KPAI Sebut Kematian Nizam Diduga Dianiaya Ibu Tiri dan Ayah Kandung Termasuk Kasus Filisida
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Kasus meninggalnya Nizam Syafei atau NS (12) menjadi sorotan publik setelah bocah tersebut diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu tirinya.
Nizam menghembuskan nafas terakhir di RSUD Jampangkulon, Sukabumi, usai menjalani perawatan intensif akibat luka bakar dan memar yang ditemukan di hampir seluruh tubuhnya.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah menetapkan ibu tirinya, Teni Ridha (46), sebagai tersangka dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak.
Di sisi lain, ibu kandung Nizam, Lisnawati, turut angkat bicara dan menduga adanya peran ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), dalam peristiwa tragis tersebut.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, kekerasan terhadap Nizam disebut tidak terjadi hanya sekali.
Bocah asal Sukabumi, Jawa Barat itu diduga telah mengalami perlakuan kasar sejak masih kecil.
Kekerasan tersebut tidak hanya dituding dilakukan oleh ibu tiri, tetapi juga oleh ayah kandungnya sendiri.
NS disebut kerap dipukul dan ditampar, bahkan intensitasnya dilaporkan meningkat dalam empat tahun terakhir.
“Kami bertemu dengan keluarga dan kami juga bertemu dengan tetangga. Kami mendapatkan informasi bahwa yang melakukan kekerasan tidak hanya ibu tetapi ayah,” ungkap Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi III DPR RI pada Senin (2/3/2026).
“Dari tetangga dan keluarga besar, uak. Itu sudah terjadi terutama lebih intens empat tahun terakhir,” sambungnya.

- tvOneNews
Saat meminta keterangan dari keluarga besar dan warga sekitar, diperoleh informasi bahwa ayah dan ibu tiri Nizam sebenarnya telah berkali-kali diingatkan agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak tersebut.
Namun, peringatan itu disebut tidak pernah digubris, karena keduanya memilih mengabaikan nasihat dari orang-orang di sekitarnya.
“Ketika saya tanya kepada keluarga dan juga tetangga, apakah tidak ada yang mengingatkan? Keluarga besar mengatakan telah mengingatkan. Tetapi jawaban dari ayah, ‘itu anak saya, itu urusan saya,” jelas Diyah.
“Setelah itu, beberapa kali ibu tiri juga melakukan kekerasan dan diingatkan oleh keluarga besar. Alasannya sama, bahwa ‘itu anak saya, jadi itu urusan saya’. Setelah demikian makan keluarga besar dan juga tetangga tidak ada yang berani untuk mengingatkan kembali,” lanjutnya menjelaskan.
Load more