut karuhun, namun disalah artikan sebagai mistisisme.
Padahal, di negara lain karuhun itu melahirkan konstitusi sehingga di masa depan negaranya tetap terjaga.
Pemikiran tersebut harus diperbaiki dengan menjaga dan merawat Tanah Air mulai dari menjaga kebersihan dan keteraturan.
Maka pemerintah harus melakukan tindakan atau aksi secara cepat dan tidak bisa terlalu lama didiskusikan.
“Kalau kita membuka ruang terus-terusan lebih banyak diskusinya daripada tindakannya, Anda akan depresi menghadapi berbagai multi kepentingan pada setiap lingkungan,” ungkap Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi di DPRD Subang, pada Senin (6/4/2026).
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Menurut KDM, Kabupaten Subang telah tumbuh menjadi Kabupaten Pertanian dan Kabupaten Industri. Maka daerah tersebut akan maju jika dapat memadukan kedua aspek tersebut.
Bila telah berhasil maka akan terlihat efeknya pada bidang pariwisata.
“Saya selalu menyampaikan, Pariwisata adalah efek bukan tujuan. Kalau sawah, sungai, kota, kampung semua di urus. Sungainya jernih, laut bebas sampah, kabel-kabel berseliweran dikubur dibawah tanah, jalan-jalan tertata, lebar, halus. Nggak usah kita promosi,” ujarnya.
“Nggak usah pakai Dinas Pariwisata, nggak usah!” ketus KDM.
Dedi Mulyadi mengatakan tak perlu repot untuk mempromosikan pariwisata. Bila daerah tersebut telah tertata dengan rapi, maka pariwisata akan ramai di media sosial.
Secara otomatis pariwisata Subang akan meningkat tanpa mengeluarkan biaya APBD untuk promosi.
“Cukup posting di media sosial, orang sudah rame. Hari ini banyak vlogger, hari ini banyak aktivis media sosial yang tiap hari kerjaannya adalah menceritakan jalan baik dan menceritakan jalan jelek, menceritakan daerah indah,” jelas Gubernur Jabar itu.
“Semua nggak usah lagi dipromosikan sama kita. Nggak usah pakai biaya APBD. Nanti juga akan datang orang,” sambungnya.
Load more