Terungkap, Begini Fakta Kehidupan Nizam Syafei di Ponpes dan Kehadiran Ibu Tirinya
- Fakta tvOne
tvOnenews.com - Terungkap, begini fakta kehidupan Nizam Syafei selama menempuh pendidikan di pondok pesantren serta bagaimana kehadiran ibu tirinya disebut oleh pihak pengelola ponpes tempat ia belajar.
Nizam diketahui tidak setiap hari berada di rumah. Ia merupakan seorang santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif yang berlokasi di Kampung Cileungsir/Sodong, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Aktivitas Nizam di lingkungan pesantren pun kini menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai pernyataan dari pihak keluarga.
Sebelumnya, ibu tiri Nizam sempat menyebut bahwa kondisi kesehatan Nizam sudah menurun sejak pulang dari pondok pesantren. Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kehidupan Nizam selama berada di lingkungan pesantren.
Untuk menelusuri hal tersebut, tim Fakta tvOne mendatangi langsung Pondok Pesantren Darul Ma’arif guna meminta keterangan dari pihak pesantren mengenai aktivitas dan kehidupan sehari-hari Nizam selama menjadi santri di sana.
Dalam wawancara tersebut, jurnalis Fakta tvOne, Christanti Yosefa, menanyakan sejak kapan Nizam mulai belajar di pesantren tersebut.
“Kami dari tim Fakta tvOne. Mendengar begitu ya tentang cerita tentang Nizam sehari-hari di sini menjadi mulai sejak kapan Pak Ustaz?” tanya Christanti Yosefa.
Menanggapi pertanyaan tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Abdurohman, menjelaskan bahwa Nizam mulai masuk ke pesantren pada pertengahan tahun 2025.
“Waktu tanggal 9 Juli 2025 beliau masuk ke sini,” ujar Abdurohman.
Lebih lanjut, Christanti Yosefa kembali memastikan apakah Nizam benar-benar pernah tinggal dan belajar di pesantren tersebut.
“Di sini juga kah? Di sini pernah Nizam?” tanya Christanti Yosefa.
Abdurohman pun membenarkan bahwa Nizam memang pernah tinggal di pesantren tersebut, meskipun sempat berpindah kamar selama berada di lingkungan ponpes.
“Di sini pernah Nizam di sini. Terus ya maklum anak kan ada yang ngajak ke situ, dia pindah juga ke situ dan terakhir-terakhir dia tinggal di kamar yang di sebelah situ ya,” jelasnya.
Percakapan kemudian berlanjut mengenai bagaimana awal mula Nizam bisa terdaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.
Christanti Yosefa kembali bertanya, “Bisa diceritakan awalnya Nizam mendaftar ke sini itu seperti apa?”
Abdurohman menjelaskan bahwa awalnya ia menerima telepon dari seseorang bernama Haji Isep yang meminta agar Nizam bisa dititipkan untuk belajar di pesantren tersebut.
“Waktu itu ada yang nelepon kepada saya itu Bapak Haji Isep. Bapak Haji Isep kata beliau, ‘Pak Ustaz, saya titip anak saya.’ Kata beliau ‘siapa, Pak? Nizam katanya gitu atau Raja. Kalau di sini Raja waktu itu. Anak yang mana, Pak?’ kata saya gitu karena dia anaknya banyak. Kata dia, ‘Sebetulnya bukan anak saya, ini anak Awang katanya atau Bapak Anwar Satibi kan di sini inisialnya Awang gitu ya,’” ungkap Abdurohman.
Ia juga menambahkan bahwa setelah beberapa waktu, ayah Nizam, yakni Anwar Satibi, datang langsung ke pesantren untuk memastikan keberadaan anaknya di sana.
“Tapi anggap saja anak saya kata dia. Udah itu selang berapa bulan Pak Anwar datang bahwa anaknya itu almarhum,” lanjutnya.
Abdurohman kemudian menegaskan bahwa yang mengantarkan Nizam pertama kali ke pesantren adalah ayah kandungnya.
“Yang mengantarkan itu ayahnya Pak Anwar Satibi,” ujarnya.
Selain itu, Abdurohman juga mengungkapkan siapa saja yang selama ini diketahui pernah datang menjenguk Nizam selama ia menempuh pendidikan di pesantren tersebut.
“Selama dia di sini yang saya tahu yang ngejenguk cuman tiga orang. Yang pertama itu ayahnya atau Anwar Satibi. Yang kedua Pak Haji Isep. Yang ketiga itu pernah nitipkan kepada saya saudaranya Mbah Sair namanya gitu. Tapi yang lebih sering itu Pak Anwar dan Pak Haji Isep,” jelasnya.
Dalam keterangannya, Abdurohman juga menyebut bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan ibu tiri Nizam selama korban menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.
“Ibu tirinya saya enggak pernah, enggak kenal gitu. Ibu tirinya juga belum pernah menitipkan apalagi ngejenguk di sini, belum pernah,” ungkap Abdurohman.
Keterangan dari pihak pesantren ini pun menjadi salah satu gambaran mengenai kehidupan Nizam Syafei selama berada di lingkungan ponpes. Pernyataan tersebut juga menambah informasi baru terkait siapa saja yang diketahui pernah datang menjenguk Nizam selama menjalani pendidikan di pesantren.
Hingga kini, berbagai fakta terkait kehidupan Nizam masih terus menjadi perhatian publik, terutama setelah sejumlah pihak memberikan keterangan dari sudut pandang masing-masing.
(anf)
Load more