News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Asesmen LPSK, Krisna Murti Sebut Ibu Kandung Nizam Mengalami Gangguan Psikis dan Fisik

​​​​​​​Usai asesmen LPSK, Krisna Murti menyebut Ibu Kandung Nizam mengalami gangguan psikis dan fisik, trauma berat hingga kondisinya drop dan harus diinfus.
Minggu, 1 Maret 2026 - 23:13 WIB
Ibu Kandung Nizam Syafei dan Krisna Murti
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @krisnamurtilaw

tvOnenews.com - Usai asesmen LPSK, Krisna Murti menyebut Ibu Kandung Nizam mengalami gangguan psikis dan fisik akibat tekanan berat dalam kasus Nizam.

Kasus Nizam Syafei masih menjadi perhatian publik. Polres Sukabumi telah menetapkan ibu tiri korban berinisial TR sebagai tersangka dugaan kekerasan fisik dan psikis yang disebut terjadi sejak 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Lisnawati, selaku Ibu Kandung Nizam, sebelumnya melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi, atas dugaan penelantaran anak dan keterlibatan dalam kekerasan. Di sisi lain, tersangka TR sempat melontarkan tudingan dugaan pembunuhan berencana terhadap suaminya sendiri.

nizam
Ibu Kandung Nizam, Lisnawati. (Sumber: YouTube/Trans7Official)

Lisnawati juga mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban pada 27 Februari 2026 untuk mengajukan perlindungan setelah mengaku menerima teror dan ancaman melalui pesan WhatsApp serta telepon.

Hasil Asesmen LPSK

Dalam video wawancara yang diunggah kanal YouTube Intens Investigasi pada 1 Maret 2026, Krisna Murti membeberkan perkembangan terkait pengaduan di LPSK.

Ia mengatakan, “Ah, di LPSK saya juga mengapresiasi kepada LPSK begitu cepatnya. Hari itu juga kami datang dengan Teh Rike karena Teh Rike juga fast respons dan berjuang sama-sama dengan kami dalam urusan ini dan mengawal kemarin sampai di LPSK. Hari itu juga akan langsung dilakukan asesmen.”

Krisna kemudian mengungkap hasil asesmen tersebut.

“Dan hasil asesmen kemarin sudah keluar dari LPSK bahwa Mama Nizam ada gangguan jiwa, mengalami goncangan, dan bahkan ada GERD segala dan sebagainya,” ujarnya.

Tak hanya itu, kondisi fisik Ibu Kandung Nizam disebut ikut menurun.

“Dan hari ini tadi ada komunikasi antara Mama Nizam dengan kami. Hari ini tadi Mama Nizam diinfus, jadi dia memang benar-benar drop kondisinya,” kata Krisna.

Soal Teror dan Perkembangan Kasus

Saat ditanya terkait teror yang sebelumnya dialami, Krisna menyatakan belum ada pembaruan terbaru.

“Perkembangan terakhir ya kan kami belum update terkait masalah teror itu,” ujarnya.

Terkait penetapan ibu tiri sebagai tersangka, ia menyebut Ibu Nizam mengapresiasi kinerja kepolisian.

“Ya, Ibu Nizam artinya memberikan apresiasi terhadap kinerja Sukabumi dan dia melihat bahwa apakah hanya pasalnya ini dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang dikenakan masa ancaman tahanannya 15 tahun.”

Ia menambahkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pendalaman pasal lain.

“Makanya kami sedang mengupayakan bahwa ini ada motif juga terkait menyangkut masalah pembunuhan rencana ya kan, pembunuhan berencana. Inilah hukuman maksimalnya bisa sampai tingkat kematian gitu loh.”

“Kami lagi sesuaikan dengan KUHP baru juga terkait masalah pembunuhan berencana ini dan kami sedang mengumpulkan bukti-bukti, tapi ada motif menuju ke sana,” lanjutnya.

Trauma Mendalam Ibu Kandung Nizam

Mengenai kondisi psikologis Ibu Kandung Nizam yang disebut sedang drop, Krisna menilai kliennya mengalami trauma berat.

“Kalau saya rasa dia trauma dan benar-benar kehilangan atas sosok Nizam itu sendiri.”

Ia menggambarkan betapa berat pukulan yang dirasakan seorang ibu.

“Karena bayangkan ya, dia 4 tahun loh enggak ketemu. Empat tahun enggak ketemu. Begitu ketemu ya kan sudah jadi jenazah. Seperti apa sih pukulan seorang ibu?”

Krisna juga menceritakan momen saat Ibu Nizam melihat foto sang anak dalam sebuah acara televisi.

“Apalagi waktu kemarin kita ada diundang di salah satu stasiun televisi ya kan dihadiahkan fotonya Nizam dan kesukaannya Nizam. Wah, langsung nangis histeris banget ya melihat fotonya Nizam bersama dengan Lisna dan kesukaan hobi-hobinya Nizam dikasih kemarin. Wah, misteri sekali,” tuturnya.

Terkait keberadaan ayah Nizam, Krisna mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Enggak ya kan, kita enggak tahu keberadaan dia seperti apa. Cuma yang kita tahu kan bahwa saya dapat kiriman-kiriman medsos saja, artinya dia bersuara seperti ini ya buat saya itu haknya dia lah, enggak ada masalah,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Nizam kini tidak hanya menjadi proses hukum, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi Ibu Kandung Nizam yang disebut mengalami gangguan psikis dan fisik usai asesmen LPSK.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT