Dedi Mulyadi Tak Mau Salah Langkah, Minta Waktu Cari Solusi Masalah Vina Cirebon dan Mantan Mertua
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan setelah menangani kasus Vina, warga Desa Gombang, Cirebon, yang mengaku menjadi korban pengantin pesanan di China.
Dalam upayanya menyelesaikan persoalan tersebut, Dedi Mulyadi memilih berhati-hati dan meminta waktu untuk mencari solusi terbaik agar tidak merugikan kedua belah pihak.
Kasus ini mencuat setelah Vina mengaku disekap oleh sesama WNI di China dan kesulitan pulang karena dokumen pentingnya ditahan.
![]()
Dedi Mulyadi mempertemukan Vina dan Mantan Mertua. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Melalui video di media sosial, Vina meminta bantuan langsung kepada Dedi Mulyadi untuk bisa kembali ke Indonesia.
Merespons hal tersebut, mantan mertua Vina bahkan datang langsung dari Tiongkok ke Lembur Pakuan untuk memberikan klarifikasi.
Pertemuan antara kedua pihak pun difasilitasi oleh Dedi Mulyadi guna meluruskan informasi yang beredar.
Dalam pertemuan itu, Nisa yang bertindak sebagai penerjemah menjelaskan situasi dari pihak keluarga pria.
“Ya, dia kalau misalnya si Vinanya speak up, jadi dia merasa tidak enak, karena kan dia niatnya dari awal itu baik. Terus saya yang dari awal menerjemahkan si Vina dari awal, saya yang nemenin ke China karena dari keluarga si Vina ini enggak ada yang bisa nemenin, Vinanya juga minta tolong ke aku,” ujar Nisa dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi.
Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan bahasa menjadi kendala utama, “Terus dianya juga kan belum bisa bahasa, terus dari keluarganya si Vina pun katanya ini minta tolong aja dari keluarga kita udah pada tua-tua katanya gitu, nggak ada yang bisa nemenin ke sana. Jadi saya di situ cuma bener-bener terjemahin aja.”
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi tampak keheranan. Ia bahkan sempat memejamkan mata saat mengetahui Vina tidak memahami bahasa maupun budaya China, termasuk sosok pria yang menikahinya.
Pihak mantan mertua Vina pun memberikan klarifikasi melalui penerjemah, “Kalau permintaan mertuanya ini kan kita kenalnya baik-baik pak, berakhir juga baik-baik.”
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa persoalan hukum harus dipahami dengan baik oleh Vina.
“Harus dipahami juga karena nikahnya kan resmi, harus dipahami ininya tuh nggak bisa lagi nikah dengan yang lain. Di undang-undang Chinanya harus cerai dulu sama kamu, itu masalahnya,” jelasnya.
Nisa kembali menjelaskan bahwa proses perceraian di China memiliki aturan berbeda, “Jadi pihak ayahnya ini minta si Vinanya mau enggak mau harus ke sana buat ngurus cerai. Karena kalau di sana itu kan foto berdua kayak gini nih pak, maksudnya pernikahan kan foto berdua, pas cerai pun harus foto berdua gitu.”
Ia juga menekankan bahwa pihak keluarga pria ingin menyelesaikan masalah secara baik-baik, “Dari pihak keluarga si laki-laki mah pengennya karena kita ininya baik-baik ya pak, dia inginnya pisahnya baik-baik gitu.”
Bahkan, solusi pendampingan juga sempat disampaikan, “Nanti misalnya si Vina ini takut sendirian kan bisa ditemani pamannya atau sama siapa ke sana buat urus cerai doang, nanti setelah selesai cerai dia balik lagi ke sini.”
Namun, Dedi Mulyadi melihat adanya perbedaan sistem hukum antara Indonesia dan China, “Beda dengan Indonesia ya, di Indonesia mah kalau satu sudah pergi, tidak menjalankan kewajiban, nantikan bisa diputus oleh pengadilan asal melakukan gugatan kan.”
Ia pun mencoba mencari alternatif solusi, termasuk kemungkinan menggunakan kuasa hukum atau surat keterangan WNA yang telah kembali ke Indonesia.
Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul dari pihak keluarga pria, “Solusinya gimana? Soalnya nanti anaknya dia enggak bisa nikah lagi,” ujar Nisa menyampaikan pesan tersebut.
Dalam situasi yang cukup rumit ini, Dedi Mulyadi akhirnya mengambil sikap untuk tidak tergesa-gesa.
“Oke, kasih saya waktu ya kan. Kan ada nomornya, nanti saya bicarakan dari sisi hukumnya ya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan prinsip yang dipegang dalam menangani kasus ini, “Nanti kasih saya waktu, saya cari solusi karena bagi saya juga, ke sini saya harus melindungi, ke sana juga tidak boleh menyakiti. Karena dua-duanya walaupun beda negara, beda agama adalah manusia yang harus saling dihargai, itu prinsip hidup saya.”
Diketahui, mantan mertua Vina berada di Indonesia hingga 23 Maret. Keputusan akhir pun akan disampaikan setelah Dedi Mulyadi menemukan solusi terbaik.
“Nanti keputusannya seperti apa nanti bapak kabarin,” ujar Nisa.
“Saya nanti kabarin mbak, kan ngerti bahasanya mbak. Ya nanti kalau seumur hidup enggak boleh nikah kan kasihan,” tutup Dedi Mulyadi.
(anf)
Load more