Sindiran Keras Gubernur Dedi Mulyadi ke Pedagang Nanas, Sudah Difasilitasi Kios Gratis Tapi Masih Tak Tertib
- Instagram/dedimulyadi71
Lebih lanjut, KDM juga menyinggung soal perilaku sebagian pedagang yang dinilai kurang menghargai fasilitas yang telah diberikan secara gratis.
“Pedagang itu kadang pelit begitu. Tempat ingin tapi tidak mau bayar. Sampah dibuang sembarangan,” ujarnya.
Pernyataan ini langsung menjadi perhatian, mengingat fasilitas kios tersebut diberikan tanpa biaya kepada para pedagang.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kios yang dibangun oleh pemerintah diberikan secara gratis kepada para pedagang.
Saat salah satu pedagang bertanya apakah kios tersebut akan disewakan atau gratis, KDM menjawab singkat, “Gratis.”
Tak hanya itu, ia juga menginstruksikan kepada jajarannya untuk memberikan bantuan dana sebesar Rp1 juta kepada setiap pedagang, guna membantu proses pemindahan barang ke kios baru.
“Kasih satu pedagang satu juta ya,” perintahnya.
Namun, ia juga memberikan peringatan tegas bahwa jika pedagang tidak mengikuti aturan, maka fasilitas tersebut bisa saja dicabut.
“Kalau tidak nurut, kiosnya saya lepas saja,” tegasnya.
Program relokasi pedagang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.
Selain itu, penataan ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan dari sisi estetika.
Kang Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan kios dilakukan dengan harapan besar agar tidak ada lagi kesemrawutan di kawasan tersebut.
Langkah ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam menggabungkan penataan ekonomi rakyat dengan pelestarian budaya lokal, melalui penggunaan desain arsitektur khas Sunda yang memiliki nilai estetika. (adk)
Load more