Seorang Nenek Kejar Dedi Mulyadi di Jalur Sumedang, Ucapannya Bikin Kaget KDM
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Kegiatan Dedi Mulyadi saat melakukan penelusuran di jalur rawan longsor di Sumedang mendadak menarik perhatian warga.
Dalam tayangan YouTube terbarunya, Dedi terlihat menyusuri jalan menggunakan sepeda motor sambil meninjau kondisi tanah yang berpotensi longsor.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi bahkan meminta timnya untuk segera menanam bambu di area tertentu agar tanah menjadi lebih kuat dan tidak mudah longsor.
![]()
Dedi Mulyadi dan Nenek Asal Pasar Minggu. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Namun, aktivitas itu justru memancing keramaian warga yang penasaran dan ingin bertemu langsung dengannya.
Mulai dari orang tua hingga anak-anak tampak berdatangan ke lokasi. Mereka rela berhenti di tengah perjalanan hanya untuk bersalaman dan berfoto dengan Dedi Mulyadi.
Bahkan, sejumlah warga yang tengah dalam perjalanan pulang kampung dan hendak kembali ke Jakarta turut menyempatkan diri untuk singgah.
Di tengah keramaian tersebut, muncul momen yang mencuri perhatian. Seorang nenek asal Pasar Minggu terlihat sangat antusias saat bertemu dengan Dedi Mulyadi.
Ia langsung menghampiri sambil mengucapkan, “Astagfirullahaladzim, astagfirullahaladzim, La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.”
Melihat hal itu, Dedi Mulyadi sempat menanyakan kondisi sang nenek, “Dari Jakarta, Pasar Minggu,” ujar sang nenek.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi pun merespons dengan santai, “Saya Pasar Senen. Lagi apa, Ibu, di sini?” tanya Dedi Mulyadi.
Nenek itu kemudian menjelaskan bahwa dirinya baru saja pulang dari kampung halaman, “Lagi pulang dari pedesaan, Sumedang,” jawabnya.
“Jadi habis silaturahmi?” lanjut Dedi Mulyadi.
“Iya, Subhanallah,” balas sang nenek.
Percakapan berlanjut ketika Dedi Mulyadi mengetahui bahwa suami nenek tersebut telah meninggal dunia. Ia pun sempat melontarkan candaan, “Cari suami di Sumedang,” ujar Dedi Mulyadi.
Namun, jawaban nenek tersebut justru membuat suasana menjadi haru, “Sudah enggak, Pak. Doain biar panjang umur, biar sehat, ya Allah,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, nenek tersebut juga meminta foto bersama. Meski anaknya sempat menyuruhnya mengakhiri percakapan agar tidak mengganggu aktivitas, ia justru kembali berbicara.
“Umur saya 80 tahun,” ungkapnya.
Ia juga sempat menceritakan keluarganya, mulai dari menantu laki-laki, satu orang anak, hingga tiga orang cucu.
Setelah momen hangat tersebut berakhir, Dedi Mulyadi kembali dikerumuni warga lainnya yang ingin bersalaman.
Interaksi sederhana di pinggir jalan itu menjadi potret kedekatan Dedi Mulyadi dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan kisah haru dari seorang nenek yang penuh doa dan ketulusan.
(anf)
Load more