Fakta Terbaru Kasus Nizam Syafei: Ibu Tiri Ungkap Pembiaran Anwar Satibi Saat Nizam Sakit
- tvOneNews
tvOnenews.com - Fakta terbaru kasus Nizam Syafei mengemuka setelah ibu tirinya mengungkap dugaan pembiaran yang dilakukan Anwar Satibi saat Nizam dalam kondisi sakit.
Hal tersebut disampaikan kuasa hukum ibu tiri, Acong Latif, saat menjelaskan keterangan kliennya kepada penyidik. Dalam pemeriksaan, ibu tiri membeberkan sejumlah hal yang berkaitan dengan kondisi Nizam selama tinggal bersama ayah kandungnya.
Sebelum mengungkap soal dugaan pembiaran, Acong juga menyinggung adanya narasi yang disebut dibangun oleh ayah kandung kepada Nizam terkait keberadaan ibu kandungnya.
“Artinya itu yang dibangun ke pikiran Nizam, ya mungkin biar Nizam ini tidak mencari, biar Nizam tidak mau menemui. Karena setiap mau menemui, dimarahi. Setiap pamit misalnya, setiap mempertanyakan ibu kandungnya itu langsung dimarahi, ibunya sudah enggak ada gitu. Kira-kira begitu, tapi pakai bahasa Sunda, ibunya sudah tidak ada. Bahkan ya itulah yang dibangun bahwa ibunya ini sudah meninggal,” ujar Acong Latif dalam unggahan YouTube Intens Investigasi (4/3/2026_.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang disampaikan, Nizam dibawa oleh ayahnya sejak usia tujuh tahun dan kemudian tinggal bersama ibu tirinya.
“Jadi, Nizam ini diambil oleh bapaknya, bukan ikut ya, tapi diambil oleh bapaknya. Ini kan keterangan dari ibu kandungnya di beberapa podcast pun disampaikan, kan dibawa kabur lah kira-kira begitu. Jadi, Nizam ini dibawa atau diambil oleh Anwar, oleh bapaknya ini dari umur 7 tahun. Dari umur 7 tahun dibawa dan hidup bersama TR selaku ibu tirinya. Di situlah ibu tirinya pun merawat, ibu tirinya pun memberi makan, ibu tirinya pun memberi kasih sayang. Kenapa demikian? Karena yang punya pekerjaan selama ini kan memang ibu tirinya yang punya pekerjaan tetap, punya gaji tetap. Itu kan ibu tirinya TR kan, berarti memang hidup dari TR ini gitu,” jelasnya.
Bagian yang menjadi sorotan dalam fakta terbaru kasus Nizam Syafei adalah dugaan pembiaran saat Nizam sakit di pesantren.
“Nah, selama tinggal pun T ini juga menyampaikan memang ada pembiaran yang dilakukan terhadap Nizam ini oleh bapak kandungnya. Apa pembiarannya? Seperti yang saya sampaikan juga sebelumnya, saat Nizam ini sakit di pesantren, saat Nizam ini sakit di pesantren dapat kabar bahwasanya Nizam ini sakit dan Nizam ini ngechatnya enggak ke bapak kandungnya, tapi ke ibu tirinya dulu. Kira-kira kalau bahasa Indonesia mah, ‘Nizam sakit’ gitu loh. Sakit apa ya mungkin karena kedinginan selama ini tidur di masjid gitu. Itu isi chatnya ini fakta. ‘Nah, istirahat,’ katanya kan. ‘Iya, Mah,’ gitu loh,” tutur Acong.
Menurutnya, ibu tiri kemudian meminta agar Nizam segera dijemput dan dibawa ke rumah sakit. Namun respons ayah kandung disebut tidak menunjukkan kepedulian.
“Namun dia seorang ibu walaupun ibu tirinya, akhirnya bilang ke bapaknya, ‘Hayo jemput Nizam, kasihan sakit.’ Nizam ini harus dijemput, kasihan sakit. Kita bawa ke rumah sakit. Bapaknya di sini bilang ke ibu tirinya, ya kira-kira bahasa Indonesianya itu, ‘Sudah biarin aja, mati-mati aja tuh.’ Itu yang disampaikan oleh bapak kandungnya terhadap anak kandungnya. Itu jawaban bapaknya,” ungkapnya.
Acong menegaskan bahwa dugaan pembiaran tersebut disampaikan langsung oleh ibu tiri kepada penyidik.
“Artinya pembiaran di sini ada dan itu disampaikan oleh ibu tirinya ke kepolisian saat diperiksa tadi,” katanya.
Tak hanya itu, dalam kondisi sakit sekalipun, Nizam disebut tetap diminta melakukan aktivitas berburu.
“Belum lagi saat dalam kondisi sakit, itu dijemput di pesantren terus dia sakit tapi bapaknya malah nyuruh anaknya ini memburu untuk bawa senapan angin ke hutan cari burung gitu. Tidak peduli bapak kandungnya ini terhadap Nizam meskipun kondisi Nizam ini sedang keadaan lemah ataupun sakit, tapi tetap dia menyuruh untuk berburu gitu,” ujarnya.
“Nah, ini adanya pembiaran yang tidak peduli terhadap kesehatannya Nizam. Begitu juga saat di pesantren sakit. Memang menurut ibu tirinya disampaikan bahwa memang ada pembiaran dan enggak mau. Tapi ibunya tetap menjemputnya sehingga dibawa ke dokter. Keterangan itulah yang disampaikan oleh ibu tirinya tadi di kepolisian,” lanjutnya.
Acong juga menekankan bahwa seluruh keterangan yang diberikan kliennya disampaikan secara terbuka, meski yang dilaporkan adalah suaminya sendiri, Anwar Satibi.
“Dan itu adalah sejujur-jujurnya dan tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga tersampaikan artinya laporan dari ibu kandungnya terhadap bapaknya ini, walaupun dia ibu tirinya ataupun suaminya saat ini Anwar yang dilaporkan oleh ibu kandungnya, dia tidak membela kok, dia tidak bilang suami saya tidak seperti itu. Enggak. Dia justru memberikan keterangan yang sebenar-benarnya walaupun yang dilaporkan adalah suaminya. Jadi, fakta kejujuran yang disampaikan oleh TR ini gitu,” pungkasnya.
Kasus Nizam Syafei sendiri masih dalam proses penanganan aparat kepolisian, sementara keterangan para saksi terus didalami untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.
(anf)
Load more