Curhat Wanita saat Shalat Tarawih, Resah Alami Dugaan Praktik 'Titip' Tempat di Masjid Jakarta Selatan Viral
- iStockPhoto
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang wanita bernama Prima Dita Rahma dengan akun Instagram @primaditarahma membagikan pengalaman pahitnya saat shalat Tarawih di masjid pada awal Ramadhan 2026.
Dalam sebuah unggahan Instagram miliknya yang viral, ia merasa langsung diuji untuk selalu bersabar di awal Ramadhan. Namun kesabaran itu tetap membuat dirinya enggan shalat Tarawih.
"Enggak heran kalau Ramadhan menghadirkan banyak ujian kesabaran. Dan mungkin ini salah satunya untuk saya," tulis Prima dikutip tvOnenews.com dari Instagram @primaditarahma, Rabu (25/2/2026).
Curhat Titip Space di Masjid di Jakarta Selatan

- iStockPhoto
Ia menceritakan kala itu dirinya ingin mengerjakan shalat Tarawih di sebuah masjid, tepatnya Masjid Nurul Hidayah di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel).
Mulanya, ia mengerjakan shalat Ashar di masjid tersebut pada pukul 16.30 WIB. Kebetulan jarak kantor dan masjid tidak begitu jauh, sehingga masih membawa perlengkapan layaknya seorang pekerja.
Ia pun memilih duduk di bagian paling pinggir. Pasca shalat Ashar, ia terkejut tiba-tiba kedapatan seorang ibu-ibu mengatakan, "Mbak, geser dong. Saya mau di sini."
Wanita tersebut justru menolak permintaannya. Tak ayal, masih banyak tempat maupun sajadah yang kosong di area shaf khusus perempuan.
Ibu-ibu itu mengalah. Sampai pukul 17.30 WIB, para jemaah menunggu pembagian takjil dan kupon makanan sehingga membuat dirinya mengabarkan ada kegiatan tersebut ke teman-teman kantornya.
"Ternyata, si teman ada di belakang saya. Setelah membatalkan puasa, kami masuk kembali ke masjid. Di sini nightmare mulai terjadi," ungkap dia.
Ia terkejut bagian jajaran shaf yang sempat ditempati dirinya sudah penuh. Padahal, shaf lainnya yang belum diduduki sebelumnya, masih terlihat kosong.
Pada akhirnya, ia dan temannya mengalah untuk meletakkan barang-barangnya di bagian pinggiran lagi. Namun keinginan tersebut tiba-tiba dijegal oleh ibu-ibu lain sambil mencolek, "Mbak, di sini ada orangnya."
Ia dan temannya ogah meributkan hal tersebut. Mereka mengisi shaf depan yang masih kosong. Setelah shalat Maghrib, keduanya pun mencari tempat kembali yang sekiranya belum diisi jemaah lain.
Ibu-ibu yang sempat menegur kembali mencolek keduanya. Mereka dikabarkan bahwa, tempat tersebut sudah diisi oleh orang lain.
Mereka kembali mengalah. Justru keduanya juga dihadang lagi karena shaf yang ditempati mereka sudah diisi oleh penunggunya.
Keduanya pun emosi. Orang yang sudah memesan tempat untuk shalat mengaku sering shalat di shaf tersebut. Sebelum ikammah Isya, amarahnya sudah tidak terbendung karena setiap tempat telah dipesan.
"Bu, yang benar aja. Kalau di semua tempat sudah di-block tapi orangnya nggak ada, sekalian aja ditutup masjidnya cuma buat kalian semua," tegasnya.
Dugaan Praktik Titip Tempat di Masjid Nurul Hidayah Tidak Sekali
Prima menyampaikan bahwa, dirinya tidak kaget dengan gelagat jemaah wanita di masjid tersebut. Ia hampir sempat merasakan aktivitas ibadahnya dibuat tidak nyaman pada 2023 lalu.
"Sepertinya bukan baru terjadi kali ini. Sejak pertama kali saya i'tikaf di tahun 2023, sudah ada desas-desus tentang hal serupa," imbuhnya.
Ia mendesak pihak masjid untuk menjelaskan sekaligus meluruskan dugaan praktik "titip" space. Jika ditemukan, maka sangat menyulitkan orang luar yang ingin beribadah di masjid tersebut.
"Bukan untuk memperpanjang polemik, tapi untuk meluruskan jika memang ada yang perlu diperbaiki. Bagi saya, ini bukan hal sepele, apalagi masjid ini walking distance dari kantor saya. Ada rasa sayang, sekaligus harapan agar ia menjadi ruang yang benar-benar ramah bagi semua," terangnya.
"Mari sama-sama menegakkan yang benar dan meninggalkan kebiasaan yang kurang baik. Jangan sampai pengalaman seperti ini dirasakan oleh lebih banyak jemaah," sambungnya.
Reaksi Pihak Masjid
Melalui Instagram resminya, Pengurus Masjid Nurul Hidayah Brawijaya meminta maaf. Ia membantah dugaan praktik titip tempat berasal dari pengurusnya.
Bagi mereka, kenyamanan dalam pelaksanaan shalat menjadi prioritas utama. Hal itu berlaku bagi jemaah yang menetap di sekitar area masjid maupun orang umum.
Akan tapi, pihak pengurus masjid siap berbenah. Upaya  tersebut terjadi setelah curhat wanita tersebut viral di ruang publik.
"Kami pengurus sangat berterima kasih sekali apabila ada kejadian yang tidak mengenakan atau tidak nyaman di dalam masjid untuk melaporkan kepada pegawai atau pengurus masjidnya," tukasnya.
(hap)
Load more